Post Top Ad

August 06, 2019

Melestarikan Hutan, Melestarikan Kehidupan

by , in

15 tahun lalu, saya termangu di depan loket apotek klinik dekat rumah. Saya menatap keranjang obat atas nama saya yang diberi oleh apoteker. Obat apa ini, banyak sekali? Bentuknya besar-besar dan banyak macamnya. Hari-hari berlanjut dengan saya harus rutin minum obat ini, bahkan sampai harus di x-ray karena kondisinya begitu parah. Pada konsultasi kesekian kalinya, saya harus ikhlas menerima dengan lapang dada kalau saya terkena paru-paru basah. Panjang sekali pengobatan kala itu, hampir 6 bulan lamanya. 

Kok bisa sakit mut? Yaaa kala itu asap kembali datang dan cukup parah. Sehingga sekolah pun diliburkan. Eh saya kebagian pula dapat sakit, yaa untung saja support keluarga sangat kuat. Sehingga saya bisa sembuh dan kembali beraktifitas seperti sediakala, hingga hari ini. 

Jujur saja, kasus asap ini adalah kasus bencana yang tidak ada habis-habisnya hadir di Riau. Kasus yang dihadirkan sendiri oleh masyarakat disini juga. Maklum, hutan dibuka dengan cara praktis, main bakar aja biar cepat. Cepat sih cepat, tapi dampaknya bukan main. 

Belajar melestarikan hutan 

Nah pada kesempatan kali ini, saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya mengikuti “Forest Talk”. Event ini mengangkat tema “Menuju pengelolaan Hutan lestari”. Diadakan oleh yayasan dr sjahrir dan menghadirkan pembicara handal di bidang ini. Yayasan Doktor Sjahrir merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk untuk meneruskan warisan DR.Sjahrir (alm) dan bergerak dibidang Pendidikan, kesehatan dan lingkungan, sedangkan The Climate Reality Project Indonesia, merupakan cabang dari The Climate Reality Project, mendukung kerja lebih dari 300 pemimpin iklim di Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang dan termasuk para pemimpin bisnis, profesional, pendidik, atlet, musisi, ilmuwan, aktor, pelajar, dan pemuka agama". 

Pada acara ini terbagi dalam dua sesi, yakni sesi pertama berupa seminar dan sesi kedua kunjungan ke Desa Makmur Peduli Api. Pada sesi pertama diisi oleh ada 4 narasumber yang akan Sharing tentang pengelolaan hutan yaitu, Dr. Amanda Katili Niode, Manager The Climate Reality Indonesia, Dr. Atiek Widayati Perwakilan Tropenbos Indonesia, Murni Titi Resdiana, Asisten Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim Indonesia yang kebetulan berhalangan hadir, dan Bapak Tahan Manurung dari Asia Pulp and Paper. 

Pembicara pertama Dr Amanda membahas mengenai perubahan iklim yang cukup drastis, memang sih sadar banget hari-hari yang kita jalani hari ini terasa lebih gerah dan cuaca yang tidak menent. Padahal dulu kita bisa dengan mudah memperkirakan 2 musim yang ada di Indonesia musim penghujan dan kemarau. Sesi kedua diisi oleh Ibu Murni, nah disini ibu murni banyak memberikan banyak informasi yang menarik. Secara ga sadar, gaya hidup kita sekarang itu sangat tidak minimalis dan banyak menyumbang limbah. Sebut saja limbah fashion misalnya betapa kita banyak membeli pakaian tanpa memikirkan penggunaan jangka panjang. Asal diskon beli, asal buy one get one beli. Eh jujur nih itu juga terjadi pada saya, berhubung perkuliahan saya sudah usai, saya ada menyempatkan merapikan pakaian. Cukup pedih sih hati ini, menumpuk banget pakaiannya. 

Padahal sekarang sudah banyak pilihan produk fashion yang lebih bagus tapi tahan lama, seperti kain tencel, lalu untuk produksi menggunakan pewarna-pewarna alami. Kemudian bahan daur ulang. Sungguh harus kembali difikirkan kembali langkah-langkah kedepan untuk lehidupan ini 

Berkunjung ke Desa Makmur Peduli Api 

Jujur saja saya masih baru-baru ini mengenal desa-desa binaan perusahaan. Desa pertama yang saya kenal dibina oleh perusahaan adalah Desa Sukajaya, itu desa yang butuh waktu sekitar 45 menit perjalanan dari rumah saya di Perawang. Dari situ saya mengenal bagaimana bentuk desa binaan. Ya memang desa-desa terpencil yang berada disekitar perusahaan. Di desa tersebut masyarakat diberi bantuan pembuatan sumur, wc serta pembinaan keterampilan. 

