Post Top Ad

Intip Yuk Cara Bermain Olahraga di Asian Para Games 2018



Sumber: asianparagames.com

Siapa yang tidak tahu acara bergengsi yang sedang diadakan di negara kita tercinta Indonesia? Yaps! Asian Para Games. Sudah pada tahu kan ya Asian Para Games ini diadakan khususnya itu penyandang disabilitas atau fisik yang kurang sempurna. Pasti pada penasaran kan gimana cara bermainnya? Nah, di Asian Para Games kali ini ada 18 cabang lho. Simak yuk gimana sih cara bermainnya.

Anggar Kursi Roda

Kedua pemain anggar dapat mencetak poin selama aksi. Tidak ada jalan yang benar. Pemain anggar di sebelah kiri wasit memiliki lampu merah, dan pemain anggar di sebelah kanan wasit memiliki lampu hijau. Lampu merah atau hijau menyala menunjukkan hit ke area target dan titik yang dicetak oleh pemain anggar itu. Celemek sepi metalik menutupi area non-target.

Mengukur jarak – Kursi roda tetap dalam bingkai. Untuk memastikan dua pemain anggar dapat mencapai jarak masing-masing harus diukur dan frame disesuaikan sesuai kebutuhan. Jarak diukur dengan satu fencer yang memperpanjang lengan anggar mereka dengan senjata mereka terpasang dan fencer lain menekuk lengan mereka. Untuk epee dan saber jarak adalah untuk senjata menyentuh ujung siku lawan mereka. Untuk foil jarak diukur pada bagian dalam tikungan siku.


Basket Kursi Roda
Peraturan di lapangan: 28m x 15m, Tinggi keranjang: 10ft, Pemain di pengadilan: Lima dari masing-masing tim, total semua poin klasifikasi tidak boleh melebihi 14; lima di setiap tim, Waktu bermain : Empat perempat dari 10 menit masing-masing;

Skor poin: Satu poin per lemparan bebas, Dua poin per keranjang lapangan, Tiga poin untuk tembakan yang dibuat di belakang busur dari garis 3-titik, garis 3-titik: 6.75m

Seorang pemain basket kursi roda membutuhkan satu atau dua dorongan ketika bola sedang beristirahat di pangkuannya atau dipegang di tangannya, diikuti dengan menggiring bola, dan urutan ini dapat diulang sesering keinginan pemain. Ketika pemain dalam kepemilikan mendorong lebih dari dua kali tanpa dribbling.

Pelanggaran : Suatu pelanggaran peraturan tentang kontak pribadi ilegal dengan lawan – kursi roda dianggap sebagai bagian dari pemain.

Bersepeda
Cabang balap sepeda terbuka untuk para atlet yang mengalami amputasi, para les autres (atlet yang tak bisa dimasukkan katagori lain), atlet dengan kelumpuhan otak dan gangguan penglihatan. Mereka akan berlaga baik di nomor jalan raya dan nomor lintasan.

Para atlet dengan kendala fisik berlomba dengan sepeda di jalan raya dan lintasan. Sedangkan sepeda tangan dan sepeda roda tiga dikhususkan untuk nomor jalan raya. Sementara atlet dengan masalah penglihatan turun di cabang tandem dengan didampingi seorang pemandu.

Sepeda tangan kelas H1-4: Para atlet di kelas H1-3 berlomba dengan posisi berbaring. Atlet H1 adalah mereka yang tak memiliki fungsi pinggang dan kaki yang hanya mengandalkan fungsi tangan.

Sementara katagori H3 tidak memiliki kaki namun memiliki fungsi pinggul dan lengan yang baik. Sedangkan atlet H4 duduk di atas lutut mereka dan menggunakan lengan serta pinggulnya. Sepeda roda tiga T1-2: Balapan bagi atlet yang tak mampu menaiki sepeda karena kondisi yang mempengaruhi keseimbangan dan kordinasi mereka.
Para atlet di katagori T1 memiliki masalah kordinasi yang lebih serius dibanding para atlet katagori T2. Nomor sepeda C1-5: Diikuti para atlet yang menderita kelumpuhan otak atau mengalami amputasi. Para atlet C1 memiliki keterbatasan yang lebih banyak sementara atlet C5 hanya memenuhi kriteria keterbatasan yang sangat minim.

Boccia
Boccia merupakan olahraga ketepatan. Cara bermainnya dengan melempar bola. Bolanya berdiameter 100 milimeter, dengan berat 275 gram. Masing-masing pemain melempar dua bola. Sementara untuk permainan berpasangan, tiap orang melempar tiga bola, dan untuk tunggal melempar enam bola.

