Review Lulur Banjar, Lulur Tradisional Asal Kalimantan

Halo semua, apakabar! Semoga sehat selalu ya! Btw saya mau sedikit cerita tentang satu kondisi yang kurang baik bagi saya. Dimana ditahun 2019-2020 kondisi kulit saya tidak begitu baik. Karena saya menderita eczema dibagian kaki. Pertama di paha, kemudian mereda dan berpindah ke kaki bagian bawah. 

Sungguh sebenarnya ini challenging banget bagi saya. Sadar sih bahwa ada turunan eczema dari papa. Diperparah lagi ketika saya yang seharinya pakai sepatu dan kalau hujan badai, sepatu basah, kaki kotor dan jadilah makin meradang itu kaki. 

Kalau saya tak pakai sepatu, tentu saja penampilan saya kurang pantas(terpaksa cari sandal yang layak dipakai kerja) dan timbul masalah lain, kaki jadi belang. Sungguh ini problematika yang sedih. 

Nah, beberapa waktu lalu dunia skincare Indonesia dihebohkan dengan kehadiran Lulur Banjar, Lulur Tradisional Asal Kalimantan. Pertama kali saya mengetahui Lulur Banjar ini dari akun @danangwisnu, Yup! Pakde kesayangan kita semua yang sering bahas skincare itu lho. 

Jadi, akhirnya saya coba untuk memesan Lulur Banjar ini melalui chat dan kebetulan sudah dua kali pesan karena ternyata cocok! Yuk mari cek reviewnya 

Review Lulur Banjar 


Lulur Banjar sendiri sudah dipatenkan menjadi sebuah brand skincare asal Kalimantan. Produk utamanya adalah Lulur Banjar Beras Ketan Temugiring dan Lulur Banjar Wadak Kasai. Dua produk ini digunakan sebagai baluran saat mandi, nah berikut reviewnya: 

Lulur Banjar Beras Ketan Temugiring 


Berbahan dasar beras ketan yang disangrai kemudian ditumbuk, ditambah temugiring yang telah dibakar serta berbagai tanaman rempah-rempah khas tradisional Kalimantan. Produk ini memiliki tekstur yang kental dan kasar. Oleh karena itu lulur banjar masih perlu dieencerkan dengan sedikit air atau jeruk nipis. 

Manfaat Lulur Banjar Beras Ketan Temugiring 
  • Mengangkat sel kulit mati
  • Mencerahkan dan meratakan warna kulit
  • Memudarkan bekas luka dan gigitan nyamuk
  • Melembutkan kulit
  • Memiliki aroma yang dapat membantu relaksasi
Cara Penggunaan Lulur Banjar Beras Ketan Temugiring 
  • Ambil Lulur Banjar Beras Ketan Temugiring dan tuangkan ke wadah yang terpisah 
  • Teteskan air bersih atau perasan jeruk nipis 
  • Aduk sampai rata hingga mencapai tekstur yang diinginkan 
  • Balur keseluruh tubuh dan diamkan hingga setengah kering 
  • Bilas sambal digosok semua hingga tidak ada sisa lulur yang menempel 

Lulur Banjar Wadak Kasai 

Berbahan dasar Temugiring, rimpang, jeruk purut dan tanaman khas lainnya. Btw, walaupun warna lulur ini kuning karena berbahan dasar temu giring, tapi tidak meninggalkan noda kuning seperti kunyit. Jadi jangan khawatir ya. 

Manfaat Lulur Banjar Wadak Kasai 
  • Memberi rona putih kuning bersih pada kulit 
  • Memudarkan bekas gigitan nyamuk’memudarkan bopeng bekas cacar 
  • Memudarkan bekas jerawat 
Cara penggunaaan Wadak Kasai 
  • Ambil Lulur Banjar Wadak Kasai dan tuangkan ke wadah yang terpisah 
  • Balur keseluruh tubuh dan diamkan hingga setengah kering 
  • Bilas sambal digosok semua hingga tidak ada sisa lulur yang menempel 
Penggunaan Wadak Kasai lebih ringkas daripada lulur banjar, karena teksturnya tidak sekental lulur banjar dan produk ini sifatnya melengkapi pemakaian Lulur Banjar Beras Ketan Temugiring 

Harga: 
  • Lulur Banjar Beras Ketan Temugiring Rp75.000 
  • Lulur Banjar Wadak Kasai Rp65.000 
Kesimpulan pemakaian Lulur Banjar 

Aktifitas lulur-lulur ala Kalimantan dinamakan Bekasai. Jadi saya mencoba 1 set bekasai yang terdiri dari Lulur Banjar Beras Ketan Temugiring &Lulur Banjar Wadak Kasai. Sungguh saya senang karena setelah Bekasai kulit saya lebih tenang, tidak bentol-bentol merah dan gatal yang parah. Ditambah bonus kulit yang memang jadi lebih lembut dan warna yang merata. Saya sadar kalau mengharap warna kulit yang lebih putih mungkin terlalu tinggi (karena aktivitas luar ruangan saya sangat tinggi). Jadi ketika warna kulit saya lebih merata, untuk saat ini sudah lebih cukup. 

