Post Top Ad

October 28, 2018

Serunya Camping Bernas Di Muda Bicara Melayu

by , in
Kemana weekend ini gaes? Saya kalau weekend ini suka keliling Kota Pekanbaru dan melihat beberapa kegiatan yang saya rasa menarik. Beberapa hari lalu saya sudah ngelist event-event yang saya kunjungi di weekend ini. Salah satunya Muda bicara melayu.

Event ini diadakan dalam rangka memperingati sumpah pemuda dan dilaksanakan di 10 kota serentak. Pekanbaru kebagian juga lho kegiatan ini, jadi setelah dilihat, kegiatannya berbentuk kemah perjusami gitu. Wah sekarang kegiatan kepemudaan makin asyik dan seru, jadi kepengen ngulang masa-masa SMA lagi deh.

Jadi, siswa seluruh SMA Pekanbaru yang terpilih mengikuti serangkaian kegiatan. Seru-seru sekali, karena Muda Bicara Melayu ini menggabungkan seni, budaya dan kreativitas.

Pemilihan lokasinya pun juga seru, di lapangan MTQ Pekanbaru, dimana tempat ini sering jadi pusat keramaian masyarakat Pekanbaru. Berada di pusat kota, jadi ga susah nyarinya.

Camping Bernas

Camping Bernas adalah sebuah helat berkumpul dan bertemunya komunitas penggerak kreatif di Pekanbaru dengan Muda Pelajar Riau. Setting Camping Bernas dibuat sedemikian rupa sehigga mencipatakan kesan “Kampung Melayu”. Di dalamnya dirancang kegiatan-kegiatan kreatif yang disusun oleh komunitas hasil dari interaksi dengan Muda Pelajar Riau dan komunitas lainnya yang menjadi peserta. 

Bentuk kegiatannya antara lain:  
Berkebun
Lomba Permainan Tradisional Melayu
Atraksi memasak GelamaiA
traksi menggambar Kartun Melayu
Pentas Seni
Nonton Bersama Film Pilihan
Api Unggun
Diskusi Terpumpun
Talk Show
Deklarasi Muda Melayu
Menulis kreatif

Wah, semoga tahun depan kegiatan seperti ini ada lagi. Kalau bisa ada yang buat umumnya juga campingnya. Kan biar saya bisa ikutan ~
October 25, 2018

Update informasi terkini? Baca di Uzone dong

by , in
Pernah ga sih lagi ngumpul-ngumpul terus obrolannya lagi rame banget, semua sahut-sahutan tapi kita ga bisa ikutan nyamber? Ga bisa ikutan nyamber lebih karena kitanya ga paham ama topik yang sedang diperbincangkan. Haduh sedih sih sebenarnya, karena berasa ga nyambung terus jadi diam saja mengikut alur pembicaraan. Tapi masa mau begitu terus sih?

Kalau saya sih ga mau begini terus, paling tidak sebelum memulai hari, ada beberapa informasi yang sudah terangkum dikepala dan siap untuk dibagikan. Paling tidak hal-hal terkinilah, yang lagi ramai dan cukup oke untuk dibahas.

Nah, karena punya smartphone,tentu sudah seharusnya kita manfaatkan dong. Nah selain menginstal sosial media, aplikasi chat dan game ada lagi aplikasi yang kudu banget diinstal. Biar ga kudet tadi itu lho, hehehe.

Kemarin sih saya baru aja coba install aplikasi uzone dan mulai baca-baca informasi serta berita melalui aplikasi uzone ini. Ternyata ya lumayan setelah diinstall dan saya coba untuk mulai eksplore aplikasi ini banyak yang saya temukan lho, ada apa aja, cek yaah~

1.User interface yang menarik
User interface dari aplikasi ini cukup bagus dan enak untuk dibaca. Penting banget untuk sebuah aplikasi memiliki ui yang rapi. Apalagi uzone aplikasi untuk membaca informasi kan?

2.Informasi dan berita selalu uptodate
Nah, percuma install aplikasi uzone kalau tak update informasi terkini kan? Kalau dilihat-lihat sehari bisa lebih dari 20 artikel yang update. Lumayan ini jadi teman sambil santai atau kalau lagi menunggu.

3.Pengemasan konten yang padat
Mudah mendapatkan informasi dalam sekali baca, ga bertele-tele dan padat tentunya

4.Banyak kategori
Tentukan bacaan sesuai minat dan hobi! Ini nih saya suka banget karena kategori yang ada tersedia cukup banyak. Tentunya saya bisa langsung memilih bacaan favorite saya dong.