Durasi pertandingannya berbeda-beda. Empat menit untuk tunggal, lima menit untuk pasangan, dan enam menit untuk tim beregu. Ada tiga warna dalam boccia: putih, merah, dan biru. Putih merupakan bola jack, bola pertama yang dilempar olah salah satu tim. Bola ini yang akan menjadi sasaran lempar enam bola merah dan enam biru yang dipegang para tim. Bola yang terdekat dengan jack yang dihitung poin.

Pelemparan bola dilakukan bergantian. Jika tim lawan belum bisa melampaui lemparan yang paling dekat dengan jack, maka timnya akan melempar terus bahkan sampai bola habis. Seandainya gagal melakukan lemparan yang lebih baik dibanding lawan, maka pemain memberi peluang tim pesaing mendapat poin lebih banyak.

Bulu Tangkis
Bulu Tangkis biasanya dikenal kebanyakan orang dengan badminton adalah olahraga yang dimainkan dengan raket dan shuttlecock (sasaran yang berbulu untuk menggantikan bola). Badminton dimainkan single (2 orang) atau ganda (4 orang).

Atlet badminton harus memasukkan sebanyak 21 poin lebih dulu dari tim lawan. Nilai atau poin didapat tiap kali berhasil mendaratkan shuttlecock ke area lawan, atau ketika lawan melakukan pelanggaran yang berarti lawan gagal memukul kembali shuttlecock ke wilayah permainan. Tim atau pemain yang berhasil mendapatkan poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang pertandingan.

Catur
Cara bermain dan peraturan pada pertandingan catur Asian Para Games tidak berbeda dengan pertandingan catur umum. Selama permainan berlangsung, pemain harus memindahkan buah caturnya sesuai dengan peraturan, sambil menyingkirkan buah catur lawan dari papan permainan apabila memungkinkan, yang biasa disebut “memakan” atau “sekaktmat”.

Kemenangan pemain ditentukan oleh keberhasilan pemain dalam mengadakan ‘sekaktmat’. Selain sekakmat, kemenangan juga dapat diperoleh apabila lawan menyatakan telah menyerah secara sukarela, yang biasanya disebabkan karena jumlah buah catur yang tidak sebanding.

Goalball 
Tiap regu terdiri atas enam pemain dengan tiga anggota yang bermain selama pertandingan. Lapangan goalball berukuran panjang 18 meter dan lebar 9 meter. Gawang terdapat di ujung lapangan dengan lebar seluruh garis belakang (9 meter). Dalam olahraga ini, pemain melempar bola ke gawang lawan untuk mencetak poin sementara pemain lawan menghalangi bola dengan menggunakan tangan dan lutut.

Judo 
Atlet judo (judoka) yang bertanding dibedakan berdasarkan berat tubuh. Waktu bertanding untuk pria lima menit dan wanita empat menit. Judoka meraih angka dari kemampuan menyerang atau mendapatkan satu angka (ippon) dengan membanting lawan dengan punggung membentur lantai terlebih dahulu, teknik mengunci, atau memaksa lawan untuk menyerah.

Lawn Bowls
Pada olahraga ini atlet berusaha mendapatkan poin terbanyak dengan mendaratkan bola, disebut wood, sedekat mungkin dengan bola kecil yang disebut jack. Olahraga ini dilakukan di lapangan terbuka.

Panahan 
Dalam pertandingan panahan, ukuran target dan jarak berdiri pemanah ke target berbeda berdasarkan kategori yang dikompetisikan. Dalam pertandingan tunggal, pemanah menembakkan 72 panah pada 10 titik target lingkaran yang dibagi menjadi 12 putaran, masing-masing terdiri dari enam panah.

Setiap pemanah diberi kesempatan empat menit per putaran. Dalam pertandingan eliminasi tunggal, para pemanah dengan nilai tertinggi akan menembakkan 15 panah dalam pertandingan satu lawan satu. Pemanah recurve memanah pada sasaran target diameter 1.22 m dan jarak garis tembak 70 m. Sedangkan untuk pemanah compound berdiri sejauh 50 m dan menembak pada sasaran target diameter 80 cm.

Para Atletik 
Atletik mengandalkan kemampuan gerakan tubuh manusia diantaranya lari melompat, dan melempar. Dalam Asian Para Games 2018, atlet disabilitas bertanding sesuai dengan klasifikasi kemampuan masing-masing, seperti pada cabang lari, balap kursi roda, lompat dan lempar.

