Post Top Ad

March 27, 2017

Gebyar Dirgantara,Mengenal Lebih Dekat Dirgantara Indonesia

by , in
Semenjak tidak bekerja di media lagi,ada 1 hal yang berkurang dihidup saya,yakni kurang berkeliaran. Saya tidak lagi jadi mahasiswa yang selepas kuliah keliling Pekanbaru,mencari berita demi berita,foto demi foto untuk bahan postingan yang menjadi tugas saya. Ada leganya juga saya tidak bekerja lagi,saya bisa lebih selow ketimbang saat bekerja.(Mungkin saya akan kembali bekerja setelah wisuda)

Tapi entahlah,saya ga bisa hanya berdiam diri di kost saja. Semakin saya diam di rumah, semakin pusing dan mual. Apalagi semenjak sudah punya kamera,hasrat memotret kian tinggi, Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti berbagai lomba fotografi.
Genre lomba fotografinya pun meningkat,bukan lomba selfie lagi melainkan “Lomba fotografi Serius”. Lomba fotografi serius yang pertama saya ikuti,dimulai Ramadhan tahun lalu.


Btw,Ada yang masih main twitter? Kalau sering main twitter,pasti tahu dong akun @_TNIAU ,akun resmi TNI AU Republik Indonesia. Tweetnya informatif dan menggunakan bahasa sehari-hari. Cukup menarik untuk sebuah akun resmi yang mencoba mengakrabkan diri dengan followers. Serta tidak terlalu terikat dengan protokoler. Semenjak mantengin akun ini,saya juga terseret pesona Airmin yang ntah siapa. Pokoknya saya ngefans berat deeh. 

Demi ngecengin Airmin (upss) Akhirnya saya mengikuti lomba foto ini. Bercanda,dalam Gebyar Dirgantara kebetulan juga ada lomba fotografinya,makanya saya mendaftar. Emangnya mutia punya stok foto Dirgantara? Engga punya. Nah,menjadi peserta lomba fotografi merupakan salah cara untuk memiliki stok foto dan lebih dekat dalam memotret. 

Rupanya antusiasme masyarakat untuk hadir di Gebyar Dirgantara ini cukup tinggi,saya sampai sesak-sesakkan juga disana. Para masyarakat yang menonton rata-rata anak sekolah dan keluarga. Juga sekalian nambah semangat anak-anak kan,manatahu pada bercita-cita menjadi anggota TNI. Kapan lagi kan bisa mengunjungi Lanud militer kalau bukan ada acara seperti ini?

Salah satu acara yang ditunggu dari Gebyar Dirgantara adalah Atraksi di udara oleh Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU.
Foto : Instagram @jupiteraerobaticteam
Jangan lupa follow

Apalagi JAT baru saja membawa nama Indonesia dalam Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2017 Di Malaysia.

Jadi,selama 10 menit,JAT melayang di seputaran Kota Pekanbaru. Melakukan atraksi yang bikin berdecak kagum dan bersorak sorai. Karena pesawat tempurnya berputar-putar dalam formasi tertentu. Setelah atraksi,JAT mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin,tepatnya di Shelter Skadron Udara 12 dan melakukan ramah tamah kepada masyarakat.
Saya sempat berkomunikasi via whatsaap dengan panitia saat mau daftar lomba ,yang ternyata juri lomba fotonya. Yaitu Mayor Sapto Nugroho. Beliau cukup ramah dan sempat menanyakan apakah saya dapat fotonya dan gimana pendapat saya mengenai acaranya.
Ga mengecewakanlah,walau sempat deg2an karena gerimis mengundang. Belum lagi lensa kamera saya rasa "jungkirbalik" ngezoom(maklum bukan lensa tele). Saya sebagai rakyat biasa senenglah ada acara seperti ini,bisa lihat lebih dekat. Lalu semacam ada rasa haru deg-deg ser gitu melihat dunia Dirgantara Indonesia,ga kalah keren dengan luar negeri punya. *Sempat berkaca-kaca waktu pesawatnya muter2*
Kalau ada kesempatan untuk mengunjungi hingga motret di pesawatnya,motretin pesawat dari udara,motret sambil terjun payung bagai saya mau lho pak,kali aja ada satu anggotanya nyantol (Ya Allah mut,ini kodenya kemana-mana banget sih. Hahaha)

Nah,buat kalian masyarakat Bumi lancang kuning,yang ingin ikut lomba foto Dirgantara bisa intip informasi di poster ini ya

Terimakasih atas kesempatan istimewa ini,dimana masyarakat bisa mengunjungi Lanud Roesmin Nurjadin ini,semoga bisa menginspirasi masyarakat untuk mengabdi di TNI AU.

