Travelling Bareng Keluarga Ala Tesya Sophianti (@tesyasblog)

Halo teman-teman !
Mengenai Travelling,siapa sih yang ga suka dengan travelling? Saya saja suka banget,hingga di blog ini juga ada label travelling untuk tulisan travelling saya.

Berbicara mengenai Travelling bareng keluarga,menurut pengalaman saya selama beberapa kali travelling bareng keluarga,duluuu banget waktu kita kecil-kecil ribet,sumpah ribet banget. seabrek-abrek bawaannya. Misalnya saja pas mudik, keluarga kami ini kan lama menetap Di Riau. Kalau mau mudik itu,mudiknya marathon Jakarta,Bandung,Tasikmalaya. Naik pesawat,dilanjutkan naik mobil,itu anggota keluarga 5 orang,kopernya juga 5,belum lagi kardusnya,tidak efisien,saya aja pusing.
Ini saat Ke Bukitinggi

Hingga waktu terus berlalu,sekarang Keluarga Pak Agus,anaknya udah gede-gede nih. Lalu,cerita mudik sekalian travelling ini sudah lebih hore,sudah pintar packing yang hemat tempat,sudah ga rempong bawaanya,bahagia deh.

Travelling bareng keluarga ala @tesyablog

Nah,itu sih cerita keluarga saya ya,bagaimana cerita keluarga lain?
Kali ini saya mau nyeritain keluarga lain yang patut dicontoh gaya travellingnya nih. Kali ini ada keluarganya Mba Tesya. 

Jujur saja,sebelum tulisan ini tayang,saya bener-bener ga tahu mengenai Mba Tesya yang seorang Indonesian Family Travelling Blogger. Selama ini saya lebih banyak follow yang solo traveller,hehehe.

Perkenalan pertama saya dengan Mba Tesya ini melalui acara Seminar Parenting dari Dancow ,Beliau hadir sebagai pemateri yang membawakan materi Travelling bareng keluarga. 



Jadi,Travelling bersama keluarga ini termasuk hal yang bagus lho untuk tumbuh kembang anak. Kita bisa mulai mengajak anak untuk pergi travelling sejak umur 1.5 tahun. Pada umur segitu anak sudah bisa diberi makanan yang sama dengan orang dewasa,kemudian anak juga perkembangan gerakkannya sudah banyak,sudah mulai belajar jalan, lari,berbicara dan lain sebagainya.
(credit to http://www.tesyasblog.com/p/about-me.html)

Nah,manfaat mengajak anak travelling

1. Menghargai Perbedaan
Ketika anak diajak travelling,secara tidak langsung akan mendapatkan pelajaran mengenai "Menghargai Perbedaan" Menghargai perbedaan disini bisa banyak contohnya,seperti perbedaan agama,budaya,gaya hidup di berbagai tempat. 

2. Membuka Wawasan
Setali tiga uang dengan manfaat yang pertama,setelah si anak mengetahu perbedaan yang ada,hal-hal yang ditemui selama travelling bisa membuka wawasan si anak. Karen banyak menemukan hal-hal baru.

3.Melatih rasa percaya diri
Nah yang ini,semisal si anak ingin sesuatu,mislanya jajan makanan yang unik saat travelling, si anak bisa diajarkan cara berkomunikasi dengan tukang jajanannya. 
Kemudia,andaikata pahit-pahitnya kejadian nih,Si anak terpisah dengan orang tua saat travelling. Kalau anak sudah dibekali rasa percaya diri. Minimal kalau ditanya identitas,si anak bisa menunjukkan dan ga diam saja.

Nah,mba Tesya juga memberikan tips biar hore travelling bersama keluarga nih,suah saya rangkum dalam sebuah infografis supaya semangat buat travelling, heheheh




Jadi....
Mau single,mau jomblo,menikah,punya anak pun ga ada alasan ga bisa travelling dong...
Kan sudah dipersiapkan sematang mungkin. So,kapan kita kemana?



Silahkan kepoin mba @tesyablog di social medianya ya



Comments

  1. Mba mutia bikin infogragisnya keren. Makasih sharenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe makasih mbaa.. ini baru belajar kok,belajar bikin di canva ..ihihihihihi

      Delete
  2. Ingin sekali juga ya liburan lagi ebrsama keluarga. Kayaknya seru banget. Makasih infonya ya mba

    ReplyDelete
  3. Asyiknya yang bisa travelling bersama keluarga, sesekali juga pengen ajak keluarga jalan-jalan agak jauhan dikit ke Jogjakarta. Amin... :-)

    ReplyDelete
  4. Traveling bareng keluarga banyak manfaatnya ternyata...

    ReplyDelete
  5. Dulu waktu kecil sering banget mbak liburan sama keluarga tapi kalau sekarang akunya yang sering ga ikut..padahal banyak ya manfaatnya

    ReplyDelete
  6. wahh.. kepikiran juga untuk travelling bareng keluarga,, terakhir travelling saat Asraf masih umur 6 bulan.

    ReplyDelete

Post a Comment