Para atlet juga dapat menggunakan perangkat bantu tertentu sebagaimana ditentukan dalam aturan World Para athletic. Kursi roda dipakai pada pertandingan lintasan dan lapangan. Kursi roda atletik dibuat cenderung sangat ringan. Bagi atlet dengan amputasi maka menggunkan alat bantu buatan (prostetik. Untuk atlet dengan kekurangan penglihatan disediakan penambat tali yang dihubungkan dengan pemandu. Pemandu suara disiapkan dalam cabang atletik lompatan dan lemparan.

Para Powerlifting
Atlet angkat beban (lifter) mengambil posisi terlentang di bangku yang dirancang khusus. Setelah mengambil/menerima bar dengan lengan menghadap ke atas, lifter harus menunggu sinyal dari wasit.

Setelah menerima sinyal “mulai”, lifter harus menurunkan bar ke dada, menahannya kemudian mengangkat bar ke atas secara merata dengan kedua lengan dengan siku terkunci. Setiap atlet memiliki tiga kesempatan untuk mengangkat beban.

Para Swimming
Atlet para swimming bertanding dalam kolam renang standar dengan panjang 50 meter dan terbagi dalam delapan jalur. Perenang tercepat dari setiap kelas yang dilombakan menjadi pemenangnya.

Shooting Para Sport
Dalam kompetisi ini atlet melakukan serangkaian tembakan di dalam pusat cincin (“bullseye”) dari target. Target ini terdiri dari 10 cincin dengan skor 1 hingga 10. Pusat cincin bernilai 10.

Tenis Kursi Roda
Para pemain memukul bola tenis dengan raket bolak-balik lebih dari 0,914 meter (tiga kaki) bersih di tengah lapangan. Tujuannya adalah untuk memukul bola ke setengah lapangan lawan tanpa mereka bisa mengembalikannya.

Tidak ada modifikasi pada ukuran lapangan, raket atau bola tenis. Perbedaan utama adalah kursi roda yang dirancang khusus dan ‘aturan dua pentalan’ di mana bola dapat melambung dua kali.

Tenis Meja
Atlet dari semua kelompok gangguan fisik, selain dari tunanetra, diperbolehkan berkompetisi dalam kelas berdiri atau duduk. Atlet dengan gangguan mental juga bisa bersaing.
Pria dan wanita dapat berpartisipasi dalam acara individu, ganda atau tim, dan pertandingan terdiri dari lima set masing-masing 11 poin, dan dimainkan dalam format best-of-five.

Tenpin Bowling
Para pemain berusaha untuk mencetak poin dengan menggulirkan bola bowling di permukaan datar untuk memukul pin yang dikenal sebagai pin bowling sepuluh.

Acara Perseorangan
Setiap pasukan dibenarkan menghantar empat ( 4 ) orang peserta lelaki dan ( 4 ) orang peserta perempuan bagi acara ini. Peserta–peserta kategori 18 tahun dan 15 tahun ke bawah diwajibkan bermain enam ( 6 ) games dengan menyeberangi enam ( 6 ) lorong berasingan manakala peserta-peserta kategori 12 tahun dan ke bawah diwajibkan bermain empat ( 4 ) games dengan menyeberangi empat ( 4 ) lorong dan peserta dengan jumlah jatuhan pin keseluruhan tertinggi adalah pemenang.

Acara Beregu
Setiap pasukan dibenarkan menghantar dua ( 2 ) pasangan bergu lelaki dan ( 2 )pasangan bergu perempuan bagi acara ini. Peserta–peserta kategori 18 tahun dan 15 tahun ke bawah diwajibkan bermain enam ( 6 ) games dengan menyeberangi enam ( 6 ) lorong berasingan manakala peserta-peserta kategori 12 tahun dan ke bawah diwajibkan bermain empat ( 4 ) games dengan menyeberangi empat ( 4 ) lorong dan peserta dengan jumlah jatuhan pin keseluruhan tertinggi adalah pemenang.

Acara All Event
Setiap peserta yang telah mengambil bahagian dalam acara perseorangan dan beregu layak menyertai dalam acara ini. Jatuhan Pin yang diperolehi oleh setiap peserta yang telah bermain dua belas ( 12 ) games ( 18 tahun dan 15 tahun ) dan lapan ( 8 ) games ( 12 tahun ) dengan jumlah jatuhan Pin keseluruhan tertinggi adalah pemenang.

Acara Masters
Dua belas ( 12 ) peserta lelaki dan dua belas ( 12 ) peserta perempuan ( 18 tahun dan 15 tahun ke bawah ), lapan ( 8 ) peserta lelaki dan lapan ( 8 ) perempuan ( 12 tahun dan ke bawah ) dengan jumlah jatuhan Pin tertinggi dalam acara All Event adalah layak menyertai acara ini.

