Post Top Ad

January 22, 2017

Facial Detox Di Glow House Pekanbaru

by , in
Perihal perawatan wajah,saya adalah orang yang termasuk biasa-biasa saja dalam menghadapinya. Tapi makin kesini saya makin pusing,karena wajah saya bruntusan dan jerawat kecil-kecil. Jujur saja,saya bukan jenis perempuan yang heboh  karena muncul jerawat sebijik,paling saya treatment sendiri dengan banyak minum air,ga keluar rumah (tapi ini langka banget),maskeran sekedar maskeran doang.

Tapi akhirnya saya sadar,kondisi muka ini sudah tidak bisa dibiarkan. Terlebih lagi saya ini orang yang suka keluyuran kesana-kemari,sering terpapar sinar matahari dan berkegiatan diluar. Terlebih lagi saya hanya berkendara dengan motor,sehingga potensi muka terpapar polusi lebih besar,belum lagi kalau kena hujan ya kehujanan,kena panas ya kepanasan dong.

Demi menuju #kinclong2017 serta pusing dengan celotehan beberapa orang mengenai muka ini,akhirnya saya memutuskan untuk memeriksakan wajah saya ke klinik kecantikkan. Masa sudah 2017 tidak ada peningkatan dipenampilan? Malu dong ya?
Nasib baik menyapa saya nih,saya diberi kesempatan untuk perawatan muka di sebuah klinik kecantikan Di Pekanbaru bernama Glow House. Sudah saatnya saya memeriksakan lebih lanjut mengenai kondisi muka saya ini kan?



Berkonsultasi di Glow House Pekanbaru

Karena saya perdana datang kesini,maka sebelum perawatan saya mendaftarkan diri dulu di resepsionis. Setelah data diri saya sudah lengkap,sebelum dilakukan tindakan saya harus berkonsultasi dengan dokternya terlebih dahulu. Agar bisa mengetahui tindakan apa yang pas untuk kondisi muka saya ini. 
Konsultasi ini dilayani langsung oleh dokter cantik yang juga merupakan owner Glow House Pekanbaru, dr Rina Fitrisia,Dpl CIBTAC. Dr Rina sudah mendalami dunia perawatan wajah lebih kurang 6 tahun,cukup berpengalaman dan dapat dipercaya tentunya ya? Oleh dr Rina,wajah saya langsung diintip-intip melalui kamera khusus yang bisa melihat kondisi wajah lebih dekat.

Duh saya pusing ngelihat hasilnya,terlihat sangat jelas banyak jerawat bruntusan kecil-kecil di wajah saya. Setelah itu akhirnya diputuskan bahwa saya akan mendapatkan perawatan facial detox terlebih dahulu. karena wajah saya itu bukan tipe jerawatan parah,jadi ga langsung dikasih facial acne. sambil menunggu persiapan facial,saya pun mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan Glow House,sungguh nyaman dan asyik. ruangan dengan nuansa minimalis dengan dekorasi setengah shabby chic setengah retro bikin saya ingin berlama-lama.

Facial Detox itu apaan sih?
Jadi,facial detox itu berfungsi untuk menetralkan kondisi wajah,mengangkat kotoran dan komedo yang menumpuk serta membuang racun yang ada di wajah,hasil yang diharpakan dari facial detox ini adalah wajah tampak lebih sehat,segar dan cerah. Saya pun memasuki ruang perawatan yang berisi 5 kasur yang dibatasi oleh tirai,setelah barang-barang saya letakkan di loker,saya pun berbaring dan siap untuk difacial. Ruang perawatannya cukup nyaman dan menenangkan karena ada aroma terapi yang dinyalakan menggunakan diffuser.