Adakah kekurangan produk ini? Tentu ada. Dikarenakan produksinya masih rumahan, betul-betul dibuat menggunakan bahan dari alam, jadi produk ini masa pakainya cukup pendek. Diluar ruangan hanya dua minggu, kalau bungkusnya belum dibuka bisa tahan sebulan, kalau masuk ke kulkas/freezer bisa 6 bulan. Jadi untuk penggunaan Lulur Banjar, memang harus telaten untuk menghindari produk yang rusak (jamuran). Tapi ini masih menjadi nilai plus, karena produksi yang terbatas, maka produk yang didapat merupakan produk yang baru banget diproduksi. Jadi bukan produk stock.

Penutup, walau Lulur Banjar ini produksi rumahan, tapi izin PIRT ada, bahkan ada sertifikasi LPPOM MUI juga . Jadi jangan takut mengenai asal muasal produk ini. Yuk,Bekasai! 







34 comments

  1. unik ya lulurnya warnanya, biasanya kan putih, saya belum pernah cobain soalnya yang berwarna seperti ini :)

    ReplyDelete
  2. Wah klo begitu pasti lebih manjur Insyaallah soalnya kan ga banyak tambahan pengawet dll ya. Sayang, aku belum telaten luluran, hhee

    ReplyDelete
  3. Wah rekomendasi bgus nih. Itu pakenya kyk biasa aja kn mbak gosok2 gtu

    ReplyDelete
  4. Aku juga demen banget nyimak penjelasan pakde Danang WIsnu, karena bekgron blio dokter ya kalo ga kliru....jadinya lumayan ilmiah tapi mudah dimengerti heheh
    Daaan, aku juga butuh lulur iniiii. Kulitku ga tau, kok bruntusan melulu gegara di rumah aja. Penting buat coba niiih!

    ReplyDelete
  5. Lulurnya menggunakan bahan-bahan alami ya,dari beras ketan dan temugiring. Semoga produk dari IRT ini bisa dikembangkan lebih lagi, baik dari produk maupun pemasarannya

    ReplyDelete
  6. Senang deh kalau ada lulur khas daerah masing-masing,. Apalagi ini sudah di kemas bagus ya dan ijin BPOm juga. Ini pengiriman dari mana mba ?

    ReplyDelete
  7. Salut banget dengan produk lokal yang udah punya sertifikasi MUI.
    Saya penasaran nih sama Lulur Tradisional Asal Kalimantan ini.

    ReplyDelete
  8. Aq kira beras kentan cmn bisa dimakan. Eh bisa toh jadiin lulur. Makin penasaran mau coba lulur banjar, gimana ntnya efek di kulit aku

    ReplyDelete
  9. Tadi Dewi sempat mengira meninggalkan bekas kuning ternyata enggak ya.... Khasiatnya bagus banget nih, Dewi lama enggak luluran pas bgt ada rekomendasi tepat:)

    ReplyDelete
  10. Wah, sepertinya aku baru tahu ada lulur dari beras ketan lho
    banyak juga manfaatnya yah, jadi penasaran pengen coba juga deh

    ReplyDelete
  11. Baru tahu adanya Lulur Banjar. Mungkin karena aku dari orok cuma main di Jawa. Biasanya beras yang jadi bahan lulur, eh ini ketan hitam. Itu yang kuning beneran gak ninggalin bekas kan, Mbak? Keinget kemarin ada yang pakai kunyit eh gak ilang

    ReplyDelete
  12. Wah asyik banget ada luluran asyik seperti ini ga pake pengawet alami ya... biasanya yang alami bagus nih, jadi pengen nyoba...

    ReplyDelete
  13. Lulur Banjar berarti benar-benar dari bahan alami tanpa menggunakan bahan pengawet tambahan. Penggunaannya harus rutin selama dua minggu itu berarti ya. Penasaran ingin nyoba.

