Ketahui Penyebab Hamil Anggur

 
Hamil anggur atau bahasa medisnya adalah mola hidatidosa merupakan pertumbuhan abnormal jaringan plasenta yang terjadi di dalam rahim. Hamil ini dianggap kehamilan yang gagal karena sperma yang membuahi sel telur tidak berhasil membentuk janin dan hanya mengembangkan plasenta untuk memberi makan janin yang tumbuh abnormal yang mengandung ratusan kista seukuran anggur. Hamil anggur pada wanita biasanya ditandai dengan pendarahan dari vagina pada awal masa kehamilan. Tidak hanya itu, wanita juga sering merasakan nyeri akibat kista ovarium serta mual-mual di pagi hari atau mengalami morning sickness

Banyak wanita yang didiagnosis hamil anggur namun tidak menyadarinya. Wanita yang hamil sebelum usia 20 tahun atau di atas 40 tahun memiliki risiko hamil anggur yang lebih tinggi. Terdapat dua jenis hamil anggur, yaitu hamil anggur lengkap dan hamil anggur parsial atau sebagian. Penyebab dari kedua jenis hamil anggur ini sama-sama karena sel telur yang dibuahi secara tidak normal oleh sperma.

1. Hamil anggur lengkap
Hamil anggur lengkap merupakan jenis yang paling umum ditemui dimana embrio tidak berkembang namun jaringan plasenta tumbuh dengan cepat menjadi massa abnormal. Biasanya hal ini terjadi karena sel telur wanita tidak memiliki kromosom ibu dan hanya mengandung kromosom dari ayah.

2. Hamil anggur sebagian
Hamil anggur sebagian adalah kondisi dimana wanita melepaskan sel telur normal, namun dua sperma membuahi sel telur alih-alih satu yang menyebabkan embrio abnormal mengandung terlalu banyak kromosom. Pada kasus hamil anggur sebagian, terdapat kromosom yang terlalu banyak, embrio yang berkembang secara abnormal, dan tidak dapat bertahan hidup.

Adapun faktor-faktor yang bisa meningkatkan wanita berisiko mengalami hamil anggur, diantaranya adalah:

1. Usia

Bagi ibu hamil terlalu muda yaiitu sekitar usia 20, dan usia yang terlalu matang di atas 40 tahun memiliki resiko dan potensi lebih besar mengalami hamil anggur karena bagi wanita yang hamil di usia 20-an, sel telurnya lebih cenderung tidak ideal serta tidak teratur. Sementara itu bagi wanita yang lebih tua dari 40 tahun dan mencoba untuk hamil dengan sel telur mereka sendiri, mereka lebih cenderung memiliki sel telur yang tidak teratur.

2. Riwayat kehamilan

Jika seorang wanita pernah mengalami hamil anggur, maka risiko untuk mengalaminya kembali lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang belum pernah mengalaminya. Meski begitu, bagi yang memiliki riwayat ini juga memiliki peluang untuk hamil secara normal.

3. Etnis

Adapun yang dimungkinkan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami hamil anggur adalah wanita etnis Asia seperti Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Korea. Sebagian besar dari dokter tidak tahu pasti apa yang menyebabkan hamil anggur. Hamil anggur sendiri terjadi akibat sel telur yang dibuahi secara tidak normal. Seperti yang diketahui bahwa sel manusia biasanya mengandung 23 pasang kromosom dimana untuk membentuk embrio membutuhkan satu kromosom dari ayah dan ibu sehingga totalnya 46 pasang. 

Pada kasus hamil anggur lengkap, sel telur kosong dibuahi satu atau dua sperma yang semua materi genetiknya dari ayah sehingga kromosom dari sel telur ibu hilang atau tidak aktif, yang membuat kromosom ayah yang digandakan. Sementara itu pada kasus hamil anggur sebagian, jumlah kromosomnya terlalu berlebihan dimana kromosom ibu ada, namun ayah tetap menyediakan dua kali lebih banyak kromosom yang membuat embrio bisa memiliki sebanyak 69 kromosom.


No comments