5.Konten kreatif dan menarik

Selain menyajikan konten berupa tulisan dan foto, di uzone juga ada konten berupa video, videonya cukup nyaman untuk ditonton, rapi dan ga terlalu panjang. Rata-rata video di uzone ini Cuma berdurasi 10 menit. Konten yang video yang saya suka? Liputan event dan musik

Nah, kalau begini gimana bisa belum install aplikasi uzone? Langsung install di smartphone kamu ya, tersedia di playstore dan appstore juga. Jadi smeua bisa dapatkan informasi yang kece dari uzone tentunya ☺
October 25, 2018

Muda Bicara Melayu & Camping Bernas, Cara Pemuda Zaman Now Memperingati Sumpah Pemuda

by , in
Muda ‘Bicara’ Melayu” memiliki makna anak muda di Provinsi Riau yang peduli pada nilai Kemelayuan dan berempati terhadap masalah yang dihadapi masyarakat Riau pada umumnya. Oleh karena itu, kegiatan “Muda ‘Bicara’ Melayu” difokuskan bagi generasi muda di Provinsi Riau dalam rangka memperkuat pemahaman tentang isu-isu dan tantangan yang dihadapi generasi muda sebagai tulang punggung masa depan Riau yang memiliki marwah Kemelayuan.

kegiatan “Muda Bicara Melayu” bagi generasi muda di Riau dilaksanakan bersamaan dengan momentum peringatan “Sumpah Pemuda”, selain mengenang kembali semangat dan komitmen para pemuda untuk membebaskan Indonesia dari kolonialisme dan ketertindasan serta membangun masyarakat yang dicita-citakan yaitu Indonesia yang berdiri kokoh di atas keberagaman hingga saat ini, seperti halnya keberagaman masyarakat yang mendiami Provinsi Riau yang direfleksikan dengan istilah “bersebati” atau menyatunya berbagai unsur dalam masyarakat sehingga muncullah unsur baru.

Kegiatan Muda Bicara Melayu digagas dan dilaksanakan secara kolaboratif antara Begawai Institute, We the Youth, Sindikat Kartunis Riau (SiKari), Forum OSIS Pekanbaru (FOP) dan media Senarai bagi siswa SMA dan mahasiswa tingkat awal untuk memberikan pembekalan awal tentang peluang dan tantangan yang dihadapi anak muda Riau serta mendekatkan dengan nilai-nilai budaya Melayu.
kegiatan ini sendiri dikemas dalam bentuk kemping dan diberi nama Camping Bernas. kegiatan terdiri dari kegiatan pengenalan ekspresi budaya seperti permainan rakyat dan pertunjukan seni juga diskusi dan talkshow atas isu kepemudaan kini dan masa depan. Peserta camping juga akan dibimbing untuk menyusun butir-butir pemikiran pemikiran Muda Pelajar Riau tentang budaya Melayu dalam penafsiran mereka serta upaya-upaya untuk memajukan masyarakat Riau ke depan.
Muda ‘Bicara’ Melayu tahun 2018 diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober  tahun ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan  Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan serentak di 10 kota di Indonesia: Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya dan Makassar. 

Begawai Institute mengawal kegiatan ini dengan konten eksplorasi dan ekspose khazanah nilai budaya Melayu. saya sendiri sudah pernah menyaksikan dan berpartisipasi dalam kegiatan begawai institute sendir. ada yang ingat konser musik di lampu merah yang pernah saya unggah ke kanal youtube saya? nah itulah kerjaan kreati dari Begawai Institute, cerdas dan ga kefikiran sama sekali !

Serta  SiKari dengan kekuatan seni visualnya akan memberi pengalaman dan pemahaman tentang Kemelayuan dengan metode yang dekat dengan keseharian generasi muda. Sikari dengan kegiatan membuat kartun dan bersuara lewat gambar-gambar sudah sering jadi sorotan lho, topik-topik ringan namun ngena banget dihati yang lihat.

Forum Osis Pekanbaru (FOP) memfasilitasi pelajar dan menjadi jembatan informasi tentang kecenderungan anak muda dalam menyusun program acara sehingga tersusunlah agenda kolaboratif ini. Peserta Muda Bicara Melayu juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya integritas yang dipandu oleh Senarai

Kegiatan ini mengangkat tema yang dilandaskan oleh 3 poin penting di anak muda; Bebas Berekspresi, Bebas Berkarya, Bebas Berkolaborasi untuk Satu Indonesia. Tema ini memiliki makna anak muda Indonesia bebas mengekspresikan potensi-potensi yang ada dalam dirinya dengan tetap menjaga keharmonisan masyarakat serta menghargai keberagaman. Kegiatan ini merupakan inisiasi agar anak muda Indonesia, khususnya Pemuda Riau memiliki semangat juang untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi kehidupan, menjunjung tinggi sportifitas

Terus kalau ngomongin jadwal kegiatan, kapan sih diadakan? Karena Festival Muda ‘Bicara’ Melayu 2018 adalah kegiatan yang bersempena peringatan ke 90 tahun Hari Sumpah Pemuda. Oleh karena itu, kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 – 28 Oktober 2018.


