Bersiap Menghadapi "The New Normal"

Assalamualaikum teman-teman. Sudah berapa lama kalian berada #dirumahaja? Saya sendiri sudah memasuki bulan kedua, karena saya berhenti dari rutinitas ialah tanggal 1 April. Pada awalnya saya masih menikmatinya, tapi memasuki minggu ke tiga, saya sudah di fase yang cukup kacau.

Saya menangis memikirkan hari esok seperti apa, dipenuhi ketakutan yang berbagai macam. Takut tidak bisa kerja, tidak punya uang, tak cukup memenuhi kebutuhan dan lain sebagainya. Tapi kan ga bisa gini terus ya? Kalau dituruti ketakutan-ketakutan itu, yang ada saya mundur dari stage manajemen perasaan yang sudah saya coba perbaiki. Lagian macam orang tak bertuhan aja ngomong kek gini. Padahal kan sudah ada jaminan rezekinya masing2 (ya dijemput jugalah ya)

Dulu saya takut kerja di bidang yang sama sebelum terakhir resign, takut berhubungan (cari orang baru mengisi hati) dua hal itu aja udah buat saya kacau. Sekarang, karena sudah mulai berani, ga bisa gini nih. Nambah-nambahin ketakutan sama aja nambah-nambahin kerjaan yang ga ada.

Akhirnya satu hari, saya bangun dan mulai beres-beresin kost hingga menyortir barang sisa pindahan kemarin. Setelah kamar kost bersih, saya buka laptop dan melanjutkan tulisan yang tertunda serta mulai cari website-website yang dapat digunakan sebagai bahan belajar.

Sebelum PSBB besar-besaran resmi diberlakukan di Pekanbaru, saya memutuskan untuk pulang ke rumah saja. karena kost juga sudah mulai kosong penghuninya. Di rumah inilah saya coba menerapkan "The New Normal".

Biasanya, pulang ke rumah itu hanya untuk santai dan berlibur. Hanya membantu ortu beres-beres rumah,memasak atau ya pekerjaan rumahan pada umumnya. Tapi karena saya membawa banyak draft pekerjaan yang selama ini dikerjakan di kost. Maka saya mulai menyetting jadwal yang pas selama di rumah aja.

Karena di rumah saya tidur bangun telat atau tidur pagi boleh-boleh saja(asal masing2 tugas dikerjaka), maka tugas rumahan tersebut akan saya kerjakan di siang-sore hari dan malam-pagi waktunya saya tidur atau bekerja. Pokoknya di set mana yang pas aja. Ya setelat-telatnya bangun jam 10lah, biar ga apa kali hehe.

Ya beginilah The New Normal yang saya jalani, palingan yang masih saya berusaha untuk legowo adalah : Kurangnya aktivitas seru-seruan yang biasa mengisi hidup saya, seperti nongkrong, main bersama kawan, serta pekerjaan saya di lapangan. Sungguh rindu saya bekerja di event, tapi tentu saja ranah event termasuk yang sedang drop sekarang (penggantinya tentu saja event online).

Semoga Bumi cepat pulih dan kita semua bisa beraktivitas seperti sediakala. Bagaimana "The New Normal" versi kalian? yuk berbagi ceritanya

23 comments

  1. Aamiin.
    Perasaan milyaran orang sama kek begini Mba, hiks. Insyaallah, kupercaya rezeki ada yang mengaturnya.
    Merindukan The New Normal lagi aku juga, tiap hari antar anak sekolah, kerja, nongki, ngurusuin pasien, aahh miss momen.
    Yang penting buat sekarang semoga kita selalu diberikan kesehatan, coz dengan sehat kita bisa melakukan aktivitas dan mencari peluang di internet, yuk smangaat!

    ReplyDelete
  2. Banyak hal baru , kebiasaan yangk ubah saat wabah ini... Walau katanya terpaksa tetap banyak hal positif yang bisa di petik...

    Tetap tenang..dan bahagia..

    Sehat selalu say..

    ReplyDelete
  3. Menurut aku nggak ada yang kebetulan jadi aku nikmati aja semua haha aktifitas dirumah aja, wfh atau silahturahmi virtual. Insya Allah akan indah pada waktunya. Kalau rejeki biar Allah aja yang atur ikhtiar mah jalan terusssss

    ReplyDelete
  4. Mungkin krn aku aktifitas kek biasa msh kerja jg sebenernya aktifitas sih normal aja. Hanya saja jd hidup penuh rasa parno dan ada beberapa rutinitas baru, misalnya berjemur.