Btw,ada yang setuju kalau Jupiter 1,LTC H.M "Razor"Kisha, Leadernya JAT pas pakai kacamata mirip Dony Yen pas meranin Polantas  di film Together? Kalau saya sih setuju,eaeaeaa~
Ngefans banget saya,haahhaha.
(Orangnya yang mana? langsung azha follow @jupiteraerobaticteam ya!)


March 19, 2017

Pekanbaru Heritage Walk:Lorong Waktu Pekanbaru Tempo Dulu

by , in

Pekanbaru buat saya adalah tempat dimana saya tumbuh dan berkembang. Bayangkan saja,sejak kecil saya besar Di Perawang,kalau nyari hiburan perginya Ke Pekanbaru,menuntut ilmu dan berproses juga Di Pekanbaru. Jadi,ya sudah cukup lama saya tinggal di Riau ini,kira-kira sudah 22 tahun lamanya menjadi “Orang Riau”.

Tapi,saya masih belum mengenal dengan baik Ibukota Provinsi saya tinggal ini,Pekanbaru. Selama ini saya hanya menjalani hidup saya tanpa tahu seperti apa kota ini dahulunya. Nah,demi mengisi kekosongan pelajaran Sejarah ,Bab Kota Pekanbaru(Berasa Zaman SMA ya mut?) Sabtu (11/2) lalu saya mengikut Pekanbaru Heritage Walk(selanjutnya disebut PHW). 

Sabtu pagi yang cerah,dengan penuh semangat dari Panam Ke Senapelan saya meluncur ke meeting point Pekanbaru Heritage Walk,yakni Rumah Singgah Sultan Siak,yang lokasinya berada di bawah Jembatan Siak 3. Tak disangka peserta PHW ini cukup banyak,lebih dari 50 orang berkumpul untuk menelusuri rekam masa lalu Kota Pekanbaru ini. Mulai dari Komunitas Bacpacker Pekanbaru,para pejabat airlines,travel agent bahkan orang-orang yang sudah berkeluarga.
Oh ya,belakangan saya baru tahu kalau PHW edisi perdana ini diadakan dua trip,saya ikut trip pertama di hari sabtu bareng Kak Lianda. Sedangkan trip kedua di Hari Minggu yang ternyata Gubernur Riau ikutan juga.

Jadi,trip dibuka dengan pengarahan oleh Bang Iwan Syawal. Abang sesepuh ini udah banyak dikenal orang sebagai ensiklopedia berjalan,pengetahuan akan sejarah,kebudayaan bikin kita terkagum-kagum. Dalam pengarahannya beliau menjelaskan apa saja rute yang akan dilewati dan sedikit teaser mengenai rute tersebut.

Setelah pengarahan,peserta PHW dibagi dalam beberapa kelompok,saya dan Kak Lianda bergabung di kelompok teman-teman backpacker Pekanbaru dan di guide oleh Kak Mike dan Bang Bayu Amde. Oh ya,selain ada guide,juga dibagikan e-book yang berisi rangkuman dan informasi seputar trip PHW kali ini. 

Daripada ceritaya cuma mendam di kepala saya,maka saya mau cerita nih pengalaman mengikuti PHW edisi perdana ini,yuk mari...

Rumah Singgah Sultan Siak
Ada rumah sederhana,cantik warnanya yang berada di bawah Jembatan Siak 3. Tepatnya di tepi Sungai Siak,tapi rumah siapakah itu? Kalau menurut yang saya dengar sih itu namanya Rumah Singgah tuan Qadhi,tapi akan tetapi setelah ditelusuri lagi,rumah tersebut adalah Rumah Singgah Sultan Siak. Rumah tersebut digunakan Sultan Siak ketika singgah Di Pekanbaru. Perjalanan dari Siak ke Pekanbaru sendiri adalah 2 jam.