Lalu dimulailah perawatan facial detox saya,berikut beberapa tahap yang saya lewati:

1.       Wajah dibersihkan terlebih dahulu,apalagi saya berangkat dari kost ke glow house itu jauh banget,udah banyaklah debu numpang diwajah saya

2.       Kemudian mulai pembersihan komedo,saya sempat mengintip hasil pembersihan komedo saya,banyak banget

3.       Kemudian diberi alat seperti vacuum gitu,gunanya untuk membersihkan sisa-sisa komedo
4.       Selanjutnya wajah saya di setrika,eh tapi setrika wajah ini buka seperti setrika pakaian. Jadi alat ini ada gelombang khususnya gitu

5.       Sudah diterapi macam-macam nih,lalu wajah saya diberi krim dan dioles menggunakan alat yang bisa membuat krim tersebut menyerap dengan baik.
6.       Facial tanpa masker? Mana mungkin hehehe. Wajah saya pun diberi masker yang enaaaak banget. Maskernya tebal banget tapi dingin dan sejuk, 
Pengen tidur jadinya.setelah 20 menit di masker,maskernya kering dan mudah dibersihkan karena tinggal dikelupas saja.

7.       Diberi obat totol jerawat supaya jerawat saya mengecil.

Setelah melewati serangkaian perawatan,saya cukup suka dengan hasil facial detox ini,karena wajah saya baik-baik saja tanpa ada keluhan,tidak merah-merah bangetlah,nyeri,sakit atau malah makin numbuh jerawatnya.

Saya merasa muka saya lebih ringan,apalagi dibagian hidung karena komedonya sudah terangkat. Kalaupun ada efeknya palingan jerawat saya langsung matang dan cepat kempes. Jerawat memang belum hilang,karena akan dibutuhkan beberapa tahap hingga muka saya bersih seperti sediakala.

Nah gimana sih dengan harganya?pasti penasaran kan?
Perawatan di Glow House Pekanbaru dimulai dari Rp.100.000,facial detox yang saya jalani ini bisa saya dapatkan hanya dengan Rp.130.000 . Sedangkan harga produk seperti krim perawatan yang akan dipakai sehari-hari mulai dari Rp.50.000 sampai dengan Rp.120.00 tergantung jenis perawatan tentunya. Kalau harga paket lebih murah,berkisar Rp.300.000an.

Terimakasih untuk untuk Glow House Pekanbaru yang sudah memberikan treatment yang mantap untuk wajah saya ini,ingin mencoba perawatan wajah di Glow house?

Glow House Pekanbaru
Jl Bintara no 21 Pekanbaru
IG @glowhousepekanbaru
Wa 081374338569
Line : glowhouse_pku



January 20, 2017

Sedapnya Marugame Udon & Tempura Pekanbaru

by , in



Kuliner Pekanbaru hari ini sedang ramai dengan kehadiran sebuah restoran makanan Jepang. Kali ini ada Marugame Udon,Pelopor kuliner Jepang yang halal Di Indonesia. Marugame restoran makanan Jepang yang menghadirkan Udon dan Tempura sebagai signature dish.


Jujur saja,saya belum pernah mencicipi Udon sebelumnya,kalau Tempura sih kadang-kadang ada bikin sendiri di rumah,Tempura ala-ala aja,hehehe. Marugame mengusung konsep open kitchen,sehingga konsumen dapat melihat proses pengolahan menu yang dipesan dari dimasak hingga disajikan.
Hari ini,tanggal 20 Januari, Marugame Udon resmi beroperasi Di Pekanbaru,memberi warna baru dalam dunia kuliner Pekanbaru. Saya,Melati serta Tika langsung cuss untuk mencicipi Marugame Udon yang katanya memang rame di Jawa sana.

Tak hanya Udon serta Tempura saja yang disajikan,mereka juga memiliki menu Nasi serta Dessert juga. Oleh pihak Marugame saya disarankan untuk mencicipi Beef Curry Udon serta Niku Udon,akhirnya melati dan tika yang memesan menu tersebut. kalau saya ntah kenapa tertuju ke Carbonara Udon.


Oh ya,Di Marugame kita tidak dilayani lho. Jadi konsepnya itu self service,konsumen mengantri di Udon Station,pilih menu yang akan dikonsumsi dan terus mengarah ke Tempura Station. Di Tempura Station tersedia berbagai macam Tempura sebagai teman makan Udon.