Nah kali ini menjadii pengalaman baru bagi saya mengunjungi Desa Makmur Peduli Api. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan ke desa yang berlokasi di kampar ini. Di desa ini masyarakat dibina dari berbagai sisi, yang paling banyak di sektor perekonomian. Wih disini produk-produk kuliner cukup berkembang lho. Kemarin ibu-ibu mendemokan pembuatan keripik tempe dan keripik pisang. Wahhh saya baru tahu kalau buat keripik pisangnya mereka langsung memarut pisangnya langsung ke penggorengan. Hasilnya renyah ga berminyak yang berlebihan. Selain itu juga ada pembuatan kerajinan tudung saji dengan bahan-bahan dari alami. Ya seperti dari dedaunan dan di hias manual. Kreatif pokoknya... 

Saya cukup senang bisa berpartisipasi di acara kali ini, masih ada waktu 5 bulan lagi menjelang 2020. Masih ada waktu untuk berbenah diri dan menjadi orang yang lebih baik untuk diri sendiri dan lingkungan.
August 05, 2019

Punya Asuransi Kesehatan Sejak Dini Itu Baik, tapi Awas Keliru

by , in
Siapa di sini yang sudah punya asuransi kesehatan? Hayo, ngaku yang belum. Gak apa-apa, lebih baik terlambat daripada buru-buru lalu keliru. Para pakar keuangan dan asuransi selalu omong soal pentingnya punya asuransi kesehatan sejak dini. Gak ada yang salah dengan omongan itu. 

Yang salah adalah jika mendesak orang-orang untuk punya asuransi kesehatan tanpa lebih dulu melakukan check and recheck. Sama saja kayak maksa orang nikah tanpa tahu bibit-bebet-bobot orang yang akan dinikahi. Asuransi kesehatan datang dengan beragam manfaat untuk pemiliknya. Dari bebas biaya perawatan sampai uang pertanggungan kepada ahli ahli waris jika pemilik asuransi wafat. 
Tapi, bila gak teliti, orang bisa jadi tertipu atau keliru hingga akhirnya mengajukan komplain yang sia-sia. Kenapa sia-sia? Karena sudah pasti salah lantaran dari awal gak teliti. 

Berikut ini sejumlah hal yang harus dipelototi saat hendak beli asuransi kesehatan. 

1. Manfaat apa saja 

Manfaat asuransi kesehatan antara lain menjamin biaya perawatan di rumah sakit. Selami manfaat itu lebih dalam, misalnya berapa limit alias batas biayanya. 

Lalu kelas kamarnya berapa, apakah kelas 3, kelas 2, kelas 1, atau VIP. Juga penyakit apa yang gak termasuk yang ditanggung biayanya alias dikecualikan. Manfaat ini mesti sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 

2. Premi berapa 

Premi adalah iuran yang kudu dibayar untuk mendapatkan manfaat asuransi kesehatan. Premi bisa dibayar per bulan, per tiga bulan, per enam bulan, atau per tahun. 

Cari tahu besaran premi untuk manfaat yang akan diperoleh, plus biaya tambahan bila hendak mendapat manfaat tambahan. Jangan sampai salah kira ada manfaat tambahan yang bisa diperoleh tanpa bayar premi ekstra. Premi yang besar menandakan manfaat yang lebih besar. Tapi bisa jadi premi di asuransi kesehatan A lebih kecil dari asuransi kesehatan B walau manfaatnya sama. 

Ini pentingnya membandingkan layanan asuransi sebelum menentukan pilihan. Kita jadi tahu mana yang kemahalan dan mana yang terjangkau. 

3. Kalau premi telat gimana 

Premi yang telat bisa berujung pada tidak aktifnya polis asuransi. Kalau polis gak aktif alias lapse, ya manfaat asuransi kesehatan gak bisa didapat. Jadi jika sakit gak ditanggung deh biayanya. Tapi ada batas waktu antara jatuh tempo premi hingga polis dinyatakan lapse. Ini disebut masa tenggang, kayak kartu provider telepon yang masa aktifnya habis. 

