Sagu, Pilihan Alternatif Pangan Lokal Bergizi


Halo teman-teman, apa kabar? Semoga sehat selalu ya! Btw, semenjak aku hidup ngekost jadinya semakin sering belajar masak. Namun, karena keterbatasan budget jadinya tidak bisa berbelanja sesuka hati. Akupun mulai mempelajari bahan-bahan makanan apa saja yang sekiranya bisa memenuhi kebutuhan harian.

Mulai untuk belajar belanja sendiri ke pasar, supermarket dan beberapa toko khusus. Hal ini kulakukan agar aku mengetahui jenis dan harga bahan makanan, sehingga bisa disesuaikan juga dengan budget yang sudah ditentukan. Tentu proses ini tidak secepat yang difikirkan, butuh waktu bertahun-tahun juga rasanya.

Sagu, Pilihan Alternatif Pangan Lokal Bergizi.

Sampai pada akhirnya, aku melirik sagu sebagai salah satu bahan makanan yang wajib dalam daftar belanjaanku. Memang mengkonsumsi beras sudah mandarah daging bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun, perlu juga diperhatikan kalau banyak bahan baku lain yang dapat menjadi selingan. Ya seperti sagu ini misalnya.

Kalau biasanya teman-teman mengetahui Sagu sebagai makanan pokok di Indonesia Bagian Timur, maka di Riau pun sudah mulai digalakkan konsumsi Sagu. Pasalnya sagu dapat diperoleh dengan mudah, karena Kepulauan Meranti merupakan salah satu penghasil Sagu terbesar di Riau. Tak tanggung-tangung, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau mengatakan produksi tanaman sagu yang ada di daerah itu mampu mencapai hingga 246.000 ton/tahun yang dihasilkan dari lahan seluas 87.000 hektar.

Sehingga, menurutku, menjadikan sagu sebagai salah satu bahan makanan tambahan atau selingan selain nasi pun patut dipertimbangkan. Agar tingkat produksi, pengolahan serta konsumsi di Riau menjadi seimbang.

Produk turunan Sagu wajib coba

Nah, dalam tulisan berikut aku akan membagikan beberapa jenis pilihan menu berbahan dasar sagu yang dapat teman-teman coba buat dan makan.

1. Mie Sagu

Ini adalah juara umum produk makanan berbahan dasar sagu, yaitu mie sagu. Mie sagu dapat teman-teman temui di pasar hingga supermarket. Harganya pun terjangkau, untuk satu kemasan dihargai Rp10.000- Rp15.000 saja. Kalau sudah diolah menjadi masakan, dimulai dari Rp15.000- Rp30.000 (semakin naik harganya biasanya karena ada topping, misalnya ayam, seafood).

Mie sagu rutin masuk dalam belanja bulanan, karena penyimpanannya yang tidak repot, bisa di ruangan maupun kulkas. Serta masa kadaluarsanya juga cukup panjang. Pengolahannya yang tidak rumit, karena cukup direndam sebentar maka mie sagu siap diolah. Baik digoreng, tumis maupun rebus.

2. Tepung Sagu

Kalau kita mengenal tepung terigu untuk membuat roti, maka tepung sagu dapat digunakan untuk membuat kue basah. Banyak jajanan tradisional serta kue basah yang terbuat dari tepung sagu seperti berikut:

- Sempolet, terbuat dari tepung sagu yang dimasak hingga menjadi bubur dan dicampur dengan sayuran seperti kangkong dan pakis dan ditambah udang untuk penambah rasa.
- Lempeng Sagu, terbuat dari tepung sagu dan kelapa yang dicetak dan dipanggang. Cara makan Lempeng Sagu biasanya didampingi dengan sambal belacan.

3. Sagu Butir

Siapa yang sangka, Sagu Butir pun dapat diolah menjadi makanan yang enak dan lezat seperti Krenas misalnya. Krenas merupakan makanan khas provinsi Kepulauan Riau sebenarnya. Namun beberapa waktu lalu ada kedai yang menjual krenas dan akupun mencicipinya. Krenas merupakan olahan dari sagu butir yang dicampur dengan ikan lalu digoreng. Menempatkan krenas sebagai gorengan cemilan maupun lauk nampaknya cukup cocok.

Mengkonsumsi sagu bagiku menjadi salah satu Gerakan mendukung keanekaragaman pangan lokal Indonesia, sehingga kita tidak tergantung dengan satu jenis pangan saja. Selain itu juga mendukung para petani juga kan. Nah dari beberapa olahan sagu diatas, mana yang ingin kamu cicipi?

1 komentar

  1. wah sagu bisa diolah jadi bermacam-macam bahan pangan lezat dan sehat ya

    BalasHapus