Rumah ini sudah didirikan tahun 1895 (sudah cukup lama ya?)oleh H.Nurdin Putin (mertua Tuan Qadhi H. Zakaria). Jadi,saat Sultan Syarif Qasim II singgah Ke Pekanbaru,beliau akan berkunjung ke rumah ini terlebih dahulu. Setelah beristirahat Sultan akan beribadah di Mesjid Nur Alam/Mesjid Raya Pekanbaru yang terletak di Hasyim Straat.
Untuk saat ini,kondisi rumah ini tidak ditempati siapapun,akan tetapi sudah mulai diisi dengan berbagai photo jadul dan barang-barang tradisional. Belum begitu banyak tapi sedang diusahakan.

Terminal Lama Pekanbaru
Pekanbaru mulai berkembang saat Caltex mulai membuka kantor Di Rumbai tahun 1955. Ketika ingin ke Pekanbaru,masyarakat akan singgah terlebih dahulu di terminal bus tepi sungai. Di tahun 1950-1970 Terminal ini menjadi saksi bisu lalu lintas antar kota antar provinsi PO Bus Sinar Riau,Batang Kampar yang membawa penumpang menuju Sumatera Barat,Duri,Dumai. Tapi saya bukan termasuk masyarakat yang sempat singgah di terminal ini. Karena mobil travel Perawang-Pekanbaru dahulu singgahnya di pasar bawah.

Perjalanan dilanjutkan ke Kawasan Kampung Bandar,Di Kampung Bandar ini pun banyak hal-hal menarik yang ditemukan. Di tengah-tengah perjalanan kami melihat aktivitas bongkar muat barang secara tradisional. Iya masih tradisional karena tidak menggunakan peralatan modern,hanya digotong bersama-sama.


Rumah Tenun Kampung Bandar

Kain songket adalah salah satu kemewahan fashion dari budaya Melayu. Paling cantik ketika dijadikan pakaian dan dikenakan pada acara formal. Nah untuk mengetahui bagaimana pembuatan kain songket yang mewah ini,kita bisa melihat proses pembuatannya di Rumah Tenun Kampung Bandar. Disini terdapat 3 alat tenun bukan mesin setiap harinya memproduksi kain tenun khas Riau. 
Rumah tenun ini berdiri tahun 1890-an akhir,rumah ini merupakan kediaman keluarga alm H Abdul Hamid Yahya. Rumah ini dahulu digunakan untuk gudang logistik dan dapur umum dimasa awal kemerdekaan. Lalujuga pernah ditempati oleh KH Muhammad Sech seorang Imam besar Mesjid Raya yang juga menjabat Kadi yang diangkat langsung oleh Raja Siak Sultan Syarief Kasim.

Gudang Pelindo
Gudang ini adalah saksi bisu perdagangan antara Sumatera Timur/Pekanbaru dan Singapura . ketika sedng masa berjayanya pelabuhan ini dinggahi kapal-kapal KPM(Koninklijke paketvaart Maatsschaapij)/Perusahaan Pelayaran Belanda. Kapal ini membawa barang dari Tapung,Payakumbuh dan wilayah Sumatera Tengah lainnya untuk dibawa Ke Singapura.
Saat ini gudangnya tidak dipergunakan lagi,tapi kawasan sekitar masih bisa dimasuki untuk sekedar motret.

Istana Hinggap/Rumah Tuan Qadhi

Saya baru tahu ada rumah ini,ternyata dibalik SMA Muhammadiyah ada 1 rumah oldskool banget yang bergaya Indische.Indische adalah gaya bangunan Belanda diantara tahnun 1800-1900an awal. Pemilik Istana ini adalah H. Zakaria bin Abdul Muthalib yang bergelar Tuan Kadi.

Di dalam rumah ini pun furniturenya juga masih asli dan sudah cukup berumur juga,tapi masih terawat dengan baik. Oh ya sedikit cerita,ada satu pintu yang tidak pernah ditutup,karena bisa gedor-gedor sendiri (waw). Karena tidak bisa ditutup maka ditmabahkan teralis saja.