Jika premi dibayar pada masa tenggang itu, polis bisa aktif lagi. Nah, cari tahu deh berapa lama masa tenggangnya dan apakah ada denda. Kalau ada denda, berapa dendanya. Yang kayak gini penting karena bisa bikin rumit urusan asuransi kesehatan. Ketika sudah kejadian dirawat saat polis lapse, kita gak bisa apa-apa lagi. Mau komplain karena gak dibiayai? Mental pasti karena memang polis sudah gak aktif. 

4. Cara klaim gimana 

Poin terakhir ini yang sering jadi masalah, terutama buat pemilik asuransi kesehatan dengan sistem reimburse. Orang protes karena klaim reimburse ditolak. Setelah ditelusuri, ternyata ada berkas yang belum dilampirkan. 

Karena itu, harus paham betul cara klaim bagaimana. Jadi nantinya gak ada konflik-konflik lagi sampai ke surat pembaca media massa. Bahkan ada lho yang mengajukan sengketa hingga ke meja hijau. Gak kebayang waktu, tenaga, dan biaya yang tersedot untuk mengurus sengketa itu hanya untuk berakhir kalah lantaran gak teliti. 

Kekeliruan bisa diantisipasi dengan menjadi calon peserta asuransi yang teliti. Tapi teliti saja gak cukup. Harus ada pengetahuan seputar asuransi yang akan dibeli. Kita bisa tanya ke orang-orang di lingkaran terdekat, kayak keluarga, teman, atau gebetan. Siapa tahu mereka punya pengalaman enak dan gak enak dengan asuransi kesehatan yang bisa dijadikan pelajaran. 

Informasi seputar layanan asuransi ini juga bisa ditelusuri via online. Di antaranya dengan mengunjungi “mal asuransi” alias situs yang memiliki daftar layanan asuransi lengkap dengan informasi manfaat hingga cara belinya. 

Last but not least, pastikan dapetin agen asuransi yang bisa dipercaya. Soalnya, agen akan menjadi asisten kita selama mengikuti asuransi kesehatan tersebut. Agen yang baik adalah yang menuntun, bukan menjerumuskan ke jurang kekeliruan. 

July 30, 2019

Akhirnya Sarjana

by , in
Kuberharap merangkai asa
Dan cita untuk mendapatkannya
Aku mencoba dan selalu mencoba
Aku berdoa pada Yang Kuasa
Agar lulus tepat pada waktunya
Mimpiku tuk menjadi sarjana... Segera...

Mimpi Menjadi Sarjana- Rocket Rockers

Sepenggal lirik lagu ini menyenggol kejiwaan saya, awalnya sih ketika sedang mendengarkan lagu Rocket Rockers "Hilang ingatan". Masih dimasa-masa saya masih marah, sedih ga karuan ketika harus benar-benar mengikhlaskan semua perasaan saya kepada orang yang saya sayangi (kala itu).

"Mimpi Menjadi Sarjana" Berbeda dengan lagu-lagunya Rocket Rockers lainnya, yang biasa mengusung tema cinta dan persahabatan. Lagu kali ini langsung menohok habis-habisan mahasiswa, termasuk saya.

Kembali berjuang
Jujur saat itu saya linglung, ga tau mau bagaimana langkah selanjutnya mengenai skripsi ini. Judul pertama seperti tidak menjanjikan, sehingga saya berfikir ulang untuk judul yang baru. Apalagi setelah dilihat KRS saya berubah pembimbing akademiknya, langsung Dekan Fakultas. Terus ketika saya kembali lagi ke ke kampus, proses pengerjaan skripsi pun berubah sistemnya.

Dimana dengan peraturan baru, saya tidak bisa langsung mengurus pengajuan judul, tetapi harus konsultasi ke PA dulu baru ke Kajur. setelah di acc kemudian masukkan proposal untuk mengajukan pembimbing. 