Setelah pesanan sudah terhidang semua,kemudian barulah kita membayar semua pesanan dan membawa sendiri pesanan tersebut ke meja. Tapi ada juga beberapa menu yang diantar karena mungkin masaknya ga kilat.
Menurut melati Niku Udon dagingnya itu empuk,tapi rasa kuahnya mirip-mirip kuah bakso yang mewah gitu. kalau kata Tika dia pesan Beef Curry Udon,rasa kari Jepang yang khas kental berpadu dengan daging yang ga kalah empuk,banyak pula porsinya.


Sedangkan saya memesan Carbonara Udon,saya ga bisa bilang ini ga enak,enak banget ! Untuk Udon yang dimodifikasi ini saya sangat jatuh cinta,gimana engga? Keju cheddar,keju parmesan terus diaduk dengan telur omega tiga setengah matang,serta beef bits bikin saya makan perlahan menyerap rasanya.
Belum lagi pilihan Tempura dari Tempura Station,dari 6 Tempura yang kami ambil.. kami sepakat mengatkaan bahwa Beef Croquette adalah yang paling enak. Dagingnya terasa banget saat dikunyah.

Harga menu-menu yang tersedia disini mulai dari 10 ribu untuk Tempura dan 30 ribu untuk makanan utama,Sesuai harga dengan rasa yang dihadirkan. .Oh ya, untuk ocha dan lemon tea disini free refill sampe kembung serta tersedia booth khusus untuk bawang,cabe,kecap. biar makan makin jossss
Menurut saya,ke Marugame Udon ini momentnya ketika hari-hari spesial atau saat ingin menghadiahi diri sendiri. Karena memang enak banget Udonnya. Mengenyangkan !

Marugame Udon & Tempura Pekanbaru
Jl Jendral Sudirman n0 125 simpang fly over Harapan Raya

Wifi: No
Electrical Socket : Yes
January 18, 2017

Perempuan Pada #pekanbarumemilih2017

by , in

Kalau dingat-ingat, timeline sosial media kita hari ini agak panas ya? Ya sepanas air untuk nyeduh teh talualah (yang berarti cukup panas). Apalagi dengan tema yang sedang ramai,yakni politik. Tapi? Yang diperbincangkan itu jauh banget,pilkada Di Jakarta coba. Pilkadanya dimana,rame dibahasnya apa. 

Mohon maaf,kenapa ga bahas yang dekat-dekat saja? Pilkada yang diadakan di tempat tinggal kita sekarang ini lho. Seperti saya yang tinggal Di Pekanbaru,dalam waktu dekat akan diadakan pilkada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru. Btw, emangnya saya sudah tahu siapa saja yang akan berlaga di kertas pencoblosan ini? Tahu tapi tak mengenal dengan baik. Hanya tahu dari baliho yang tegak di jalan,selebaran yang ditempel-tempel,hanya tahu sekedar tahu saja.

Mengenai kegiatan pilkada ini,Alhamdulillah setiap ada pemilihan selalu berpartisipasi. Apalagi melihat papa yang kebetulan juga panitia pemilu,seneng saja melihat keramaian orang yang berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini.

Mungkin saya peduli dengan pesta demokrasi ini,tapi apakah orang lain peduli? Ternyata ga semua orang peduli dengan politik apalagi perempuan. Nah untuk itulah Komisi Pemilihan Umum Kota Pekanbaru mengadakan Sosialisasi Pemilih Perempuan dalam rangka Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota.
Para pemilih perempuan 

Ingat ga,katanya pada sibuk emansipasi perempuan,tolong berikan hak pada perempuan? Nah inilah saatnya,cemana mau dilihat orang kalau jadi peserta pemilu aja tak mau. Ternyata perempuan itu punya andil besar lho untuk ikut serta dalam kegiatan politik ini.

Ya ga usahlah ujug-ujug mau jadi presiden langsung,dimulai aja dari lingkup yang kecil. Pertama Ya ikut pemilu,panitia dah capek lho itu mempersiapkan logistic pemilu,mendata warganya,menyebarkan undangan pemilu sampai begadang-begadang mempersiapkan tempat pemungutan suara. Cuma sekali dalam 5 tahun,hanya makan waktu 15 menit kok,ehehhe.

