Post Top Ad

February 27, 2019

Review Magic Peach Cream Sophie Paris

by , in
Makeup selalu hadir disetiap kegiatan sehari-hari seperti menghadiri pesta, pergi ke tempat kerja, atau pergi bersama teman. Salah satu peralatan makeup yang tak pernah ketinggalan untuk digunakan yaitu blush on. Karena membuat hasil makeup lebih maksimal dan penampilan lebih segar. 

Btw, kali ini saya pengen mereview sebuah blush on cream yang hasilnya natural, produk tersebut adalah Magic Peach Cream dari Sophie Martin atau yang sekarang bernama Sophie Paris 

Hah,Sophie Paris? Iya, beberapa tahun terakhir ini, selain menjual produk fashion seperti tas dan baju, saat ini Sophie Paris juga menjual produk make-up dan skin care. Salah satunya ini Magic Peach Cream. 
Magic Peach Cream, dikemas dalam kotak berwarna putih dan peach, hadir dalam tube berukuran 10 ml. Blush on cream yang aman karena  memiliki tekstur yang lembab mengandung jojoba oil dan aloevera.  Dapat membaur dengan mudah ke kulit kamu serta  jmenghasilan efek Perawatan wajah alami

Dalam mengaplikasikan blush on cream ini, kamu tak perlu menggunakan kuas cukup dengan jari saja. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan blush on cream ini sebagai lipstik loh. Lebih kerennya lagi, blush on cream ini bentuknya yang kecil dan ringan sehingga mudah dibawa kemana-mana. 
Pada dandanan kali ini, saya hanya menggunakan Cushion saja sebagai basenya dan langsung mengaplikasikan Magic Peach Cream ini ke pipi dan bibir. Bibir? yak, ini produk cukup multifungsi, tadinya saya ga pede lho dengan produk bibir berwarna peach, saya condong ke merah pink gitu. Tapi ternyata setelah digunakan cukup pas juga rasanya. Jangan lupa Blush on cream wajah ini sudah terdaftar di BPOM, jadi aman untuk digunakan

Sudah lama juga ga ngecek produk sophie paris ini dan sekarang banyak produk yang inovatif banget seperti magic peach cream ini. Ya lumayan nih, bisa ddijadikan produk yang dipakai sehari-hari atau bisa juga untuk dijual. Apalagi sekarang peluang bisnis online banyak banget, ya salah satunya dengan berjualan produk dari sophie paris. Dulu mama saya adalah member sophie paris, saya bisa merasakan sendiri produk-produk yang dijual oleh sophie paris adalah produk yang bagus serta aman. Dari tahun 2000 saya mengenal sophie paris dan sampai sekarang tetap eksis.cocok banget untuk peluang usaha online 2019 ini

Ya, jadi kalau ditanya apakah saya akan repurchase produk ini? Oh tentu, soalnya praktis banget kan. Hehehe. 

February 23, 2019

Program Wakaf PRUsyariah, Solusi Modern Berwakaf dalam Bentuk Asuransi dari Prudential Indonesia

by , in
Tahun 2019 dan rasanya kok hidup gini-gini aja ya? Apalagi kalau udah ngomongin keuangan hingga investasi. Ya Allah, kadang sedih kalau diceritakan hahaha. Habisnya kalau saya lihat-lihat, masih berantakkan dan tidak teratur banget. Saya betul-betul tidak memiliki perencanaan keuangan yang rapi, berapa uang yang ada ya seadanya itu dipakai. Gimana mau memiliki sebuah asuransi serta investasi kalau begitu kan?

Padahal udah ga boleh hidup kayak gini kan? Perjalanan masih panjang, kehidupan yang mau dihadapi akan beragam ceritanya.

Kemarin saya menghadiri undangan dari Prudential, kebetulan Prudential sudah memiliki lini asuransi syariah yang bernama PruSyariah. Di Prusyariah ini banyak program yang tersedia dan bisa didaftarkan sesuai kebutuhan. Kabar baiknya, di acara ini PruSyariah menghadirkan program baru yang bernama Program Wakaf.

Dalam program tersebut, Prudential menawarkan pilihan bagi nasabah dan calon nasabah dalam menyalurkan wakaf. Sebagai bentuk solusi modern dan cerdas, telah ditetapkanlah fatwa MUI tentang wakaf No. 106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah. Dalam fatwa tersebut, MUI membolehkan masyarakat berwakaf dalam bentuk asuransi.

