Post Top Ad

January 17, 2018

Si Komeng, Motor Saya yang Hilang

by , in
Sebenarnya berat sih saya mau menceritakan ini, tapi setelah menimbang-nimbang kenapa pula kesedihan saya harus dipendam-pendam. Jadi sesuai judulnya, iya bener motor saya hilang. Iya, motor saya yang bernama Si komeng dan legend itu, yang terkenal seantero Perawang (Orang lebih kenal "si anu yang pakai motor itu?")

Kalau mau diceritakan mah sedih, soalnya motornya udah butut tapi masih dimaling aja. Tapi saya ceritain aja gimana kronologinya ya?

Hari itu, Saya kehilanganmu

Hari itu bulan Oktober yang saya tak ingat tanggalnya. sehabis sholat magrib saya berencana untuk mencari makan di luar bareng Ulan,teman sekontrakan saya. Tapi karena masih hujan tipis-tpis kami masih maju mundur buat mencari makan malam. Saya lagi nongkrong di kamar ulan waktu itu, setelah setengah jam mempertimbangkan nyari makan, diputuskan engga jadi keluar dan makan yang ada saja.

Setelah sholat isya kami pun memutuskan untuk memasukkan kedua motor ke dalam rumah. Ketika ulan yang pertama kali membuka pintu, dia langsung teriak "Kaaak, motor kakak mana?" Sontak saya kaget "Hah? maksudnya?" saya pun langsung menyusul ulan ke teras rumah. Beneran, si Komeng memang hilang, motor ulan pun juga nyari hilang karena gemboknya udah tercecer. Saya bingung, ga tau mau ngomong apa. mana hujan makin lebat,hati nyeri tapi ga bisa nangis.

Setelah ulan memasukkan motornya, saya bener-bener ga tau mau ngapain. Terus disuruh lapor polisi, tapi gimana hujan-hujan? Keinget, langsung nelpon Abdi. Abdi itu sesebabangnya saya yang suka saya repotin dari anterin kalau saya sakit, install laptop atau apapun hehe. Langsung saja saya dianterin ke polsek Tampan untuk bikin laporan. Malam itu sebelum saya sudah ada 3 antrian yang sama, laporan motor hilang. 

Urusan saya di polsek selesai jam 12an, saya pulang tetap dengan kehampaan bingung. Bingung saya mau ngomong apa sama ortu, bingung gimana saya akan menjalani hari-hari yang biasanya "langsung cus". Tapi akhirnya ortu tahu duluan karena liat instastory saya sih, dimarahin pasti bangetlah.

Saya semacam yang berfikir, kasihan yang maling si komeng. Soalnya dia habis bongkar mesin dan belum kelar. Karena banyak yang kudu diperbaiki,oli bocor, stang blong dan sekian penyakit motor yang sudah tua dan penggunaan yang main terabas aja.
Bahkan kalau ada temen yang mau barengan ama saya, saya ga ngasih mereka yang bawa si komeng walau mereka memaksa. Karena perlu "Pakai hati" buat mengendarainya.

Saya dan Si Komeng
Buat yang sering ketemu saya dan sudah kenal lama, pasti tahu banget ama motor Yamaha Vega-R Hitam kesayangan. Diberi nama Si Komeng ya karena brand ambassador Yamaha waktu itu Komeng.

Sudah 7 tahun menemani saya di jalanan, lintas kota belum lintas provinsi. Dibeli sebulan setelah saya masuk SMA, Second sih. mana lucu pula kisah pembeliannya. Papa bolak-balik bawa beberapa motor second untuk saya coba,2 motor pertama matic, saya ga suka. Ketika giliran Si Komeng yang dibawa, saya langsung klop dan tanpa ragu memilihnya. Kecil, ringan dan ga banyak makan tempat.

Jadi aja Si Komeng menemani saya kesana-kemari baik sekolah,ngojek (dulu selama SMA saya ngojekin teman yang ga punya motor) hingga kuliah sambil kerja sekarang ini. Bahkan, waktu saya kecelakaan di penghujung SMA, untuk reparasinya kembali saya harus mmepertaruhkan nasib untuk "lulus di universitas negeri" agar bisa diperbaiki dengan cepat. Belum lagi, dia yang kadang menemani saya menangis sepanjang jalan kalau sedih. Wakakaka, mellow sekali ya?