Bersyukur, saya mendapatkan pembimbing yang baik sekali. Baiknya tiada tara, sangat membantu dalam proses bimbingan, selalu ada di kampus, mudah ditemui bahkan sakit pun beliau mau membantu saya. Beliau ga pernah menyulitkan saya, bahkan memberi banyak ide yang solutif supaya penelitian saya bisa dikerjakan dengan baik. Mengambil topik komunikasi inovasi, sebenarnya saya suka dengan matkul ini. Dulu saya pernah bahas juga di blog, saking sukanya saya paling duluan mengajukan ide tempat kala itu. Nah, gayung bersambut, saya kembali berjodoh dengan bapaknya dalam bimbingan ini. Beliau sempat marah sih, soalnya topik yang saya angkat bagus katanya, sayanya aja yang ga sadar. Ya maksudnya kalau saya udah dari dulu bimbingan, skripsi saya bisa dalam bahasannya -_-

Hari Penantian
Sampai akhirnya, tanggal 4 Juli saya menghadapi ujian Munaqasah atau sidang akhir. Dijadwalkan jam 8 pagi, berempat langsung sidang dan saya mendapat giliran pertama. Saya memaparkan dengan cukup baik penelitian ini, hanya saja saat sesi pertanyaan ada beberapa yang blank fikiran saya. Tapi ya sudah, Alhamdullilah lulus.

Sebelum dan sesudah sidang saya tak mau nelpon ortu, cuma minta doa via whatsapp. Saya takut kalau bicara di telepon nantinya nangis, karena saya sudah banyak membuat mereka menangis haha. Jadinya saya lebih enak pulang dan ngobrol langsung. 

Cerita lainnya, mau tidak diupload di instagram, tapi orang lain udah duluan tag saya.
Ramai sekali respon orang terhadap kelulusan saya, maklum saya malu sebenarnya mengupload kegiatan akademik saya yang ga terlalu edukatif ini haha. Banyak dari mereka yang tidak tahu kalau berkuliah di UIN Suska. Junior-junior banyak yang follow dan tidak yakin sampai-sampai bertanya lewat DM. Bahkan sebenarnya pas saya bergabung di grup dukungan mahasiswa akhir, teman-teman menyangka saya sudah lulus. (Mungkin karena teman dekat saya lulus cepat semua dikira saya begitu pula)

Perjalanan yang belum selesai
Akhirnya, saya lulus di waktu yang tepat. 4 tahun perkuliahan, 2 tahun ngilang 1 tahun kembali ke jalur yang benar. Hal yang membuat saya kembali bersemangat adalah, saya sudah kalah dengan ditinggal nikah, masa saya kalah juga dengan perkuliahan? Maka saya harus memenangkan diri saya sendiri dengan dengan menyelesaikan kuliah ini. Allah udah ngasih saya kemudahan dengan memberi kesempatan berkuliah di PTN melalui jalur PBUD. Dimana waktu itu saya hanya mendaftar menggunakan rapor. lalu segan mengambil bimbel karena takut ortu ga ada uang. Tapi PBUD menjawab itu semua, uang masuk yang terjangkau, biaya bimbel langsung dialihkan ke uang pendaftaran. SPP juga tidak terlalu mahal. Malah nyerah pula? ya tidak mungkin.

 فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ , "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan"
Malunya itu seharusnya ke Allah, bukan ke netizen. Allah berikan kemudahan, saya lalai pula. Maaf Ya Allah.

Kini saya siap menyusun kembali rencana kehidupan saya, bekerja yang lebih baik, fokus memperbaiki diri dan mencari kegiatan positif lainnya. Ga ada yang perlu disombongkan pula jadi sarjana ini, orang dah S2, S3 pulak kan ya hehehe. Proses belajar ini belum selesai

Akhir kata, semoga teman-teman yang sedang berjuang tidak hilang fokus seperti saya ya. Menyesal kali woi asli :)

July 11, 2019

Daego Cassava Chips, Chips Asyik Buat Ngemil

by , in
Daego, yup ini sebuah kripik ubi produksi Pekanbaru ! senangnya industri UKM Pekanbaru semakin berlomba-lomba tidak mau kalah dengan kota lainnya. Dari kemasannya saja sudah serius sekali desainnya, bahkan bahan kemasannya pun juga begitu. Saat dipegang ternyata plastic dengan laminasi doff dan cukup jelas memberikan informasi keripik seperti apa daego ini. 

Oh ya, sebelum daego dikemas sedemikian rupa seperti ini, saya baru ingat kalau pernah mencoba tester daego saat kemasannya masih menggunakan plastik biasa. Kala itu daego mengikuti pameran di sebuah acara, namanya juga waktu itu belum daego. Saya lupa apa namanya, tapi kalau kembali diingat, pembaharuan produknya cukup signifikan lho. 