Menghadirkan pengurus pusat MES Corporate Director KARIM Consulting Indonesia Muhammad Yusuf Helmy serta Nini Sumohandoyo, Sharia, government relations and community investment director Prudential Indonesia.

Di sesi sharing pertama, Pak Helmy menjelaskan mengenai asuransi Syariah dan konsepnya. Prudential Indonesia menghadirkan Program Wakaf dari PRUsyariah sebagai wujud dari komitmen Prudential wakaf yang baru yaitu ‘WE DO GOOD’ atau ‘Kami Mewujudkan Kebaikan’ Program ini memberikan solusi terhadap kebutuha nasabah dalam melaksanakan wakaf dan membantu mewujudkan kebaikan secara berkelanjutan. Program ini juga melengkapi serangkaian produk dan layanan asuransi syariah yang komperhensif dari Pudential.

Wakaf umumnya digunakan untuk membangun fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit. Selama fasilitas tersebut dimanfaatkan, pahal wakaf tidak akan terputus. Kini, wakaf juga dapat berupa uang (cash waqf), seperti melalui manfaat asuransi dan manfaat investasi dari polis asuransi jiwa syariah.

Ada 3 pilihan yang ditawarkan oleh program Wakaf PRUsyariah, yaitu:

1. Wakaf santunan Asuransi meninggal dunia, yaitu mewakafkan hingga 45%, berlaku untuk pengajuan polis baru produk PRUlink syariah generasi baru (PSGB) dan PRUlink syariah investor account (PSIA), serta polis existing PRUlink syariah assurance account (PSAA), PSIA dan PSGB. Serta mewakafkan hingga 95% yang berlaku untuk pengajuan polis baru PSGB dan PSIA dengan syarat peserta memiliki polis existing yang masih aktif, baik itu konvensional maupun syariah.

2. Wakaf Nilai Tunai, mewakafkan dengan maksimal 1/3 dari jumlah nilai tunai yang terbentuk ketika peserta yang diasuransikan meninggal dunia (jika ada). Berlaku untuk pengajuan polis produk PSGB dan PSIA, serta polis existing PSAA, PSIA, dan PSGB.

3. Wakaf Santunan Asuransi meninggal dunia dan nilai tunai, mewakafkan dengan santunan asuransi manfaat meninggal dunia (hingga 45% atau 95%) dan nilai tunai (maksimal 1/3).
Untuk mengelola uang wakaf tersebut, pihak Prudensial bekerjasama dengan berbagai Nazhir (lembaga pengelola wakaf), yaitu Dompet Dhuafa, Yayasan Inisiatif (iWakaf), serta Lembaga Wakaf-Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI).

Prudential Indonesia telah memberikan pelatihan tentang wakaf ke lebih dari 9.000 tenaga pemasar Prudential dan masyarakat sejak 17 sampai 18 Januari 2019. Kegiatan tersebut mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk ‘Sosialisasi Wakaf Asuransi Peserta Terbanyak’






















February 11, 2019

Safi Blogger Gathering Pekanbaru

by , in

Sudah tahun 2019 dan masih menetapkan “kulit yang bersih dan lembab” menjadi cita-cita bagi diri saya. Setelah 2012-2016 melewati masa-masa sulit jerawat yang parah, kini saatnya mempertahankan yang sudah ada. Merawat dengan baik dan sepenuh hati. Kalau mau mengejar putih seperti di tv kayaknya kejauhan, maka “bersih dan lembab" bagi saya sudah cukup. Untuk menuju hal itu, investasi pada skincarelah lagi ya kan?

Ngomongin skincare, sudah cukup banyak brand yang hadir dan bisa jadi pilihan untuk menuntaskan ritual skincare. Nah akhir-akhir ini saya mendengar satu brand skincare yang baru masuk ke Indonesia, yaitu SAFI. Sebelumnya sih saya tak tahu mengenai brand ini, kemudian baru tahunya itu ketika maraknya jastip (jasa titip) produk yang beredar di Malaysia. Nampaknya, Safi termasuk brand yang cukup ramai peminatnya.

Halal, Natural, Teruji, menjadikan Safi cukup diminati. Apalagi setelah masuk di Indonesia Safi menjadi brand yang memiliki 2 sertifikat Halal. Pertama Halal Malaysia, kedua Halal MUI jadi deh pada Maret 2018 Safi resmi hadir di Indonesia. Kehadiran Safi cukup diterima nampaknya, karena penyebaran produk ini lumayan cepat.

Blogger Gathering Safi


Oh ya, Jum’at (8/02) saya menghadiri Blogger Gathering yang diadakan oleh Safi. Diawali dengan makan siang bersama kemudian dilanjutkan dengan sharing session.