    ReplyDelete
  5. Iya, ku sudah rindu new normal, aktivitas setiap hari bekerja tanpa rasa khawatir berkendara, bertemu dengan teman2 tanpa jarak dan bisa ngumpul bersama-sama.

    ReplyDelete
  6. Kalau daku tetap WFH sejak awal pandemi Mbak...mengajar mahasiswa dari rumah. Selain mengajar, juga membersamai 3 anak belajar di rumah. Selain itu tetap aktif menanyakan kondisi keluarga, sahabat dan mahasiswa-mahasiswa, lalu cobain resep, baking dan menulis serta baca buku.

    ReplyDelete
  7. aku tetep bersyukur sih walaupun harus wfh krn bisa banyak waktu dengan keluarga jg hhehe

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah ya Mba udah balik ke rumah :)
    Kalau The New Normal saya saat ini adalah senang banget karena bisa masak tiap hari Mba sebelumnya kalau gak catering, Go Food :)

    ReplyDelete
  9. The New Normal adalah being full time at home mom buat saya...
    meski tugas jadi makin double2... wajib dijalani dg bahagia mengingat masih diberi sehat

    ReplyDelete
  10. Iya kita sama sama berdoa semoga bumi lekas pulih lagi, setelah istirahat berbulan-bulan. Dan semoga kita bisa menjadi pribadi yg lebih bijak lagi setelah pandemi ini

    ReplyDelete
  11. The New Normal pasti dialami semua orang yah mba, saya sendiri menjadi lebih banyak belajar online ;)

    ReplyDelete
  12. masa pandemi ini bikin aku jd lebih riweuh dari sebelumnya. riweuh di dapur dan riweuh jadi bu guru dadakan :)

    ReplyDelete
  13. Jadi lebih banyak aktivitas dirumah yg asalnya sering keluar rumah. Banyak hikmah nya dengan kejadian corona ini

    ReplyDelete
  14. Semangatt Mbaak. Semoga wabah inu lekas berakhir. Ah iya sekarang harus mulai terbiasa dengan new normal yah :')

    ReplyDelete
  15. Ya Allah, kumenikmati the new normal ini Mut, tidur lagi setelah shalat subuh. Biasanya kan harus mempersiapkan anak-anak dan mengerjakan sarapan. Sekarang nggak.

    ReplyDelete
  16. Aku semakin terbiasa menjalani "the new normal" di rumah, terutama sebagai Pendamping Buah Hati yang harus Study From Home, dan itu sangat berpengaruh terhadap waktu aktivitas lain-lainnya. Awalnya malah berantakan parah, sekarang udah semakin ketahuan celahnya, jadi bisa prepare dari malam sebelumnya. Semangaaaat :)

    ReplyDelete
  17. Berarti saya sudah memasuki bulan ketiga. Sebetulnya masih cukup bisa menikmati. Momen jarang banget bisa kumpul keluarga full sekian lama. Hanya saja emosi saya suka meledak kalau melihat orang-orang yang ignorant. Jadi suka berasa sia-sia berada di rumah

    ReplyDelete
  18. Aku pun sama kak, karena hampir satu tahunaku jadi anak rantau, ketika pulang ke rumah harus membiasakan diri lagi. DAn tetap bertahan di rumah saja saat pandemi seperti ini :)

    ReplyDelete
  19. Sedunia sedang berjuang melawan covid19, semoga semuanya tetap tenang tapi waspada, kalau kompakan kan bisa lebih cepat teratasi

    ReplyDelete
  20. The new normal nanti pasti berbEda dan kita tidak sama sepetti dulu

    ReplyDelete
  21. Kalau aku masih bingung jujur mulai new normal life nya gimana karena data covid di jakarta makin naik tapi kesadaran manusianya masih kurang. Hiks. Kedepannya pasti start dari kewajiban pakai masker dan jaga jarak antar orang sih, udah ga bisa lagi ngumpul rame rame..

    ReplyDelete
  22. Menghadapi new normal aku kok sekarang degdegan. tapi sepertinya akan mengurangi kegiata di luar. meeting kerja online aja. Biar aman

    ReplyDelete
  23. 1-2 bulan pertama aku masih berharap keadaan akan kembali seperti sedia kala. Kemudian sekarang aku nyadar itu ga mungkin terjadi. Ya ku harus terima new normal ini. Harus lekas beradaptasi.

    ReplyDelete