Foto terakhir sebelum bongkar mesin. motor saya dijemput oleh Yamaha
Hari ini
Selama sebulan pasca kehilangan, saya kesana kemari menggunakan ojek online, oplet atau transmetro. baru di penghujung tahun 2017 saya "Dipinjamkan motor" oleh papa. Iya, ada motor satu lagi di rumah dan sekarang saya pakai dan kudu dijaga baik-baik banget. Doakan saya dapat membeli motor baru yang ga kalah 

Kalau ada yang kasih motor boleh juga ,ciya-ciyaaaa~

January 15, 2018

Nyi Penengah Dewanti, Blogger Kendal yang Luar Biasa

by , in

Dari sekian bentuk tulisan yang jarang-jarang saya sentuh adalah menulis fiksi. Seperti cerpen, puisi, hingga novel, saya ga tahu bagaimana cara menulis karya fiksi yang enak hingga bisa asyik untuk dibaca, setiap saya memulai nulis, ntahlah rasanya ga gitu klop dan rasanya kurang pas saja. tapi tak mengapa, tentu setiap orang punya spesialisasi dalam menulis kan?

Biarlah saya tidak jago dalam menulis fiksi, tapi bagi teman-teman yang ingin belajar menulis fiksi saya akan sangat senang memperkenalkan teman saya yang satu ini, seorang blogger Dari Kendal yang sangat jago dalam menulis fiksi.

Kendal? dimana pula itu? saya aja bingung sebenarnya itu daerah mana. Setelah dikepoin, Kendal itu ada Di Jawa Tengah gaes jadi jangan nyasar-nyasar lagi hehehe. Oh ya, saya belum memperkenalan siapa teman saya yang kece itu ya kan? Nah, namanya Nyi Penengah Dewanti , gimana ga keren ya, dalam usia yang ga beda jauh ama saya ,karya fiksinya itu sudah terbit berupa novel 5 buku solo. Yang pertama berupa novel memoar mengenai kisah hidupnya berjudul Promise, Love & Life (diterbitkan oleh Quanta, 2013). Lalu berturut-turut Waktu (Zettu, Juli 2013), Pendamping Hatiku (Rumah Oranye, Oktober 2013), Yang Tercinta (Zettu, Februari 2014), dan Ingin Bercinta (Zettu, September 2014).
, serta 1 memoar dan 107an antologi. 

Cukup banyak dan produktif ya? Selain Karya fiksinya yang kece, saya juga sangat kagum akan kehidupan Mba Nyi yang penuh perjuangan. siapa yang sangka, sebelum menjadi blogger dan penulis yang hits, Mba nyi adalah seorang pejuang devisa negara. 

Yeah, menghabiskan waktu muda berjuang yang lebih dari remaja-remaja pada umumnya, membuat saya merasa tak ada apa-apanya dan harus banyak-banyak bersyukur. tapi perjuangannya, usahanya, terjawab pada hari ini. Ia sekarang sudah kembali Ke Kendal, menikah dan menjalani kehidupan yang makin asyik.

Serius asyik? iya asyik banget. Setelah menikah, Mba Nyi berkolaborasi dengan suaminya membuat produk craft yang kece dan cantik. Membuat aneka dompet,pouch unik yang bisa dimodifikasi sesuai permintaan. Asyik banget ya? 

Thx Mba Nyi, sangat menginspirasi banget dirimu


January 04, 2018

Welcome 2018

by , in
Halo, tak terasa ya sudah memasuki tahun 2018. Bagaimana liburan akhir tahunnya? pada pergi kemana saja? pokoknya kemana pun teman-teman semoga bahagia selalu ya ! Kalau saya sih akhir tahun ga kemana-mana, seminggu sebelum pergantian tahun saya memutuskan untuk mendetox diri dengan diam di rumah.

Hah? 

