Wajib tahu! Langkah Manajemen Kebersihan Menstruasi

Tahun 2006, kelas 6 SD merupakan tahun yang akan aku ingat hingga hari ini. Pada tahun itu..
Anggota geng Darimuven bergiliran mendapatkan menstruasi pertamanya, kecuali aku. Panik ga? Paniklah😂Dengar-dengar mitos, biar cepat dapat juga "kakinya diinjak ama yang udah menstruasi". Habislah kakiku diinjak ama mereka

Aku malu-malu kucing nanya ama mama ini gimana. Mama sih ga terlalu cemas, karena beliau memberi informasi dengan bijak. Aku jadi tau, kalau menstruasi pertama akan tiba pada waktu yang berbeda-beda.Pada akhirnya, mens pertamaku datang pas kelas 2 MTs, mana jauh dari mama. Aku nelpon nangis "Tu kek manaaa?"

Ya ga gimana-gimana, edukasi yang diberikan mama cukup membantu. Mulai menjaga kebersihan, bertanggung jawab pada diri sendiri. Apalagi di asrama, mudah nanya ke teman dan kakak kamar juga.
Nah bagaimaan dengan keluarga lain, apakah bisa dengan mudah membahas menstruasi? Yuk mari mengenal Hari Kebersihan Menstruasi.

Mengenal Hari Kebersihan Menstruasi

Dalam rangka menyambut Hari Kebersihan Menstruasi, Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia menyelenggarakan Webinar ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi’ yang diikuti oleh 1.000 perempuan Indonesia. Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM). Selaras dengan hal ini, Mundipharma Indonesia juga meluncurkan kampanye #YangIdeal yaitu kampanye edukatif yang mengajak perempuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan dengan cara yang tepat dan sesuai kebutuhan..

Hari Kebersihan Menstruasi diperingati setiap tanggal 28 Mei untuk meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya MKM, serta mematahkan stigma dan norma sosial negatif terkait menstruasi yang masih dianggap tabu di masyarakat. Peringatan ini menjadi sebuah aksi tahunan yang melibatkan pemerintah, organisasi, pihak swasta dan masyarakat luas. 

Meski pengetahuan mengenai MKM sangat penting bagi perempuan, data menunjukkan bahwa hanya 5 dari 10 anak perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan pada saat menarke; hanya 6 dari 10 anak yang bertanya mengenai menstruasi ke ibunya. Ironisnya ibu justru menjadi sumber stigma, mitos, kepercayaan dan miskonsepsi yang merugikan kesehatan perempuan; hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mengganti pembalut setiap 4-8 jam, sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari; dan hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mencuci tangannya sebelum dan sesudah mengganti pembalut.

MKM di antaranya membersihkan vagina secara benar, teliti dan berkala; menggunakan air bersih mengalir dengan cairan pembersih antiseptik kewanitaan yang sesuai dengan pH vagina dan dapat digunakan saat menstruasi; menggunakan pembalut bersih dan dapat menyerap darah dengan baik; serta mengganti pembalut secara teratur minimal setiap 4 jam sekali. Apabila merasakan gejala yang tidak normal saat menstruasi, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.”

Ibu sebagai penyuluh Menstruasi

Tidak sedikit anak perempuan yang mencari informasi sendiri dari teman atau internet, dan mendapatkan info yang tidak tepat, padahal berharap bisa membicarakan hal ini dengan ibunya. Oleh karena itu, ibu perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang cara membicarakan menstruasi. Berikut adalah tips untuk mendiskusikan menstruasi dengan anak : 
(1) Ingat bahwa ibu adalah sosok yang diharapkan membicarakan menstruasi, jadi bekali diri dengan informasi yang benar
(2) Buang pemikiran bahwa bicara menstruasi itu tabu, sebaliknya justru penting melakukannya
(3) Jangan berpikir bahwa topik menstruasi bisa dibicarakan dalam 1 kali pertemuan, lakukan berulang kali secara bertahap
(4) Bersikap positif karena isu menstruasi bisa sensitif buat anak perempuan
(5) Lebih baik banyak bertanya dan mendengarkan, daripada langsung menceramahi
(6) Jelaskan secara kongkrit dengan gambar dan benda yang digunakan
(7) Jelaskan pula kepada anak laki-laki, supaya mereka dapat menghormati perempuan yang sedang menstruasi.”