Ingat program pemerintah seperti KB,posyandu,PKK? Dimulai dari situ aja seperti saat saya KKN semester 7 dahulu,disana kami ikut serta dalam kegiatan posyandu,banyak juga warga setempat yang sebaya kami sudah menikah tapi masih belum paham gimana KB,imunisasi,sadar gizi untuk anak. Hal-hal semacam itu kan termasuk program pemerintah,betul?

Kalau merasa sudah mantap,bolehlah naik tingkat itu mencoba ikut partai politik,banyak kan itu partai yang ada Di Indonesia tinggal pilih mau yang mana. Hak perempuan dalam dunia politik sama kok,bahkan sudah diatur pada UU n0 68 tahun 1958,jadi sudah oke kan?

Yelli Nofiza selaku pemateri menjelaskan secara runut urgensi partisipasi perempuan dalam pentas politik khususnya Kota Pekanbaru. Dengan keterlibatan aktif perempuan berpartisipasi, diharapkan pemimpin terpilih nanti bisa melahirkan kebijakan yang bersahabat dengan perempuan, mengingat jumlah Daptar Pemilih Tetap (DPT) perempuan sangat signifikan. 


Jadi,coba deh diingat-ingat kebijakan mengenai cuti hamil,pentingnya ruang menyusui di tempat publik nah hal-hal seperti itu kan perempuan yang mengerti. Kalau yang menyampaikannya permeuan tentu lebih bisa diperjelas maksud dan tujuannya.

Acara kali ini ga bakalan seru kalau ga mendatangkan narasumber yang biasa-biasa saja bukan? Karena pada sesi yang saya hadiri kali ini ini untuk pemilih perempuan terkhusus yang aktif di media sosial, Maka narsumnya juga kudu perempuan yang kece dong,ada Kak Afni Zulkifli yang sudah lama berkecimpung di dunia media.

Media massa dan media sosial berperan penting dalam proses pemberian informasi bagi masyarakat,terlebih lagi saat mendekati pemilu ini. Punya smartphone,punya akun sosial media tapi apa fungsinya Cuma sekedar selfie,rumpi-rumpi saja? 

Padahal kita bisa memanfaatkan lebih dari itu,mencari informasi mengenai politik di negeri kita,memberi berbagai pandangan politik yang bisa kita pelajari sampai berantem di sosial media karena politik pun bisa. Eh tapi jadilah perempuan cerdas,jangan langsung menyebar berita yang masih belum jelas asal-usulnya,disinilah kita dituntut untuk lebih selektif menerima informasi bukan?

Pilkada Kota Pekanbaru tahun ini,memiliki 5 calon Walikota dan wakil Walikota yang akan berlaga. Tinggal pilih siapa yang mau dipilih. Ga kenal? Kenalan aja dulu ,cari informasinya di koran,media sosialnya semua aktif kok. 

Nah,sudah siap untuk meghadapi pilkada yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat? Pilihlah sesuai hati nurani,jangan karena ikutan teman arisan,jangan karena terpaksa milih biar samaan ama teman geng,jangan.

Yuk perempuan,terkhususnya warga Pekanbaru mari ramaikan #pekanbarumemilih2017
January 13, 2017

Suka Duka Si Kutu Buku

by , in

Halo,wah ini postingan pertama di tahun 2017 ya. Nampaknya ada sebulan saya ga nulis di blog ini,ad ayang rindukan saya? hihihi.
Salah satu penyumbang alasan kenapa saya memakai kacamata adalah karena saya hobi membaca. Hobi membaca ini sebenarnya tidak langsung jadi hobi utama. Sebelumnya,sebagai anak perempuan saya ini hobi bermain,mulai dari main alek-alek(masak-masakan),cakbur,layangan dan lain sebagainya.