Dalam kurun waktu setahun, dari keripik biasa yang dikemas dalam plastik biasa, kini sudah punya kemasan kekinian. Bahkan penjualannya pun sudah dimana-mana. 

Daego, teman ngemil yang asyik 

Nah, saatnya kita bahas bagaimana rasa keripik daego ini ya! Dalam kemasan gr, isi kripiknya cukup banyak, jadi tak merasa dibohongi. Kemudian untuk rasa-rasa yang dimiliki pun unik juga, mengikut selera pasar tapi bisa dibuat dengan cukup baik. 

Riset rasanya ga asal-asalan kalau saya lihat, yaa kadang ada banyak produk yang mengejar aneka rasa. Tapi tak diimbangi dengan kesesuaian produk, langsung main buat aneka rasa saja. 

Jadi Daego sendiri memiliki 3 rasa, yaitu Original Bulgogi, Spicy Taste dan Original Chocolate. Kali ini saya mencoba Original Bulgogi dan Spicy Taste, nah saya sendiri suka banget dengan rasa Original Bulgogi. Keripiknya tidak terlalu tebal dan tipis, cukuplah untuk teman ngemil sambil ngetik atau nonton. 

Untuk harganya sendiri cukup terjangkau, Rp17.500/pcs. Bisa dibeli diberbagai gerai oleh-oleh sekitar Pekanbaru dan pembelian secara online bagi teman-teman diluar Pekanbaru. 

Yups, jadi teman-teman bisa banget cicipin produk UKM keren dari Pekanbaru ini 

July 01, 2019

Nikmati Sushi yang Lezat dan Segar Di Sushi Tei Senayan City

by , in

Sushi merupakan salah satu makanan khas Jepang yang telah menjadi favorit banyak orang. Tahukah anda bahwa sushi termasuk ke dalam makanan sehat? Hal ini dikarenakan didalam sushi terdapat kandungan protein hingga asam lemak omega 3 yang tinggi. Enak dan bermanfaat bukan? Berbicara mengenai restoran favorit yang ada di Jakarta dengan sajian yang serba sushi, maka tidak ada salahnya untuk memilih menyantap makanan di Sushi Tei. Sekarang, Sushi Tei memiliki banyak cabang, salah satu yang terkenal adalah Sushi Tei Senayan City. Semua cabang Sushi Tei, termasuk Sushi Tei Senayan City bisa anda dapatkan informasinya melalui Traveloka Eats. 

Yuk, ke Sushi Tei Senayan City 

Saat anda mengunjungi Senayan City, maka jangan lupa untuk berkunjung ke Sushi Tei. Dapat dikatakan bahwa salah satu restoran Jepang yang selalu dipenuhi oleh para pelanggan adalah Sushi Tei. Terletak di pusat perbelanjaan, di lantai 4 Senayan City, tentunya restoran ini menawarkan original sushi hingga sashimi, maupun fushion sushi yang diolah dengan berbagai cara. Tidak hanya itu saja, disini juga terdapat menu sampingan lainnya seperti soba, salad, dan udon. Ada juga menu penutup favorit lainnya seperti ice cream matcha. Area yang dimiliki oleh restoran ini terbilang luas. Harga makanan yang ditawarkan pun cukup terjangkau untuk sushi, sehingga tidaklah mengherankan jika tempat makan ini selalu dipenuhi oleh pelanggan. 

Di restoran ini terdapat dua jenis tempat duduk. Ada yang terletak di dekat sushi bar atau di meja makan yang terbilang jauh dari sushi bar. Tetapi, jika anda mendapatkan tempat duduk yang lumayan jauh dari sushi bar, anda tidak perlu khawatir karena di meja sudah disediakan tombol “call”. Sehingga jika anda menekan tombol tersebut, maka akan terdengar bunyi panggilan untuk pelayan dan pelayan akan segera menghampiri anda dan menanyakan keperluan anda. 

Konsep desain dari restoran Sushi Tei ini mengandung suasana Jepang yang tradisional namun terasa modern. Dengan lampu yang sedikit redup (dapat dikatakan sedikit remang-remang), tentunya restoran ini terlihat semakin elegan. Walaupun terlihat agak remang-remang, namun anda tidak akan kesulitan saat melihat menu makanan yang disediakan atau sushi yang berkeliling di bar. Selain itu, di meja makan juga sudah disediakan kecap manis, kecap asin, wasabi, bubuk cabe, dan jahe, dengan begitu anda tidak perlu susah-susah untuk memintanya kepada pelayan. Terdapat juga tusuk gigi, piring, hingga tisu basah juga di atas meja. 