Pada sharing session Safi dibuka oleh Mba Clara dari Safi Indonesia. Mba Clara menyampaikan product knowledge Safi kepada blogger yang hadir. Selain itu di acara ini juga menghadirkan Shafira Eden, beauty influencer dari ibukota.
Mba Clara dan Shafira bergantian menyampaikan informasi, bahkan Shafira sendiri merupakan salah satu influencer yang diundang langsung ke pabrik dan pusat riset Safi di Malaysia. Sehingga dia juga menceritakan pengalaman kunjungan ke Malaysia tersebut.

Mengenal Brand Safi
Safi sendiri memiliki 3 seri produk yang dipasarkan, produk tersebut adalah:
1. Age Defy ( gold extract + silk protein)
2. White Expert (habbatus Sauda+ oxywhite Technology)
3. White Natural (manggis extract + grapefruit extract)

Jadi, setelah sharing session tak lengkap tanpa mencoba produk dari Safi sendiri. Di meja sudah tersedia produk Safi yang siap untuk dicoba. Dimulai dengan membersihkan makeup yang sedang dipakai dan mencoba produk berikut:
1. Purifying Makeup Remover
2. 2 in 1 Cleanser & Toner
3. Deep Exfoliator
4. Age Defy – Gold Water Essence
5. Ultimate Essence
6. Illuminating Day Cream
7. CC Cream

Produk diatas sudah saya urutkan sesuai instruksi dari Mba Clara. Setelah muka bersih,kemudian m First impression saya sih saya cukup suka dengan 2 in 1 Cleanser & Toner. Produk yang cucok buat saya yang suka kepraktisan. 

Setelah kembali menggunakan make-up acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dresscode terbaik,penanya terbaik dan postingan terbaik. Eh, ternyata saya menang kategori penanya (eh penanya sih dapat hadiah semua hahaha).

Terimakasih untuk Safi yang sudah mengundang, oh ya saya akan mereview 1 paket produk Safi White Expert di postingan selanjutnya. Tunggu ya !
February 10, 2019

Resolusi Bisnis di Tahun 2019

by , in
Masuk tahun 2019 banyak sekali rencana yang ingin dilakukan. Mulai dari jalan-jalan, mencoba hal baru hingga memulai bisnis baru. Sebenarnya ada satu bisnis yang sudah saya mulai bersama keluarga diawal tahun 2019, yakni beternak ikan lele. Mungkin sekilas kelihatannya beternak ikan lele adalah mudah dan praktis. Tapi pada prakteknya tidak semudah bercandaan orang-orang pada umumnya ( kadang kita sering mendengar candaan gini “udaaah ternak lele ajaaaa”). 

Ternak lele yang kami lakukan ini awal mulanya karena keluarga suka makan ikan lele, apalagi saya. Saya yang dulunya ga suka ikan, kini jadi suka. Apalagi kalau ikan lele yang digoreng kering dan disandingkan dengan sambal terasi serta lalapan, nikmat tiada tara! 

Nah berdasarkan itu serta emang hobi papa yang melihara ikan selalu “aman” dibanding melihara burung, maka diputuskanlah beternak lele menjadi opsi bisnis yang dilakukan. Bermula dengan kursus beternak lele, kemudian mencoba menerapkan dan ketika masa panen mulai dipasarkan ke orang-orang terdekat. Dari sana kami agak seperti mendapat pencerahan mengenai bisnis ini. 

Tapi di tahun 2019 sepertinya ingin membuat rencana yang lebih dan matang demi usaha yang lebih tertata. Inginnya sih mewujudkan distribusi lele ke Pekanbaru. Karena untuk di Perawang sendiri kami sudah mulai bisa membaca kebutuhan pelanggan 

Nah bagaimana sih rencana kedepan untuk tahun 2019 ini? Sebenarnya banyak banget tapi mungkin perlahan-lahan dulu disusun dan direncanakan ya, emang ada apa sih? 

1. Membuat rencana produk yang akan dipasarkan 
Sejauh ini kami membuat produk baru satu, yakni lele bumbu frozen. Dengan 2 pilihan pakai kepala atau tanpa kepala. Banyak orang yang ingin makan lele tapi merasa geli dengan kepala lele. Maka lele tanpa kepala menjadi solusi bagi yang ingin memesan. Selain itu sedang mencoba untuk membuat lele fillet, lele fillet ternyata menjadi produk kedua yang mulai dipesan. Gimana ga banyak yang pesan, lelenya fillet tinggal olah sesuai keinginan lanjutan saja. 

