Tips menjadi nasabah bijak Bagi keluarga


Beruntung hidup di zaman yang informasi dapat diakses dengan mudah, membuatku lebih semangat untuk meningkatkan literasi keuangan. Dulu punya rekening Cuma buat transaksi doang, namun sekarang sudah mulai dipisah-pisah. Kemudian belajar untuk mengelola keuangan yang lebih rapi dan tertata. Perlahan mulai menyisihkan dana darurat, menabung kemudian investasi. Hal-hal seperti ini lumayan cepat untuk dipelajari karena ya akses informasinya pun memang mudah. Banyak financial planner yang memberikan informasi melalui konten video, suara mapun tulisan.

Literasi keuangan untuk diri sendiri sudah mulai rapi, bagaimana dengan orang lain disekitar kita? Nah hal ini yang perlu diperhatikan juga. Ga usah jauh-jauh, coba cek anggota keluarga juga. Kalau kakak atau adik mungkin kemampuan literasi keuangannya ga beda jauh levelnya. Nah gimana dengan orang tua?

Berangkat dari pengalaman pribadi, ternyata baru aku temukan fakta bahwa literasi keuangan orang tuaku standar saja. Menabung di bank, kemudian tidak begitu sering menggunakan internet banking dan masih lebih sering datang ke bank. Untuk investasi pun tidak begitu neko-neko, hanya ada sawah ataupun emas saja. Tapi seiring waktu, mau tidak mau orang tuaku mulai terpapar perbankan digital dan masih perlahan belajar.

Disinilah titik dimana aku mesti menyamakan persepsi serta memberikan pemahaman untuk lebih berhati-hatidan  menjadi Nasabah Bijak, Lindungi Diri Dari Kejahatan Siber. Pasalnya baru setahun ini aku mengajarkarkan perbankan digital yang lebih dalam kepada mama. Penuh kesabaran juga rupanya, karena memang orang tua tidak secepat itu belajarnya.

Apalagi sepeninggal papa, mama sebenarnya masih takut kalau mengurus hal perbankan sendirian. Awal-awal masih menunggu anak-anaknya untuk membantu. Tapi kalau sekarang sih sudah lumayan berani.

Langkah aman nasabah bijak hindari kejahatan siber

Dari mengajarkan mama tentang perbankan digital ini, aku jadi lebih peduli dengan urusan perbankan anggota keluarga. Oleh karena itu berikut beberapa tips agar tetap aman dan terhindar dari perbankan siber

1.       Keterbukaan soal keuangan kepada anggota keluarga

Keterbukaan ini seperti informasikan asset-aset keuangan yang dimiliki antar anggota keluarga, kemudian beritahukan juga bagaimana cara mengakses asset ketika kita tidak bisa mengakses sendiri. Hal ini aku alami ketika papa sakit dan aku butuh menarik sejumlah uang untuk membeli dan membayar keperluan selama perawatannya. Tidak mungkin ditanyakan ke papa karena saat itu kondisi papa setengah sadar dan mama punya informasi tersebut.

2.       Akses perbankan disaat kesadaran penuh

Jangan mengakses dalam keadaan ngantuk, berkendara maupun saat mabuk. Bisa-bisa salah transfer

3.       Selalu waspada dengan sms, chat dan telpon dari nomor tidak dikenal

Bukan tidak pernah nomorku ditelpon dan diinformasikan memenangkan sejumlah uang. Pastikan jangan langsung tergiur dan periksa dengan teliti penelpon tersebut untuk menghindari penipuan.

Oke, jadi jangan lupa untuk menjadi nasabah yang bijak ya gaes.


 

1 komentar

  1. Di dunia yang semakin maju seperti ini, literasi keuangan memang dibutuhkan ya, apalagi sistem perbankan sekarang ini serba digital teknologi

    BalasHapus