Perjalanan kami ditutup dengan sarapan pagi di kedai kopi Harum Manis,saya memesan pangsit yang mienya cukup kenyal dan kaldunya terasa segar
Kemudian cemilannya adalah roti isi dari Toko roti Senapelan. Toko Roti Senapelan adalah toko roti tertua yang ada Di Pekanbaru,menyajikan roti isian klasik yang disukai semua generasi.

Siap menjelajah Pekanbaru?Rute ini bisa diteusuri dengan mudah dan menyenangkan. mulai dari Jalan,sarapan,belanja hingga makan siang bisa jadi satu dikawasan Kampung Bandar ini. 

*Catatan Perjalanan bersumber dari e-book guide Team Pekanbaru Heritage
March 17, 2017

Rebutan Buku Di "Peek a Book" By Asri Rahayu

by , in
Ngobrolin buku ga pernah ada habisnya,selalu saja ada buku yang terbit,penulis baru yang muncul bahkan genre tulisan yang terus berkembang. Sebagai pembaca buku level akut,saya pun terus mengikuti perkembangan buku-buku yang terbit. Tapi kadangkala aktifitas online menyerebot waktu-waktu saya untuk membaca,hehehehe.

Oh ya, apa sih pertimbangan kalian sebelum memilih untuk membaca suatu buku? Covernya kah?sinopsisnya? pengarangnya? Kalau saya sih, suka lihat dulu sinopsis atau resensinya sebelum memutuskan membacanya.

Kira-kira dimana ya resensi buku yang asik untuk diintip-intip?

Kali ini,saya punya salah satu rekomendasi blog yang mengulas buku secara mantap,yakni “Peek a Book”. Blog mengenai buku ini adalah salah satu sub blog yang dimiliki oleh blogger cantik yang cantik seperti Princess,Asri Rahayu . Ciyeeeee~

Blog utamanya Mbak Asri ini ada di www.Asrirahayu.com ,jenis blognya sama dengan blog saya,semacam lifestyle blog gitu,bedanya ama saya......Mba Asri punya blog satu lagi yang Peek a Book itu dan sama bagus kontennya ama blog utamanya.

Emangnya saya?

Punya blog banyak tapi Cuma aktif 1 blog,hahaha.

Jadi,di blog Peek a Book ini reviewnya cukup jelas,singkat dan padat. Selain itu sering ngadain blog tour dan giveaway juga. Jadi bagi kamu-kamu,selain mendapat informasi mengenai buku-buku yang lagi rame,kamu juga berkesempatan mendapatkan hadiah dari giveaway yang diadakan .

Lumayan kan,nambah-nambah buku baru di lemari secara cuma-cuma? 

So...

Langsung aja merapat di blognya Mba Asri princess ini bagi kamu yang ngakunya “Bookworm” yah
March 15, 2017

Pondok Patin H.M Yunus : Rasa yang Dirindukan

by , in


Trend kuliner semakin lama semakin kencang,setiap hari ada saja kuliner kekinian yang hadir. Semua rela mengantri demi mendapatkan kuliner kekinian tersebut. Nah apa kabar kuliner tradisional? Kuliner tradisional seiring waktu semakin langka,kalaupun ada hanya disajikan disaat-saat tertentu saja,belum lagi pandangan yang menganggap kuliner tradisional khas suatu daerah itu mahal harganya.

Kalau dilihat-lihat lagi,ternyata kuliner tradisional tidaklah semahal yang terlihat. Adalah Pondok Patin H.M Yunus,yang menyajikan kuliner tradisional sejak tahun 1980an dan masih tetap eksis hingga kini. Siapa sih yang ga kenal dengan asam pedas yang menjadi signature food di Pondok Patin ini?sampai-sampai para pejabat,artis, kalau datang Ke Pekanbaru pasti makannya disini.

Baca juga: Ekspedisi Warisan Kuliner Bango


Beberapa waktu lalu,dalam rangka mengakrabkan diri antara owner Pondok Patin H.M Yunus saya dan teman-teman instagramers diundang untuk mencicipi aneka menu yang dimiliki oleh Pondok Patin.

