ASUS Makin Serius Bikin Laptop yang Tangguh, Stylish, dan Pintar


Kalau ngomongin laptop, sekarang rasanya bukan cuma soal “yang penting bisa dipakai kerja”.

Laptop sudah jadi teman sehari-hari. Buat kerja, kuliah, bikin konten, edit foto, meeting, sampai sekadar nonton film setelah seharian beraktivitas. Makanya ketika memilih laptop, saya pribadi merasa ada beberapa hal yang mulai ikut dipikirkan. Bukan cuma performanya, tapi juga desain, daya tahan, layanan purna jual, bahkan fitur AI yang sekarang makin banyak digunakan.

Nah, ASUS baru saja membawa kabar soal lini laptop mereka di Yogyakarta lewat acara ASUS No.1 Quality & Service 2026 yang digelar pada 15 September 2026. Acara ini nggak cuma membahas laptop dan teknologi terbaru, tapi juga memperkenalkan program garansi dan layanan purna jual ASUS, termasuk menghadirkan langsung booth durability test yang memperlihatkan bagaimana laptop ASUS diuji dengan standar militer.

Menariknya, ada tiga hal yang cukup disorot ASUS kali ini: durability, personal style, dan AI.

Laptop ASUS Sekarang Makin Dipikirkan dari Sisi Durability

Pernah nggak sih merasa sudah beli laptop bagus, tapi tetap was-was kalau laptopnya sering dibawa ke mana-mana?

Apalagi buat yang sehari-hari kerja pakai laptop dan mobilitasnya lumayan tinggi. ASUS membawa konsep No.1 Quality & Service dengan salah satu fokusnya pada ketangguhan perangkat. Laptop ASUS telah melalui pengujian MIL-STD 810H, yaitu serangkaian pengujian yang mencakup kondisi seperti guncangan, suhu ekstrem, kelembapan, hingga tekanan udara rendah.

Di acara ASUS No.1 Quality & Service 2026 di Yogyakarta, pengunjung bahkan bisa melihat langsung booth durability test untuk menyaksikan proses pengujian tersebut.

Jadi bukan sekadar ngomong “laptopnya tangguh”, tapi proses pengujiannya juga diperlihatkan.

Garansinya juga diperpanjang

Yang menurut saya cukup menarik justru bagian layanan purna jualnya.

Untuk ASUS ProArt, ASUS Zenbook, ASUS Vivobook S series, dan ASUS Vivobook Flip, ASUS memberikan hingga 3 tahun garansi internasional dan 3 tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP).

Sementara untuk ASUS Vivobook classic, garansinya ditingkatkan menjadi hingga 2 tahun garansi internasional dan 2 tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP).

Ada juga perlindungan garansi penggantian yang ditanggung 100% selama satu tahun untuk kendala fungsional pada ekosistem aksesoris ASUS, dengan pengecualian untuk lini backpack. Jadi kalau selama ini kita sering mikir, “Laptopnya bagus sih, tapi kalau rusak servisnya gimana?”, ASUS juga mencoba menjawab kekhawatiran tersebut lewat perluasan layanan purna jual.

Saat ini ASUS menyebut memiliki 141 titik layanan resmi di Indonesia dan cakupan internasional di lebih dari 90 negara.

Untuk pengguna ASUS Zenbook, ProArt, dan ROG, ada pula ASUS Premium Service seperti Fastlane, Free Round-Trip Shipping, serta Laptop Spa. Laptop Spa ini menarik juga. Jadi laptop bisa mendapatkan perawatan berkala, mulai dari pembersihan debu dan kotoran sampai penggantian pasta jika memang diperlukan.

Lumayan ya, laptop juga bisa “spa day”. :))

Pick Your Vibe: Laptop Nggak Harus Boring

Nah, bagian ini kayaknya cukup dekat dengan kebiasaan pengguna laptop sekarang.

Laptop kan sekarang bukan cuma benda yang ditaruh di meja. Kadang ikut dibawa ke coffee shop, coworking space, kampus, kantor, bahkan jadi bagian dari setup kerja atau bikin konten.

Karena itu, ASUS juga membawa konsep Pick Your Vibe. ASUS Vivobook hadir dengan pilihan warna yang lebih beragam. Mulai dari ASUS Vivobook 14 sebagai laptop AI hingga ASUS Vivobook Go 14, masing-masing tersedia dalam tiga pilihan warna.

Jadi kalau kamu tipe orang yang gampang bosan sama laptop warna hitam atau abu-abu yang itu-itu saja, sekarang ada lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan dengan gaya personal.

Bukan cuma laptopnya.

ASUS juga punya lini aksesoris dengan warna pastel melalui ASUS Marshmallow Keyboard KW100 dan ASUS Marshmallow Mouse MD100.

