Persiapan Diri Menghadapi Bencana

Halo teman-teman...

Apakabar semuanya? Semoga sehat selalu ya. Dipenghujung bulan April ini sungguh banyak kejadian yang terjadi pada kita ya. Baik kejadian yang membuat hati senang hingga kejadian yang membuat kita harus banyak-banyak bersyukur.

Sebulanan ini Pekanbaru lumayan sering hujan, sehingga menyebabkan banjir dibeberapa titik. Kalau dilingkunganku sih juga terkena banjir, tapi sedikit saja. Ga terlalu menyebabkan gangguan berarti. Dari segi ini aku masih bersyukur bisa berangkat kerja dengan normal, walaupun harus menggunakan mantel.

Berbicara soal banjir, masih ingat kan dengan kejadian Banjir Bandang NTT yang terjadi pada awal bulan April? Banjir Bandang NTT termasuk salah satu bencana alam yang mempunyai dampak yang cukup besar selama 10 tahun terakhir di daerah tersebut. Kejadian ini menyebabkan hampir seluruh daerah NTT terendam dan terdampak oleh banjir tersebut.

Bantuan silih berganti disalurkan, banyak lembaga, artis, pejabat, selebgram dan orang-orang yang membuka donasi bagi korban Banjir Bandang NTT. Hal ini menjadi sebuah kabar baik bagi korban bencana alam tersebut, Ga kebayang sih olehku bagaimana rasanya terkena bencana dikala bulan Ramadan ini. Tapi, apapun yang terjadi pasti ada hikmahnya. Salah satu lembaga yang mengadakan donasi adalah Wahana Visi,. 
 
Wahana Visi Indonesia adalah organisasi kemanusiaan Kristen yang hadir melayani dan berkolaborasi dalam pemberdayaan anak, keluarga dan masyarakat yang paling rentan melalui pendekatan pengembangan masyarakat, advokasi dan tanggap bencana untuk membawa perubahan yang berkesinambungan tanpa membedakan agama, ras, suku, dan gender.

Persiapan Diri Menghadapi Bencana


Aku kira, hidup di Pekanbaru ini tidak beresiko terkena bencana. Tapi siapa yang menyangka, bencana itu pasti ada. Namun hadir dalam bentuk yang berbeda-beda. Semenjak Bencana Kabut Asap menerpa, aku lebih mempersiapkan diri dan lebih siaga. Apalagi teringat pada tahun 2018, aku pernah diajak oleh kawanku untuk mengikuti pelatihan bencana tingkat dasar.

Awalnya aku tidak menanggapi ajakan kawan tersebut, tapi difikir-fikir bagus juga untuk ikutan. Mumpung ada yang ajak serta memfasilitasi, ya kan? Jadi aja aku mengikut pelatihan tersebut selama dua hari tiga malam. Disana aku banyak mendapatkan pengalaman yang jarang-jarang aku temukan. Nah, dalam tulisan ini aku ingin membagi informasi mengenai persiapan diri menghadapi bencana, apa saja persiapannya? Berikut persiapan yang harus teman-teman ketahui:

1. Persiapan kesehatan diri sendiri

Rasanya, sebagai individu tidak mungkin tidak mengenal kondisi diri sendiri. Oleh karena itu, mempersiapkan kondisi kesehatan yang sehat adalah hal yang wajib teman-teman lakukan. Olahraga ringan setiap hari seperti jalan santai atau senam ringan bisa menjadi pilihan. Selain itu jangan lupa untuk cek kesehatan secara berkala.

2. Mempersiapkan tas bencana

Selalu sediakan satu tas yang berisi peralatan penting seperti obat-obatan, makanan instan, air, elektronik cadangan yang dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dengan memiliki tas bencana ini, bila sewaktu-waktu ada bencana gempa, banjir, kamu tidak pergi dari rumah dengan tangan kosong.

3. Salin semua dokumen secara digital

Mumpung harga printer yang ada scannernya sudah lumayan terjangkau, scan semua dokumen penting kamu dan simpan ke drive. Usahakan untuk membuat satu akun email yang bisa diakses seluruh anggota keluarga. Susun dan kategorikan dokumen sesuai jenisnya. Mulai dari akte, surat nikah, surat tanah, surat warisan, ktp,atm, buku tabungan. Apapun berkas yang menurutmu penting. Sehingga kalau berkas tersebut tidak dapat diselamatkan secara fisik, paling tidak ada cadangannya dalam bentuk digital

4. Belajar bantuan pertolongan pertama

Dalam pelatihan yang aku ikut, aku jadi melihat bagaimana langkah dalam memberikan bantuan pertolongan pertama. Memang tidak bisa sembarang tekan-tekan badan orang, tak sembarang angkut badan, Tapi dengan mempelajarinya, paling tidak dapat membantu orang lain.

5. Membangun fikiran yang lebih tenang

Secara tidak sadar, kondisi bencana membuat fikiran menjadi kalut dan susah untuk diajak berkomunikasi. Apalagi menumbuhkan rasa kepercayaan diri kepada orang lain, terlebih orang lain. Berlatih membangun fikiran yang lebih tenang, akan membuat teman-teman tidak panic saat menghadapi bencana.

Nah, demikian pengalamanku dalam mengikuti persiapan menghadapi bencana. Semoga, kita terhindar dari marabahaya dan diberi keselamatan oleh yang maha kuasa.

No comments