Pondok patin H.M Yunus dahulu bernama Usaha Baru,dulu berlokasi di jl Riau,kemudian di JL Nangka lalu di JL Sudirman dan akhirnya berada di JL Simpang Tiga seperti yang kita lihat saat ini. 
Jujur saja,saya kurang suka dengan olahan ikan yang langsung dimasak kuah,ya seperti asam pedas,sop ikan,gulai ikan yang ikanya tidak digoreng terlebih dahulu,geli. Semacam pernah trauma gitu,terasa Amis,bikin mual pokoknya. Tapi saya ga menemukan itu di Asam Pedas ini,sungguh.

Ikan patin yang dimasak asam pedas,terasa segar dan fresh karena Ikan Patin diternak sendiri,sehingga kualitasnya lebih terkontrol. Bahkan saya sampai nambah jadi 2 potong ikan karena enak. Selain Asam Pedas Ikan Patin,menu-menu lain yang tak menggiurkan adalah Udang Galah,Gulai Udang,Dendeng Batokok Lado Hijau,Ikan Patin Bakar dan masih banyak lagi. Asam Pedas Patin menjadi menu yang selalu dirindukan oleh siapapun, saking dirindukannya,sampai-sampai disediakan paket khusus untuk oleh-oleh yang dikemas menggunakan termos. Sehingga asam pedas ini masih bisa disajikan hangat-hangat mengepul ketika dibawa ke luar kota.

Dengan sajian seperti ini,sangat cocok untuk membawa keluarga hingga tamu dari luar kota makan bersama,memberikan pengalaman makan yang tak terlupakan. Mau arisan,reuni semua bisa dikondisikan karena mereka memiliki ruangan yang cukup banyak untuk menampung tamu-tamu. Lalu kalau butuh katering untuk pesta, Pondok Patin siap mengatur segala yang diperlukan,bahkan dulu Pondok Patin pernah dikontrak Pemerintah Malaysia untuk menyiapkan katering haji lho.

Makan saya malam itu,masih nambah pula -_-

Selain menyajikan masakan yang kaya citarasa,ada banyak hal yang bisa saya pelajari dari Pondok Patin ini,yakni bersyukur.


Setiap tanggal 1,Pondok Patin akan meliburkan diri. Di hari itu akan diadakan pengajian dan makan bersama warga sekitar Pondok Patin,kaum dhuafa dan anak yatim. Selain itu karyawan juga disejahterakan dengan diajak jalan-jalan,nonton atau apapun kegiatan yang menghibur. 
Riski Halio,owner generasi ketiga Pondok Patin

Mungkin inilah salah satu resep Pondok Patin tetap stabil ,walau banyak kuliner kekinian yang hadir. Pondok Patin HM Yunus juga memiliki prinsip kalau mereka ini adalah punyanya orang Riau,bukan hanya punya mereka aja.

Siap memanjakan lidah dengan aneka menu di Pondok Patin HM Yunus? 
"Tak Ke Pekanbaru bile tak singgah ke Pondok Patin H.M Yunus" begitulah yaa


Pondok Patin H.M. Yunus
Jl. Kaharuddin Nasution No. 1 Simpang Tiga - Pekanbaru, 28284 Riau-Indonesia
Telp (+62-761) 674-796
HP : +62 - 811 757 5157
Open : 07.00-21.00 WIB
.
FB : Pondokpatin HmYunus
IG : @pondokpatin_hmyunus
Twitter : @pphmyunuspku
.




March 11, 2017

Rita Asmaraningsih, Blogger Palembang yang Energik

by , in
Siapa yang bilang ngeblog itu hanya untuk kawula muda? Siapapun boleh ngeblog tanpa batasan usia. Contohnya saja blogger cantik dari Palembang ini,usianya tak lagi muda tapi semangatnya tak beda jauh dengan saya. Beliau adalah Rita Asmaraningsih,Mbak Rita adalah Blogger senior yang cukup eksis di kancah perbloggeran Palembang. 

Pemilik blog yang beralamatkan di http://www.rita-asmara.com/ sudah cukup lama malang-melintang di dunia blogger,tulisan pertamanya tayang di 2009. 2009 adalah tahun yang sama dengan saya memulai ngeblog. Bedanya saya dengan Mbak Rita,memasuki tahun kedelapan ngeblog,tulisannya makin sering digosok sehingga makin sip.


