#suratHari6 Kepada Abang Z


Perawang,6 Februari 2014

Kepada Abang  Z, 
di tempat.

Assalamualaikum Wr.Wb.

Darimana surat ini harus dimulai,saya tidak tahu.
Apakah saya harus bertanya “apa kabar?” ,”hai,lagi ngapain?” atau “dear my love..”
Ah,klasik sekali sepertinya,tetapi kebanyakkan orang menulis surat di awali dengan kata-kata seperti itu.
Mainstream ya? Tak mengapa.

Bersama surat ini ,saya ingin memberitahu bahwa perasaan rindu saya sedang berada di puncaknya.
ah,apalah arti sebuah perasaan rindu seperti ini,hanya sebuah perasaan saya saja.
“yang tidak bertiang kokoh,tidak terbungkus dengan rapi.” Saya telah paham dengan ini dan mungkin anda juga paham maksud dari kalimat saya tersebut.

tapi yang jelas ini perasaan dari saya.teruntuk orang yang berhasil meruntuhkan tembok-tembok pertahanan hati ini,yang telah saya jaga dengan egoisnya selama hampir 2 tahun.”takut terluka(lagi)” itu yang saya deklarasikan kepada semua orang.tapi dengan anda,saya merasa tidak perlu takut lagi.
mengutip percakapan dari buku TKVDW ,antara zainuddin dan hayati
saya hanya minta "jangan dikecewakan hati orang yang berlindung kepadamu" itu sudah.

Diri anda,ini figur yang saya butuhkan selama ini .saya sudah mencari-cari,tetapi baru ketemu sekarang.
jujur saya lelah bila harus mencari lagi..kehadiran anda ini dikatakan telat,tidak juga,dikatakan kecepatan tidak pula.ah sudahlah.

Saya rindu mencuri pandang  untuk melihat dunia dari sisi-sisi lensa kacamata anda,padahal…
saya  pun berkacamata…kenapa tidak melihat dari lensa sendiri saja? Aneh .
Saya rindu ketika kita duduk,tetapi saling diam saja. Ntah apa yang kita fikirkan saat itu. Ntahlah.
saya rindu dengan bentuk pertemuan kita yang tidak pernah sama.
saya rindu dengan perkataan anda,kehadiran anda...
segalanya,rindu.

Terimakasih telah hadir di kehidupan saya di akhir tahun 2013 kemarin.semoga anda/saya/kita tetap hadir seterusnya (InsyaAllah)

Saya yang bahagia,saat ini sedang merayakan cinta yang anda hadirkan.tak pernah saya sebahagia ini.bukan ingin memuja-muji anda,bukan. Tapi kembali lagi pada awal surat,ini perasaan dari saya.

bagaimana mengungkapkannya lagi ?itu yang sedang saya bingungkan(saya selalu bingung,memang).
semoga surat ini dapat mewakili segenap,dua genap ,sekian genap perasaan saya.
Bertele-telekah isi surat ini? Sudah pasti.
saya tahu anda suka to the point.
tapi izinkan saya mengutarakannya dengan cara ini.

Ini surat saya yang pertama.
Surat selanjutnya pasti ada
Wassalamualaikum.

with love,

@mutmuthea

-------------
u/  @jackjohn_ 

Comments