Berpetualang Bareng Wegi V Di PT Semen Padang [Part II]

Trip Wegi hari pertama [Peserta non Sumatera Barat]

Buat peserta yang bukan berasal dari Sumatera Barat,Tim Wegi mengajak kami untuk berwisata keliling Sumatera Barat. Tak semua wilayah Sumatera Barat yang dikunjungi sih,karena Sumatera Barat cukup luas untuk dikelilingi. Perjalanan kami dimulai dari Padang menuju Bukittinggi.

Padang –Bukittinggi ditempuh dalam waktu dua jam. Perjalanan kami pagi itu dimulai dengan sarapan di sebuah kedai lontong yang bernama Ajo Kiambang . Kedai ini menyediakan aneka sarapan,tapi menu special mereka adalah Lontong Gulai Paku ,Soto Padang serta Air Kelapa.

Untuk memulai hari ini,saya butuh yang segar-segar,karena selama perjalanan saya kurang tidur. Soto Padang dipilih sebagai menu sarapan. Kuah soto yang bening serta kruk-kriuk paru cukup membuat saya kembali hidup . Dengan sebutir kelapa sebagai penyegar dahaga.

Uni Kaka,dari Classy FM menjadi PIC kami hari ini. Ia mampu membuat perjalanan kami yang berkelok-kelok ini menjadi lebih heboh serta ramai. Perkenalan antar peserta menjadi ajang ciye-ciyean bagi peserta,kali aja ada yang nyantol. Asyiikk…

Sesampainya Di Bukittinggi,apalagi yang dicari selain foto di depan Jam Gadang. Jam yang terkenal dengan angka 4 yang ditulis dalam bentuk IIII bukan IV .
Berfoto di depan Jam Gadang semacam kewajiban,penanda bahwa “Lagi Di Jam Gadang nih”.
Peserta Wegi V
Credit photo : Rovi (RA Wahyudi)
Setelah sesi foto-foto usai,panitia mempersilahkan kami untuk keliling Pasar Ateh selama 2 jam. Pasar Ateh adalah pasar terdekat yang ada di kawasan Jam Gadang. Di pasar ini tersedia aneka souvenir cantik yang layak dibeli untuk oleh-oleh dari Bukittinggi.
Wisata kuliner yang tersedia di Pasar Ateh pun cukup banyak,sebut saja Sate,Soto,Pisang Kapik,Pisang Rebus sampai Ampaing Dadiah (untuk Ampiang Dadiah saya lupa mencobanya,padahal nampak tuh kedainya) 

Usai berkeliling di Pasar Ateh,tentu lapar dong. Kata panitia,kita bakalan makan di Los Lambuang,waaah saya rindu Nasi Kapau. Ternyata benar,kami diajak ke Pasar Lereng,dimana Los Lambuang berada. Los Lambuang adalah surganya Nasi Kapau. Beberapa kedai-kedai siap menyambut siapa saja yang kelaparan. 
Nasi Kapau Uni Er

Kami mendarat di Nasi Kapau Uni Er,penggalauan dimulai. Saya pengen makan Gulai Tambusu tapi saya penasaran sama tunjang. Akhirnya saya putuskan makan Tunjang.
Mba Susi Erna,salah satu blogger yang saya kagumi,memulai perbincangan mengenai pergulaian dan lauk pauk yang ada di Nasi Kapau. Terdapat perbedaan antara gulai,nasi nya orang sini sama orang Di Jawa sana.

Usai mengisi perut,peserta diajak mengunjungi Lobang Jepang. Terakhir kali saya memasuki Lobang Jepang ini tahun 2005. Lobang Jepang hari ini sudah lebih baik kondisinya,sudah dirapikan dan lebih nyaman. Perjalanan di dalam Lobang Jepang dipandu oleh pemandu setempat.
Lobang  Jepang

Ternyata ada yang baru nih, ada Jalan jalan baru untuk keluar dari Lobang Jepang. Keluarnya menghadap Ngarai Sianok ,sesampainya disana berfoto mengabadikan pemandangan yang spektakuler.
panorama
Lelah menaiki anak tangga,perjalanan kami dilanjutkan ke Istana Pagaruyuang. Istana Pagaruyuang adalah Istana yang  terletak di Batusangkar Sistem kerajaan memang sudah tidak ada lagi. Akan tetapi bila ada acara adat,istana ini bisa difungsikan lagi. 

Untuk mengunjungi Istana Pagaruyuang,pengunjung dikenakan biaya yang cukup murah,yakni
Wisatawan Domestik :
Dewasa Rp.7000 /anak-anak : 5000
Mancanegara :
Dewasa :Rp.12.0000/ anak-anak: Rp.10.000

Didalam Istana Pagaruyuang,kita bisa melihat aneka benda-benda peninggalan kerajaan. Oh ya,buat yang ingin mencoba memakai pakaian adat Minang,disediakan penyewaan baju adat lho. Penyewaan ini terletak di bawah istana. Dengan Rp35.000 pengunjung bisa bergaya macam Uda-Uni gitu lho. Uhuy

Wisata kami berakhir di Istana Pagaruyuang,setelah lelah main kesana- kemari perjalanan kami ditutup dengan makan malam dipinggir Danau Singkarak. Karena malam hari kami tidak bisa melihat keindahan Danau ini. Hehehe…

Akhirnya perjalanan hari pertama telah usai. Panitia telah menyiapkan Mess dilingkungan Semen Padang sebagai tempat beristirahat.

Dari luar berbentuk seperti rumah,didalamnya sudah ada 3 kamar dengan dua Kasur single,kamar mandi di dalam dan 1 lemari. Bahkan ada handuk serta amenities yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mandi.

Ada kejutan lagi,di ruang makan ternyata ada makanan dong, Ya Allah,baik banget disediakan makan lagi, si Mutia yang perutnya macam blackhole ini tentu makan lagi dong. Hehehe.

Hari pertama telah usai,semua peserta beristirahat untuk perjalanan hari kedua. Hari kedua kami akan bergabung dengan teman-teman dari Sumatera Barat.


Cerita petualangan ini dibagi menjadi beberapa part:

Comments

Post a Comment