Dari sekian kategori yang tersedia di blog yang berjudul “SPIRIT OF MY LIFE” ini,ada satu kategori yang cukup mencuri perhatian saya,yakni kategori “Kompetisi Tulisan/Giveaway”. Ada 91 tulisan yang nyangkut di label ini. Betapa semangatnya Mbak Rita mengikuti kompetisi,dengan gaya tulisan sehari-hari yang cukup bercerita dan menarik hingga mengajak untuk terus dibuka hingga tab-tab berikutnya,hahaha.

Selain itu,kategori tulisan lainnya yang ga kalah menarik adalah “Travelling”, http://www.rita-asmara.com/search/label/Travelling Tak hanya Palembangnya sendiri yang dibahas,Provinsi tetangga seperti Bengkulu,Lampung juga ada lho. Sempat iri aja ama teman-teman Di Pulau Jawa yang gampang saja kalau mau travelling,tinggal naik kereta gampang. Ah,tapi kalau udah lihat-lihat tulisan Mbak Rita,sepertinya ga ada alasan lagi untuk ga jalan-jalan  ke Provinsi Sebelah kiri-kanan,atas-bawah Riau ya mutee?

Yuk silahkan intip langsung Blogger Palembang yang Energik ini yukkk..
March 08, 2017

Lembutnya Cinnamon Roll ala Saint Cinnamon Pekanbaru

by , in


Mungkin orang banyak mengenal saya sebagai si mutia yang rame,rusuh bawel. Akan tetapi dibalik ramenya saya itu,kadang saya suka menyendiri. Apalgi kalau berpergian ke suatu tempat,nanti tau-tau sya sudah sampai mana gitu,kalau Bahasa sininya “main tunggal ko ya”. 
Salah satu tempat yang saya bisa sendirian menuju kesana adalah kafe.Nah kriteria kafe yang nyaman menurut saya seperti biasalah ada wifi,ruangan smoking non smokingnya terpisah,tersedia makanan yang enak. Biasanya saya nyambi ngeblog atau ngerjain sesuatu yang harus diketiklah pokoknya.

Akhir Desember lalu,sebuah kafe yang nampaknya kece baru dibuka di Pekanbaru. Saint Cinnamon namanya. Kafe ini berlokasi di Mal Ciputra Seraya,kafe ini tidak berada di dalam mal,tapi di bagian depan mall dekat perkiran mobil. Jadi mesti keluar melewati lobby mall untuk mencapai kafe ini.
Saat memasuki kafe ini,aroma cinnamon atau kayu manis langsung terhirup dan bikin tenang. Melihat jajaran kue-kue seperti cinnamon roll,cupcake sampai zuppa soup bikin saya gemes untuk segera memesan. Tapi saking banyaknya makanan yang tersedia saya sampai bingung mau pesan apa.

Karena pertama kali datang,saya pesan cinnamon roll dan hot chocolate saja dulu. Kalau kopi mungkin nanti saja karena saya ga lagi begitu pengen ngopi. Suasana Saint Cinnamon ini,buat kalian yang suka foto-fotoan ala kinfolk sangat cocok. Soalnya cahayanya cukup berlimpah,dekorasinya cakep dan instagramable bangetlah.

Tak berapa lama pesanan saya pun datang,saya langsung memotong cinnamon rollnya dalam potongan yang ga begitu besar. Rotinya terasa lembut dan harum sekali,karena ac di dalam cukup dingin rotinya cepat mengeras,tapi isiannya jadi renyah-renyah gimana gitu.

Hot chocolatenya,saya akui ini hot chocolate yang paling sedap yang pernah saya minum. Dia ga terlalu encer,rasa sedikit pahit tertinggal dilidah dan ga terlalu manis.

Untuk tempat nongkrong lama bagi pekerja digital,saya rasa tempat yang tepat. Dengan internet berkecepatan 2mbps,pemilihan lagu yang ga terlalu heboh bikin pekerjaan cepat selesai. Hampir 3 jam lamanya saya duduk disini,sebelum pulang saya pesan (lagi) Gelatto. Iya bener,Gellato,es krim yang katanya enak itu tersedia disini,dengan rasa yang lucu-lucu dan enak pula.