Untuk lele yang masa simpan lebih awet, sedang belajar juga membuat salai ikan lele dan dendeng ikan lele. Saat ini masih ujicoba. Karena belum mendapatkan resep yang pas. Tapi setelah mendapat resep yang pasti, saya rasa sih cocok juga untuk dipasarkan keluar kota. 

2. Menyediakan foto produk yang layak 
Karena produk ini adalah usaha keluarga, tentu ada peran serta masing-masing orangnya. Seperti papa dan mama yang mengolah kolam serta memanen. Adik-adik saya membersihkan lele yang sudah dipanen. Sedangkan saya? Memasarkannya. Apalagi di era digital ini semakin banyak tips dan trik yang bisa diterapkan, salah satunya menyediakan foto dan informasi produk yang layak. Supaya calon konsumen bisa tahu produk mana yang akan dipilih. 

3. Memilih kemasan yang bagus 
Karena ini adalah produk makanan butuh pengemasan yang baik supaya tidak bocor, tidak mudah basi ataupun rusak. Saya cek-cek di www.ralali.com ternyata banyak juga distributor alat pengemasan yang bagus-bagus.
Apalagi bisa dipilih sesuai kebutuhan, mungkin dengan menggunakan plastik, kotak kedap udara ataupun kemasan lainnya. Baru tahu juga selengkap ini produk-produk yang dibutuhkan. 

Semoga dalam 2019 ini bisa memulai usaha dengan konsep yang lebih baik, diterima masyarakat dan banyak yang suka dengan produk yang kami sediakan. Apalagi misi kami menyediakan lele yang praktis dan siap makan menjadi hal penting yang ingin kami sampaikan. Jadi mari kita makan ikan lele~
February 07, 2019

Wisata Budaya di Bali yang seru

by , in
2019 dan rencana liburan? Apa sih rencana liburan kamu di tahun ini? Sudah cek tanggal libur atau malah mau pergi liburan ketika orang lain sedang tidak libur? Bias banget dong. Masing-masing orang tentu punya rencana libur yang berbeda-beda mulai yang ala backpacker, normal hingga ikut tur dan travel. 

Salah satu Provinsi yang selalu menjadi tempat favorite untuk berlibur adalah Bali. Bagaimana tidak, Bali menawarkan banyak tempat wisata yang menarik dan patut dikunjungi. Nah bagaimana kalau berkunjung ke tempat wisata di Bali sambal belajar mengenai budaya? Wah ini bisa jadi salah satu pilihan, apalgi buat teman-teman yang datang dari lintas provinsi akan sangat cocok untuk mengikuti wisata budaya di Bali. Biar bisa lebih mengenal keberagaman budaya di Bali tentunya kan? 

Wisata budaya bagi saya sendiri lebih kepada menyalurkan hobi untuk memotret, memotret yang tidak ada sayanya. Selain itu menjadi pilihan yang tepat bagi teman-teman yang ingin jalan-jalan santai tidak terburu-buru dan tidak memerlukan keahlian khusus. Duduk, datang dan amati apa yang terjadi. 

Jadi berikut beberapa wisata budaya yang bisa kamu ikut selama ada di bali 

1. Aneka Tari 

Bisa dibilang, Bali menonjolkan penampilan tari-tarian dalam wisata budaya. Banyak atraksi tari-tarian yang bisa teman-teman kunjungi dan saksikan. Bahkan tak jarang kalian bisa berpartisipasi dalam belajar menari. 

2. Mengikuti upacara tradisional 
Upacara budaya di Bali bisa dibilang hampir setiap hari dilakukan. Mulai dari yang sederhana seperti beribadah hingga yang besar-besar. Cek kalender wisata untuk mengetahui hari-hari besar keagaaman. Sehingga kamu bisa mengikuti dengan detail upcara yang dilaksanakan. Interaksi boleh banget, tapi jangan lupa untuk tetap menjaga diri dengan tidak mengganggu masyarakat yang sedang beribadah ya. 

3. Belajar membuat sesajen 
Besar di lingkungan multietnis seringkali membuat saya penasaran dengan sesajen yang ada di rumah teman-teman saya . bahkan di Di Bali, sesajen dinamakan canang sari. Nah teman-teman bisa banget belajar membuat dan mengenal apa saja yang dipakai untuk menyusun sebuah canang sari. Tentu tidak sembarangan barang yang diletakkan disana bukan? 