Memilih Produk Pembersih Kewanitaan

Mundipharma Indonesia melalui BETADINE® Feminine Care melakukan kampanye edukatif #YangIdeal untuk mengajak perempuan Indonesia mengetahui dan mengerti cara yang ideal dan tepat menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim kewanitaan, salah satunya dengan menggunakan pembersih khusus area kewanitaan yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan sehari–hari, saat menstruasi, dan saat terjadi infeksi di organ kewanitaan Dalam hal ini BETADINE® Feminine Care menyediakan rangkaian produk area kewanitaan yang lengkap dan berkualitas tinggi, mulai dari pembersih kewanitaan sehari–hari dengan prebiotik; pembersih kewanitaan dengan kandungan daun sirih dan prebiotik; pembersih antiseptik kewanitaan khusus untuk mengatasi infeksi area kewanitaan dan antiseptik kewanitaan yang dilengkapi dengan aplikator; hingga tisu basah pembersih kewanitaan dengan prebiotik yang 100% biodegradable atau flushable


8 komentar

  1. Perempuan wajib baca edukasi seperti ini. Sejak dini emang harus dikasih tahu biar ada pemahaman. Orang tua juga berperan penting utk ngasih th ke anak. Jangan sampe malah taunya dr orang lain dan informasinya salah. Cairan pembersihnya juga penting sih. Salut Betadine.

    BalasHapus
  2. Ternyata mitos nginjek kaki pun udah melalnglang buana ya kak. Aku pun dulu juga gitu. Kalo dulu informasi masih belum kayak sekarang sih soal mens ini. Alhamdulillah sekarang zaman udah berkembang kita sebagai ibu oun juga harus makin berkembang apa lagi untu nanti nyampein ke anak2 kita edukasi mens yang baik n benar

    BalasHapus
  3. Kalo punya anak mendekati usia remaja emang wajib banget diedukasi tentang menstruasi biar nggak salah info nantinya

    BalasHapus
  4. Jadi inget dulu pas pertama kali mens, dapet wejangan kanan kiri soal mitos-mitosnya. Tapi makin ke sini, dunia makin modern, kita kudu udah bisa bedain yang salah dan bener sih. Intinya, kebersihan area kewanitaan penting banget dipahami oleh perempuan yang tentunya bakal jadi calon ibu seperti diriku

    BalasHapus
  5. Usaha untuk mengedukasi anak-anak maupun remaja perempuan gak bisa sekali gitu aja ya. Sesering mungkin juga, agar mereka mengerti pentingnya MKM ini

    BalasHapus
  6. Mitos soal nginjek kaki orang ini kupikir hanya berlaku biar ketularan hamil, ternyata berlaku untuk menstruasi juga ya? Baru tahu lo. Webinar kemarim kece banget sih, materinya padat dan bergizi, bahkan yang udah mens setiap bulan aja rasanya masih ketabok-tabok mendengarkannya. Banyak wawasan baru yang didapat. Sesederhana kalau tanggal 28 ternyata hari kebersihan menstruasi dan juga kepanjangan dari MKM, apalagi penjabarannya.. suka deh sama materi webinar kali ini.

    BalasHapus
  7. mitosnya unik ya, baru tahu ini, hihih.
    tapi pengalaman menarke itu emang salah satu pengalaman berkesan bagi seorang wanita ya karena namanya juga kita masih polos belum pernah mengalami meski sudah dibekali ilmu dari Ibu kan ya tapi tetap aja gimaana gitu, hehehh.
    penting banget emang menjaga diri apalagi saat menstruasi, pilih produk yang tepat juga harus tuh, untugnya sekarang udah ada produk Betadine yang super lengkap ya :)

    BalasHapus
  8. baru denger mitos menginjakkan kaki agar tertular menstruasi juga. Ah bisa aja ya orang zaman dulu. Sekarang sih udah nggak perlu tabu lagi ngejelasin soal menstruasi ke anak perempuan. Et tapi perlu juga dijelasin ke anak cowok ya Mba, biar ngerti dan paham apa yang dialami oleh cewek tersebut.

    BalasHapus