Overall tempatnya cukup nyaman dan saya rekomendasikan buat meeting,kerja,atau menyendiri

Saint Cinnamon
Mal Ciputra Seraya
LT UG unit L05-L07
JL Riau no 58 Pekanbaru
March 03, 2017

Jepret Kuliner Nusantara : 24 Jam Di Pekanbaru Mau Makan Apa?

by , in
Aerial photography by @doni_ss366


Sudah cukup lama saya berkarat tinggal Di Provinsi Riau ini. Tapi karena jarang kedatangan tamu yang berkunjung,saya ga begitu tahu makanan apa yang bagusnya disajikan kepada tamu-tamu tersebut. Terlebih kalaupun ada yang berkunjung pasti ke rumah saya Di Perawang,itupun yang disajikan masakan rumahan ala Bu Ros yang bernuansa campuran Sunda tapi rasanya keras seperti masakan Riau,hahahaha.

Mau memberi oleh-oleh pun kami juga bingung,jarang mudik juga. Tapi akhirnya selang beberapa tahun kemudian kami tahu harus menyajikan apa dan membungkuskan oleh-oleh macam apa dari sini. Kalau kalian cuma punya waktu 24 jam Di Pekanbaru,mungkin terasa sangat sempit waktunya untuk berkunjung kesanana-kemari. Karena untuk menuju Kabupaten lain tidak banyak kendaraan umum yang bisa digunakan,warga disini cenderung untuk menggunakan kendaraan pribadi atau mencarter mobil untuk berwisata.
Tapi apabila kalian berkunjung semingguan Di Pekanbaru,kalian bisa intip tulisan duet saya bersama Kak +Lianda Marta dalam #ngobrolinpekanbaru berikut ini:


#ngobrolinpekanbaru ala Lianda Marta
#ngobrolinpekanbaru ala Mutia Nurul Rahmah

Tapi ga usah sedih. Bagi kalian yang ingin berwisata kuliner tapi cuma punya waktu selama 24 jam,ada 5 kuliner enak Di Pekanbaru yang bisa kalian cicipi sekaligus dijadikan oleh-oleh. Ini dia mari intip dan cicipi

1. Lopek Bugi

Kabarnya Lopek Bugi paling enak itu adanya Di Kampar,daerah Danau Bingkuang. Kalau mau jalan sedikit lebih jauh,bisa langsung Ke Danau Bingkuang. Tapi kalau kejauhan,bisa kok di jl Arifin Ahmad. Lopek bugi ini ada dua varian warna putih ama hitam, isian sama aja sih,inti kelapa.

2. Roti canai 

Roti canai khas melayu yang bikin pagimu seketika kenyang,soalnya pagi-pagi langsung makan roti dicocol kari. Benar,kari dimakan pagi-pagi bukan siang bersama nasi hangat lho. Saya suka makan di kedai Roti Canai Kuansing,Roti canai ini tersedia dalam beberapa sajian dan porsi. Mau canai kosong,canai telur dengan kuah kari,canai manis dengan susu dan gula pasir bebas pilih disajikan dengan apa. Tapi karena saya butuh energi lebih,maka saya memilih disajikan dengan kari. Lebih mantap kalau dimakan langsung menggunakan tangan,dicubit sedikit demi sedikit rotinya,cocol ke kuah kari,mantaap.

Roti canai di kedai ini cepat habis,jam 11 saja sudah ga ada yang bisa dibeli. Pelanggannya kebanyakkan para pejabat lho,tapi harganya harga rakyat.

3. Pulut kucung

Makanan ringan khas Taluk Kuantan ini bisa didapatkan Di Pekanbaru ! soalnya kalau Ke Taluk Kuantan itu kejauhan,ada sekitar 2 jam perjalanan,daripada capek-capek yuk sini saya temani makan pulut kucung ini Di Pekanbaru.

Tempat jualannya masih 1 lapak ama si roti canai kuansing ini kok,hehehe.
Ketan dicocol dengan sarikaya,sarikaya yang benaran kaya rasa ini udah bener disandingkan dengan pulut. Karena rasa pulut yang cenderung tawar kalaupun ada rasa paling sedikiiiiiit asin. Terus dicocol ke sarikaya yang manis,bikin pagimu lebih ceria,makan ini ga cukup satu,tapi kelebihan kalau tiga bungkus.