4. Berkunjung ke workshop kerajinan tangan 
Beberapa furniture kece dan kekinian banyak diproduksi di Bali. Mulai dari yang berfungsi sebagai furniture hingga ke peralatan makan. Bahkan banyak teman-teman food photographer dan food styling yang rela hunting property foto sampai ke bali. Mug-mug menggemaskan, piring minimalis semua ada. 

5. Mengunjungi rumah tradisional
Mengenal arsitektur dan ukiran khas Bali yang tradisional, indah serta adem bisa menambah inspirasi banget.

Jadi begitu deh beberapa pilihan wisata budaya di Bali yang bisa teman-teman kunjungi, sambil hunting-hunting tiket pesawat ke Bali dan cocokin tanggal yang pas buat kalian berangkat ke bali.  Bisa juga nih menggunakan aplikasi Pegi-Pegi, karena mudah banget buat nyari tiketnya. bahkan perkiraan harga tiap tanggalnya pun ada informasinya. Cocok banget buat yang pengen pergi di tanggal-tanggal tertentu.

Oh ya buat kalian yang sering jadi "yang bertugas beliin tiket" dari akun pegi-pegi kalian bisa input langsung data-data dari teman perjalananmu. Mungkin pasangan,keluarga atau teman.

Jadi tiap kali pergi dengan mereka, datanya sudah ada tinggal dimasukkan dalam pemesanan. Praktis ga perlu masukin ulang tiap pesanan.

Menurut kalian, kalau ke Bali itu enaknya gimana? Sendiri atau ramai-ramai? Yuk berbagi cerita yak !
February 05, 2019

Welcome 2019

by , in

Hai teman-teman, ternyata sudah sebulan tahun 2019 berjalan. Mau bikin tulisan welcome 2019 di bulan Januari eh baru sempat saya bikin. Tapi tak mengapa, apa kabar teman-teman? saya harap sih mengawali tahun 2019 dengan banyak kabar baik ya.

Tapi sayang sekali, diawal tahun 2019 ini saya sakit dan sempat bedrest cukup lama. Bangun-bangun di tahun 2019 kepala saya berat dan badan demam serta kedinginan. Setelah seminggu demam sudah turun, batuklah saya sampai meler-meler, sampai tulang rasanya mau lepas. Ya kira-kira begitu kalau saya sakit, jarang sakit tapi sekali sakit lama banget. Berobat ke dokter minum obat herbal, sampai balur youngliving, kutus-kutus semua dilakukan.

Kilas balik saya di tahun 2018 tidak begitu banyak sih paling ada satu hal yang mungkin bisa dibilang sedikit kabar baik. Kabarnya yaitu saya kembali bekerja, iya setelah beberapa waktu memutuskan istirahat, sudah waktunya saya kembali lagi. Banyak sebenarnya tawaran pekerjaan yang datang ke saya, apalagi sebagai admin sosial media. Tapi, perasaan saya belum siap untuk terjun kembali. (Lebay banget sih mut)

Sampai akhirnya datang tawaran di bulan mei (agak seminggu juga saya mikirin penawaran ini). Setelah maju-mundur saya terima juga pekerjaan ini dan saya kembali di dunia sosmed Pekanbaru, hiyaaa...hiyaaa..

Selain itu saya masih berjuang menyelesaikan yang harus diselesaikan, apalagi ini. Saya sedih sih kenapa semangat saya hilang timbul. Tapi mau bagaimanapun harus selesai ini, karena ini tiket saya untuk kemana saja. Mau merantau kek, nikah kek, solo travelling kek atau apa saja sesuka saya.

Okelah, ga banyak sih yang bisa saya ceritakan. Tapi semoga saja di 2019 ini banyak cerita baik yang bisa saya ceritakan kembali. Oh ya paling saya mau memulai vlog lagi, nulis rutin di blog dan baru-baru ini saya kembali menulis di jurnal. Udah lama banget itu saya tinggalkan semenjak lebih sering nulis di blog.

Ingatkan saya di 2019 ini untuk:
1. Rajin ibadah
2 Berhemat
3. Menyelesaikan kuliah
4. Bekerja lebih rajin
5. Memulai olahraga
6. Hidup minimalis dan rapi (Marie Kondo terlalu detail, mungkin livingloving bisa jadi referensi)
7.Terencana dan bisa menjawab "ya/tidak". Habisnya kebanyakkan saya jawabnya "boleh", artinya jadi ngambang dan kebanyakkan diartikan ya.
Serta betul-betul melepaskan perasaan, makanya cover tulisan ini memang begitulah saya pilih.

Jadi apa rencana teman-teman di tahun 2019 ini?

Post Top Ad