Permainan akan diadakan mengikut sistem “Match Play Round Robin” dimana setiap peserta dikehendaki bermain sejumlah dua belas ( 12 ) games ( 18 tahun dan 15 tahun dan ke bawah ) manakala lapan ( 8 ) games ( 12 tahun dan ke bawah), tiap-tiap satu game dengan pemain yang berlainan di lorong yang berasingan juga mengikut jadual yang telah ditetapkan.Game yang ke-12 ( 18 tahun dan 15 tahun dan ke bawah ) Game ke – 8 ( 12 tahun dan ke bawah ) adalah permainan kedudukan ( position play ).

Kedudukan dalam acara Masters akan dikira mengikut system mata berikut :
  1. Satu ( 1 ) mata untuk setiap jatuhan pin.
  2. Sepuluh ( 10 ) mata untuk setiap perlawanan yang dimenangi.
  3. Lima ( 5 ) mata untuk setiap perlawanan yang seri. Pemenang akan ditentukan melalui “stepladder” , semua jatuhan pin dan bonus sewaktu “position play” tidak diambilkira .
  4. Pemain di tempat kedua dan ketiga akan bermain satu permainan.
  5. Pemenang akan bertemu dengan pemain di tempat pertama sebanyak 2 permainan.
  6. Pemain yang mendapat jatuhan pin terbanyak dikira pemenang acara Masters.
  7. Pemain yang tewas mendapat tempat kedua.

Acara Pasukan Berempat
Setiap negeri / pasukan dibenarkan menghantar satu ( 1 ) pasukan berempat lelaki dan satu ( 1 ) pasukan berempat perempuan bagi acara ini.

Setiap pasukan akan bermain enam ( 6 ) games ( 15 dan 18 tahun ke bawah ) empat ( 4 ) games ( 12 tahun dan ke bawah ) di atas sepasang lorong yang sama. Setiap permainan di atas lorong yang sama.
Permainan dijalankan mengikut “Baker Format” seperti berikut :
  1. Empat orang pemain akan bergilir-gilir membuat balingan mengikut susunan “frame”
  2. Pemain perama akan membuat balingan di “frame” 1 , 5 , dan 9.
  3. Pemain kedua akan membuat balingan di “frame” 2 , 6 , dan 10.
  4. Pemain ketiga akan membuat balingan di “frame” 3 dan 7.
  5. Pemain Keempat akan membuat balingan di “frame” 4 dan 8.
Cara Menentukan Keputusan
Adalah tanggungjawab setiap peserta untuk mengesahkan keputusan perlawanan dalam skor yang disediakan. Keputusan setelah disahkan hanya boleh diubah dengan kebenaran Pengerusi Teknik Pertandingan atau wakilnya. Individu atau pasukan yang membuat jatuhan pin terbanyak dikira sebagai pemenang. Sekiranya seri, maka keputusan ditentukan berdasarkan jumlah jatuhan pin permainan terakhir. Jika masih seri jumlah jatuhan pin permainan kedua terakhir diambil kira dan seterusnya.

Voli Duduk
Dua regu dari enam pemain dipisahkan oleh jaring dan mencoba untuk mencetak poin dengan menggiling bola ke bidang pemain lawan. Sementara tim dalam versi stand-up dipisahkan oleh jaring yang dinaikkan, voli duduk dimainkan dari jaring yang lebih rendah. Dimensi pengadilan dalam voli duduk juga lebih kecil.

Perbedaan utama antara dua versi adalah bahwa duduk voli, seperti namanya, dimainkan dari posisi duduk. Setiap saat, panggul atlet harus bersentuhan dengan tanah, dan blok dan serangan layanan diperbolehkan.

Syarat dan ketentuan dalam voli duduk, jaring sepanjang 7 meter, lebar 0,8 meter ditetapkan pada ketinggian 1,15 meter untuk pria dan tinggi 1,05 meter untuk wanita. Dimainkan dalam format set best-of-five (5 kali permainan dengan 3 kali kemenangan), dan yang pertama mencapai 25 poin (dengan setidaknya dua poin) memenangkan set.

4 comments:

  1. Aku cuma sempat lihat cabor angkat besi, sepeda, renang. Keren ya, mereka punya cara sendiri untuk berprestasi :)

    ReplyDelete
  2. Informasinya keren nih. Aku dari dulu penasaran sama aturan main atlet paragames

    ReplyDelete
  3. Salut sama yang main basket ini. Benaran bbutuh effort yang banyak juga

    ReplyDelete
  4. Saya salut dengan para atlet ini. Saya merasa tak sanggup memainkan yang mereka mainkan tapi mereka bisa dan berprestasi

    ReplyDelete

Post Top Ad