    ReplyDelete
  14. Waah.. Lulurnya homemade, berarti inggredientsnya alami donk ya mbaaak... Sudah bisa didapatkan di store besar belom nggak ya ini?

    ReplyDelete
  15. Aku malah suka nih mba produk yang buatan rumahan gini asalkan udah ada ijinnya saja. Harus cepat dihabiskan ya kalau gitu. Kebayang deh saat luluran dan menghirup aromanya yang menenangkan itu.

    ReplyDelete
  16. Ternyata budaya lulur gak hanya orang Jawa aja ya. Ada juga lulur Banjar. Jadi kepengen nyoba juga lulur tradisional begini. Seger dan bikin kulit kembali cantik ya.

    ReplyDelete
  17. Ini ya rahasia turun temurun gadis Banjar makanya cantik cantik kulit mulus. Ternyata budaya lulur juga ada di Banjar. Seperti apa ya aroma lulurnya. Bikin penasaran deh.

    ReplyDelete
  18. produksi lokal perlu didukung nih, apalagi kebutuhan perempuan untuk perawatan diri, mantap banget deh mau nyobain juga lulurnya.

    ReplyDelete
  19. Paling suka deh kalau ada produk yang mengusung kekhasan lokal kyk gini. Tapi di Jakarta kira2 udah dijual blm ya?
    Atau sementara ini hanya dijual online di Ig aja gtu?

    ReplyDelete
  20. Lulurnya lucu banget warnanya Muth, aku jadi pengen coba juga
    belum pernah make lulur kalimantan. Alami banget semua bahannya

    ReplyDelete
  21. I have never tried this before but it looks so good on the skin. I think I’m gonna try this one then

    ReplyDelete
  22. AKu mah percaya banget produk asli Banjar ini pasti bagus kualitasnya.
    Karena saudaraku yang tinggal di sana sering membawakan kami produk kecantikan yang masih raw gitu...Mut.
    Kalau bener-bener melakukan perawatan, kulit bakalan lebih halus, putih berseri ala wanita Banjar.

    ReplyDelete
  23. Kalimantan punya lulur tradisional ya mba,baru tau deh produk ini.
    Kan biasanya beli lulur keluaran pabrik atau gak produk luar gitu.
    Pastinya Lulur Banjar Khas Kalimantan kualitasnya gak perlu diragukan lagi ya, apalagi produknya udah bersertifikasi LPPOM dan MUI.

    ReplyDelete
  24. wuah asli banjar ya ini
    keren-keren
    pengen nyobain produknya satuuuu aja deh
    semoga kesampaian
    aamiin

    ReplyDelete
  25. Penasaran dengan lulur Banjar mbak apalagi lihat bahan dasarnya yang memang bermanfaat banget buat kulit Semoga bisa cobain.

    ReplyDelete
  26. Saya mau banget nyobain Lulur Banjar yang Beras Ketan Temugiring. BTW bisa cocok gak yaa sama kulit laki-laki, atau hanya khusus untuk wanita aja kak?

    ReplyDelete
  27. Jadi lulur Banjar ini produksinya masih terbatas ya. Tapi keren nih walau produk rumahan sudah bersertifikat halal MUI dan lulus BPOM.

    ReplyDelete
  28. Walau masa pakainya sebentar karena amsih diproduksi secara homemade. Tapi enaknya pakai lulur tradisional itu belum terlalu banyak bahan kimia nya mbak. Jadi lebih aman sih menurutku

    ReplyDelete
  29. Aku itu lulur lover kak. Tapi belum pernah tau lulur beras ketan.. penasaran bgt gan ngrasain sensasinya abis pakeee..

    ReplyDelete
  30. Dengan bahan alami gini, jadi ga waswas pakai ya Kak. Boleh juga nih aku rekomendasikan buat istri, solusi banget pas masa pandemi dan ga bisa luluran di salon. Thx infonya, sgt bermanfaat :)

    ReplyDelete
  31. Lulur ini aku baru denger mbak Mut..penasarann pengen coba deh

    ReplyDelete
  32. Lucu jugaa nih lulurnya! Kayaknya bakal seger bgt kalau pakai ini ya. Kedua lulurnya dipakai bergantian selang hari, atau harus serangkaian pakainya mut?

    ReplyDelete
  33. ngeliat lulur banjar ini di mbah ratjun, liat ini jadi makin yakin mau coba nytar

    ReplyDelete
  34. Pas banget! Lagi pen luluran di rumah apalagi semenjak pandemi ini jadi takut mau spa diluar -_- tapi tetap pen manjain diri gituu biar ngga semakin buriq :3

    ReplyDelete