Keduanya hadir dengan desain ringkas dan koneksi wireless, serta tersedia dalam tiga warna:

  • Lilac Mist Purple

  • Quiet Blue

  • Sage Green

Bisa dipadukan dengan warna Vivobook yang dipilih.

Sementara kalau lebih mengutamakan kenyamanan untuk penggunaan dalam waktu lama, ada ASUS SmartO Mouse MD200 yang punya desain ergonomis, lengkap dengan sandaran ibu jari dan sensor presisi tinggi.

Cocok buat yang kerja depan laptop berjam-jam, mengerjakan tugas kuliah, atau sedang mengerjakan proyek kreatif.

Laptop ASUS dan Ekosistem AI yang Makin Lengkap

Sekarang kita masuk ke bagian yang kayaknya hampir selalu muncul setiap kali ngomongin laptop keluaran terbaru: AI.

ASUS membawa jajaran laptop dengan kemampuan AI yang semakin luas.

Pada lini seperti ASUS Zenbook, Vivobook S series, dan ProArt, terdapat Neural Processing Unit (NPU) dengan performa hingga 50+ TOPS, bahkan mencapai 80 TOPS pada varian tertinggi.

Apa gunanya?

NPU ini membantu prosesor dalam menangani beban kerja AI. Pembagian tugas tersebut memungkinkan penggunaan baterai yang lebih efisien sekaligus membuat prosesor bisa lebih fokus menangani pekerjaan lain yang lebih berat.

Ada juga tombol Copilot khusus di keyboard untuk mempermudah akses ke asisten AI.

Tapi yang menarik bukan cuma itu.

ASUS Virtual Assistant Omni bisa digunakan secara offline

ASUS juga menghadirkan ASUS Virtual Assistant Omni, aplikasi AI chatbot eksklusif yang bisa beroperasi sepenuhnya secara offline. Buat saya, bagian offline ini cukup menarik karena berarti pengguna tetap bisa mengakses fungsi AI tanpa harus selalu terhubung dengan internet.

Selain lebih praktis, ASUS menyebut kemampuan ini juga membantu menjaga privasi data pengguna.

Ada ASUS Zenni Claw untuk Pengalaman AI yang Lebih dari Sekadar Chatbot

Kalau biasanya kita mengenal AI sebagai tempat bertanya atau membuat teks, ASUS juga memperkenalkan ASUS Zenni Claw. Platform ini membawa konsep AI Agent yang bisa memahami tujuan pengguna, menyusun langkah kerja, sampai menyelesaikan tugas yang terdiri dari beberapa tahap secara mandiri melalui ASUS Skills.

Contohnya?

Mulai dari membantu menyusun draft presentasi, membuat itinerary perjalanan, sampai membuat ringkasan berita harian. Pemrosesan AI-nya juga bisa dilakukan secara local, cloud, maupun hybrid. Dengan begitu, pengguna bisa menyesuaikan penggunaan AI berdasarkan kebutuhan, termasuk mempertimbangkan kecepatan, kemampuan AI, dan privasi data.

ASUS juga menyebut sistem ini didukung keamanan terintegrasi untuk membantu menjaga data pengguna.

Jadi, Laptop ASUS Mana yang Cocok?

Kalau melihat jajaran yang diperkenalkan ASUS kali ini, rasanya memang nggak ada satu laptop yang dibuat untuk semua orang.

Kebutuhan orang kan beda-beda.

Ada yang butuh laptop untuk kerja sehari-hari. Ada yang lebih mementingkan desain dan mobilitas. Ada yang pekerjaannya berhubungan dengan kreativitas. Ada juga yang mulai membutuhkan performa AI untuk mendukung pekerjaan. ASUS sendiri membawa beberapa lini seperti Vivobook, Zenbook, dan ProArt, dengan karakter dan kebutuhan pengguna yang berbeda. Yang menjadi benang merahnya adalah kombinasi antara ketangguhan, pilihan desain, dukungan layanan purna jual, dan fitur AI.

Dan kalau kamu sedang mempertimbangkan membeli laptop ASUS, pastikan membelinya melalui channel resmi seperti ASUS Exclusive Store, gerai mitra resmi, ASUS Online Store, atau official store ASUS di marketplace.

Pembelian melalui channel resmi ini memastikan unit terdaftar secara resmi sehingga berbagai keuntungan dan layanan bisa diakses melalui aplikasi MyASUS.

Pada akhirnya, memilih laptop memang balik lagi ke kebutuhan masing-masing.

Mau yang ringan? Ada.

Mau yang stylish? Ada.

Mau yang tangguh? Ada.

Mau mulai masuk ke ekosistem AI? ASUS juga sudah menyiapkannya.

Tinggal sekarang pertanyaannya: kamu sendiri lebih butuh laptop untuk kerja, kuliah, bikin konten, atau semuanya sekaligus? :)

Tidak ada komentar