Hobi membaca ini baru diketahui saat dulu waktu tk saya sangat menyukai serial Winnie The Pooh,saya kerap meminta orang tua saya untuk membeli buku cerita Winnie The Pooh setiap kali ke Pekanbaru. Bagi saya cerita Winnie The Pooh itu cukup menarik dan lucu untuk diceritakan ulang.

Saking hapalnya,saya sering di suruh menceritakan kembali buku cerita yang saya beli tersebut. Sampai sekarang pun,kalau ada guru-guru TK yang mampir ke rumah untuk fotocopy file,mereka masih ingat betapa ceriwis dan bersemangatnya saya dalam dunia membaca.

Tapi apakah kalian hobi membaca? Bukan baca timeline gebetan lho ya. Tapi membaca buku yang benaran,Baik buku fisik ataupun pdf. Dari sekian lama saya hobi membaca. Nah berikut suka-duka punya hobi membaca

Suka 

1. Ketemu bacaan yang langsung klik
Ketemu bacaan yang langsung klik bikin perasaan jadi seneng banget. Jadi yang dimaksud langsung klik itu pas baca sinopsisnya langsung penasaran lanjut baca bukunya dan harus habis hari itu juga. Jadi pas saya membaca buku tersebut langsung terasa masuk ke dalam buku tersebut.

2. Ketemu pengarangnya
Datang ke acara bedah buku yang menghadirkan pengarang bukunya langsung bikin hati deg-degan. Selama ini cuma baca profilnya secara singkat di satu-dua halaman saja,atau bahkan malah profilnya ga tercantum seperti Tere Liye misalnya. Saat ketemu pengarangnya,apalagi bisa bertanya dan sharing tanpa dikejar-kejar waktu,waah itu istimewa banget,hehehe.

3. Covernya menarik
Oke ini sederhana banget,covernya menarik. Terimakasih untuk kerja keras para desainer buku yang sudah begadang semalam suntuk untuk mendesain cover buku yang eye catching hingga bisa dipakai buat property foto-foto. Kadang beli buku bukan mau tahu isinya,tapi karena suka dengan covernya saja.

4. Ada bonus disetiap pembelian
Bonus yang kece seperti pembatas buku yang tak biasa bentuknya,kartu pos,gantungan kunci kadangkala dijadiin pemancing buat rebutan beli bukunya. Apalagi biasanya beberapa toko buku online mengadakan pre-order khusus yang terbatas.

Nah,itu kalau sukanya hobi baca buku yang selama ini saya jalani,nah mari kita lihat dukanya gimana

1. Ga ngerti apa isi bukunya
Pengen nangis rasanya ketika udah beli bukunya mahal-mahal,tebal tapi ga ngerti isinya. Butuh berulang kali untuk memahami isi buku tersebut secara baik. Ntah ini saya yang lagi lemot atau emang bukunya ga semua orang bisa langsung mengerti

2. Buku dipinjam kawan hingga tak tahu rimbanya
Saya sebagai orang baik hati sangat terbuka untuk meminjamkan sejumlah koleksi buku-buku saya kepada kawan. Tapi pernah satu kejadian,saat itu saya di asrama dan salah satu buku yang saya miliki Ayat-ayat cinta dipinjam bergilir. Saat buku tersebut kembali ke saya,bentuknya sudah seperti bungkus cabe. Kertasnya remuk redam,kondisinya menyedihkan.

3. Bukunya udah ga terbit lagi
Punya buku yang cukup istimewa tapi buku tersebut hilang. Saat mau dicari di toko buku udah ga terbit lagi,rasanya ingin nangis. Apalgi kalau buku tersebut ada tanda tangan penulisnya atau hadiah dari seseorang.

4. Bukunya susah dicari
Biasanya buku yang susah dicari ini buku terbitan lama,terbitan khusus dan terbatas. Buku dengan tipe seperti ini biasanya textbook kuliah. Tak jarang pada akhirnya memilih jalur fotocopy untuk memiliki buku tersebut

Kalau mau dibikin list suka-duka hobi membaca buku ini,ga bakalan ga ada habisnya nih. Gimana dengan kalian,banyakkan suka atau dukanya nih?



Post Top Ad

My Instagram