Rajanya Sushi, Ya Sushi Tei Senayan City 

Tentunya restoran unik yang satu ini merupakan tempat yang wajib untuk anda kunjungi saat hunting sushi di Jakarta. Karena banyaknya yang menyukai restoran yang satu ini, tidak jarang anda akan sering melihat ada saja antrean di depan outletnya. Makan sushi di sini sudah jelas akan mengenyangkan perut anda. Cobalah menu Salmon Mentai dan Crispy Roll yang merupakan menu yang banyak dipesan oleh pengunjung. Hal ini dikarenakan kualitasnya yang sangat terjaga dengan rasa yang memang enak. Harganya pun sangat bersahabat dan tidak semahal seperti restoran sushi premium di tempat lainnya. Beberapa menu lainnya yang bisa anda pesan disini diantaranya seperti Spicy Haruyaki, yang merupakan olahan kepiting yang dibungkus mayones dan diletakkan di atas kerang perak, dengan adanya sedikit campuran dari rasa manis dan asin, menu ini akan membuat anda tidak akan bosan saat menyantapnya karena rasanya yang enak dan unik. 

Yuk, mencicipi berbagai pilihan sushi hanya di Sushi Tei Senayan City. Untuk informasi selengkapnya, segera buka Traveloka Eats hanya di traveloka untuk memudahkan anda menemukan alamat, melihat foto, maupun berbagai ulasan mengenai restoran yang satu ini. 

June 19, 2019

You've found a new home

by , in


" And we danced in the room
 Grew our heart a bloom
 I stopped right there
 You've found a new home
 And I should be happy
 Yeah"


Stars and Rabbit - Man Upon The Hill

Sepenggal reff dari band yang akhir-akhir ini naik daun, dengan lirik yang pilu dan ah ah ah-nya itu menjadi soundtrack saya dalam beberapa bulan terakhir. Makin menggenapi kesedihan saya, ketika mendapat kabar bahwa "pacar" pertama saya berangkat duluan ke pelaminan. Bukan sama saya pula berangkatnya, hehehe.

Sudah resmilah bahwa saya tidak akan balikan dengan salah satu diantara 2 mantan. Mereka pernah mengisi kehidupan saya 10 tahun terakhir dan memang cuma 2 dan 2-2nya sudah menikah, Kok cuma 2? Karena saya adalah orang yang tidak mudah putus besar-besaran dalam menjalani hubungan pacaran. Paling-paling kala itu breaklah sebentar, lalu damai lagi.

Ketika mendengar kabar tersebut, keluarga saya nimbrung menghibur diri yang sedih ini. Bersyukur, ketika sudah dewasa ini keluarga inti menjadi lebih dekat dan erat. Ya kalau dulu kan kerja saya main aja, hahaha. Saya sudah tidak canggung menceritakan kesedihan yang saya alami. Hingga mama bertanya "Sedih ga ti? ada rasa penyesalankah?". wah kalau ditanya sedih dan menyesal pasti adaaa.

Sedih, karena rencana hidup saya yang dalam jangka waktu dekat tidak terjadi dalam waktu yang dekat. Menyesal karena saya terlalu santai, saya kira karena udah merasa "aman". Aman karena dicintai saling mencinta tidak memikirkan resiko yang satu ini. "Ketika rasa cinta hilang" itu yang saya tidak fikirkan, saya tidak mempersiapkan hal ini. Saya lupa kalau saya menjalin hubungan dengan manusia, yang rasanya bisa berubah sekejap saja.

Demi memperbaiki perasaan secara cepat, saya persilahkan seharian diri ini untuk nangis. Baik di rumah, di kontrakan hingga di jalan saya puas-puaskan menangis. 

Pelajaran yang saya dapat, kadangkala tak perlu waktu bertahun-tahun berpacaran kalau sudah cocok. Kalau sudah ketemu langsung tancap gas, tapi yang serius kenalannya lho. Kenali lebih detail apa saja calon pendamping hidup ini. Kenali sampai kebiasaan anehnya, kenali konsep, visi misi kehidupannya. Agar apa? agar bisa sejalan. 

Bijak banget sih mut? ada angin apa neh? hahaha...




Post Top Ad