Tadinya itu karena melihat kak Lianda yang Detox Social Media, tapi hal itu ga bisa dilakukan karena saya masih terikat pekerjaan yang memerlukan update harian. Jadidetox bepergianlah yang saya pilih untuk diri saya

Iya, dikenal tidak pernah jadi anak yang  rumahan, selalu bepergian ternyata bosan juga. Akhirnya aya berdiam diri di rumah selama seminggu penuh, ga keluar rumah yang jauh-jauh, yaaa pergi yang memerlukan dandan, serta saya tidak bertemu dan ngobrol dengan orang-orang selain teman-teman di rumah kontrakan saya. jadi itu jawaban saya ya atas pertanyaan teman-teman yang bertanya Jadi buat yang bertanya "kemana aja mut ga ada nampak? 

Ngapain saja selama seminggu di rumah?

1. Istirahat

Saya benar-benar istirahat karena agak lelah harus antar jemput adik saya yang selama 3 bulan terakhir PPL di Rumbai. Rumbai termasuk kawasan yang jauh dari kontrakan saya. (Panam). Butuh waktu 45 menit kalau ga macet untuk kesana, PP Panam-Rumbai adalah rute penuh perjuangan bagi yang sudah paham lalu lintas Pekanbaru. soalnya itu dari ujung ke ujung. lumayan, hasilnya badan saya lebih enakan, apalagi sempat totok seluruh tubuh

2. Membersihkan kamar

Saya termasuk tipe pengepul benda sepertinya, masih merasa sayang-sayang ama barang. Jadi aja kamar saya sempit dan ada banyak kardus-kardus berisi aneka barang. Apalagi kalau pulang dari expo, suka ga jelas ngumpulin brosur-brosur. "Manatahu perlu nanti" itu motto utamanya, padahal mah nantinya juga masih lama, nantinya juga entah kapan. akhirnya dari hasil beres-beres itu saya bisa mengumpulkan dua kardus brosur yang menurut saya udah ga penting lagi. 

Lalu bongkar lemari dan memisahkan baju-baju yang rasanya sudah ga cocok saya pakai lagi, juara dari penyisihan baju-baju ini adalah kaos-kaos gretongan dari goodiebag atau kaos kepanitiaan hahaha.

3. Mikirin masa depan

Sepertinya ya sudah cukup saya agak kacau 2 tahun terakhir, ga boleh gini terus. Mikirin orang lain yang ternyata ga mikirin kita lagi, ya ga mau peduli padahal kita masih peduli itu sia-sia. Kehilangan itu pasti, tapi tak mungkin saya bersedih terus, imbasnya jadi kurang semangat kerja,kurang semangat hidup, ga niat mau ngapa-ngapain karena merasa impian-impian saya ngilang gitu aja.

Akhirnya saya kembali menyusun dan memperbaiki rencana yang sempat terbengkalai, karena yang bisa mewujudkan segala rencana saya tentu saya sendiri, peran orang lain hanya sebagai pendukung saja.

Kembali menyusun amplop pengeluran, kembali membuka folder skripsi yang berdebu, draft blog yang tadinya semangat mau ditayangkan tapi urung.

Welcome 2018

Setelah seminggu berdiam diri di rumah, saya merasa lebih baik, tenang dan ga seresah beberapa waktu yang lalu. dipergantian tahun saya juga di rumah saja. Karena kebetulan anggota keluarga sedang lengkap. jadi saya memilih menghabiskan pergantian tahun di rumah. Lagipula 3 hari berturut-turut hujan lebat. Dalam perjalanan saya ke rumah pun butuh perjuangan, karena hujan lebat sepanjang perjalanan.

Enak juga. cuma di rumah sambil baca-baca buku yang belum sempat saya baca, bongkar cemilan oleh-oleh karena ortu dan si bungsu kemarin sempat liburan Ke Tasikmalaya.

Nah, untuk blog ini pun, akan ada beberapa tulisan baru yang segera tayang, ini sih masih tulisan pembuka saja, karena kayaknya kalau ga pakai tulisan awal tahun kurang sreg aja. (tapi jadi panjang yey)

Selamat tahun baru 2018, selesaikan apa yang harus diselesaikan, lanjutkan apa yang harus dilanjutkan.



Post Top Ad

My Instagram