4. Asam padeh ikan patin

Dulu,saya trauma makan ikan yang masak langsung dengan kuah. Seperti sop ikan atau asam padeh. Kalau ikan goreng saya suka,ikan bakar juga,tapi kalau ikan dikuahin gini saya agak maju-mundur. Tapi ternyata ada satu asam pedas termahsyur yang sudah dikenal enaknya. Pondok Patin H.M Yunus dengan Asam Pedas Patin sebagai signature foodnya. Apa itu Patin amis dan bau tanah? Ga ada ceritanya kalau sudah makan disini. Saya sampai habis hanya menyisakan duri makan asam pedas patin ini ,karena ga ada bau amis yang bikin saya mual.
Baca juga : Ekspedisi Warisan Kuliner Bango
Makan ditempat oke banget,dibawa sebagai oleh-oleh juga bisa,nanti disiapkan termos kecil yang dikemas sebaik mungkin untuk menjaga kesegaran asam pedas patin ini.

5. Mie Lendir Tanjung Pinang

Makanan melayu yang satu ini terlalu jauh tempatnya,Di Tanjung Pinang. Kan deket mut Pekanbaru ke Tanjung Pinang? Iya deket pakai pesawat.

Kalau pakai motor ama mobil jauh buibu,bisa berjam-jam dari Pekanbaru ke Tanjung Pinang pakai nyambung naik kapal ferry segala. Ya kalau jauh kali ada kok yang menyajikan Mie Lendir Tanjung Pinang Di Pekanbaru,tepatnya di jl Ahmad Yani. Saya sangat suka dengan mie lendir ini,kuahnya kentalnya yang khas berpadu dengan toge yang masih kriuk pas dimakan saat hujan turun

6. Mie Sagu


Mie Sagu aslinya dari Meranti,sama-sama susah dan jauh juga kalau mau ke Meranti,mesti naik kapal speed dulu,keburu mabuk laut membayangkannya lah,huhu. Di Pekanbaru,Mie Sagu paling enak itu adanya di Kedai Kopi Liana. Mie Sagunya enak,kalau masak kering tidak berminyak dan ga bikin eneg,jam 11 siang juga udah tutup kedai kopinya saking ramenya,huhuhu.

Minumnya jangan lupa susu kedelai,segar dan ringan banget deh

Nah kalau motret makan on the spot ini,manalah saya sempat membuka studio odong-odong saya kan? Terlebih kalau makannya bareng ama keluarga,duuuuh keburu dipelototin karena makannya malah disetting terlebih dahulu baru difoto. Maka dari itu kadang saya hanya menggunakan smartphone saja sebagai senjata saya untuk memotret makanan,salah satunya menggunakan Asus Zenfone Go yang dibekali kamera dengan resolusi 5 mp.

Smartphone asus adalah salah satu smartphone yang kencang banget perkembangan teknologinya. Pada Asus Zenfone keluaran 2017 ini,sekarang sudah ditanamkan teknologi Pixel Master Camera. Jadi Pixel Master Kamera ini gunanya untuk mengoptimalkan hasil foto. Kalau saya punya asus yang sudah ditanamkan pixel master kamera,tentunya studio odong-odong saya ga bakalan banyak printilan,karena bisa langsung jepret tanpa tapi.

Seperti contohnya Asus Zenfone Max,di Asus Zenfone Max sudah ada Pixel Master Kamera,apalagi dengan resolusi 13 mp, apertur lensa f/2.0,serta stabilisasi gambar yang lebih oke. Jadi ga ada ceritanya pas lagi motret makanan di rumah makan,eh ketemu gebetan terus tangan tremor dan hasil fotonya goyang dombret. Jangan malu-maluin ya :p

Terus,terus kenapa harus Zenfone Max?

Karena ini nih ...



Coba scroll lagi ke atas,pada foto lapek bugi itu memanfaatkan fitur Depth of Field,makanya bisa bokeh-bokeh manja gituu.
Jadi gimana? Mau motret pakai hp kece ini juga sepertinya kan?langsung ambil hp dan jepret kuliner nusantara favorite kamu.
Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.


Post Top Ad