October 17, 2018

Karena Keluarga Tempat Kembali

by , in

Hai hai, akhirnya kembali lagi saya ingin bercerita kepada teman-teman, sudah pada kangen dengan cerita saya? Maaflah ya kalau saya udah lama ga bercerita panjang lebar. Karena kemarin saya sempat memutuskan untuk hiatus karena hilang arah. Nah mengenai hiatus sendiri pada awalnya saya ingin sekalian yang lama semacam 6 bulan gitu. Karena saya rasa ada yang hilang dari diri saya dan saya butuh menyelesaikan hal tersebut. Nah, kalau kadang hilang arah ini sebenarnya ribet,  seperti apalah mengembalikan ke jalan yang lurus? Sibuk mencari,mencari saja

Keluarga tempat kembali
Kadangkala, semakin sibuk kita, kapan sih ngobrol dengan anggota keluarga?  Apalagi yang sudah besar-besar anaknya. Seperti saya dan saudaralah misalnya. Kami semua sehari-hari tidak ada di rumah. Karena saya dan firda Di Pekanbaru sedangkan Nasywa walau ia ada Di Perawang tapi sekolahnya asrama. Jadi makin kesini makin jarang ngobrol langsung dong ya.

Tapi tetap aja, jangan sampai dengan keadaan seperti itu membuat kita saling jarang bicara. Ya untungnya saja, kami masih terhubung dengan grup di whatsapp dan kadangkala ortu saya nelpon pagi-pagi memastikan udah bangun atau bahkan malam-malam memastikan sudah ga keliaran lagi. Tapi ,setelah saya coba untuk istirahat seminggu ternyata saya cuma butuh satu hal, pulang sebentar ke rumah, recharge enery dengan keluarga. Ternyata sesederhana itu, tapi ya saya ga sadar aja, hahaha.

Pulang kerumah sebenarnya cukup mudah kok, saya merantau juga ga jauh-jauh amat.  Bersyukur ga perlu memikirkan hunting tiket murah, set tanggal tertentu. Walaupun begitu, kadang tapi terasa juga terasa perjalanan sejam (dua jam kalau macet). Awalnya merantau ini terasa berat, tapi setelah dijalani terlewati juga kok.

Tak pernah saya berhenti bersyukur dengan apa-apa yang sudah capai hingga hari ini. Walau pernah merasa sedih, merasa ingin masuk lobang ga keluar lagi. Tapi ga gitulah caranya kan, hehehe

Kasih sayang orang tua
Nah, ngomongin merantau ini akhirnya dari waktu ke waktu saya banyak belajar. Banyak belajar apa yang saya butuhkan dan saya inginkan, serta mulai menakar batas-batas kemampuan diri ini. Memang, masih muda, tapi ga semua diterabas serba iya, serba siap sedia. Seperti beberapa hari lalu, ada banyak kerjaan yang saya kerjakan dan semua main gass aja, Ternyata badan saya lelah, hahaha.

Lelah badan ini, apalah yang saya kangenin? Minuman hangat buatan mama ! kalau saya udah lelah gitu, mama selalu sigap ke dapur, mengumpulkan rmepah-rempah, mengolahnya menjadi minuman hangat. Tak tanggung-tanggung, totalitasnya itu dibuatkan dalam 1 panci gerabah.

Nah kalau saya diperantauan gini ya macam mana pula mama saya bikinkan ? lalu saya berinisiatif untuk menanyanyakan resep minuman hangat andalannya tersebut.  Respenya dikasih tapi ada resep yang lebih nampol lagi. Disuruh beli Herbadrink, karena lebih praktis tinggal seduh, hahaha !

Sering juga nampak minuman herbadrink ini, tapi liat aja ga masuk dalam list belanjaan bulanan. Mama menyarankan untuk beli herbadrink saja kalau saya terlalu repot untuk memarut segala macam rempah. Bisa stock di kost ataupun di kantor. Nah, kalau dilihat-lihat sudah tahulah herbadrink yang mana yang cucok meong buat saya kan? Jahe tentunya.

Lah, kenapa saya yang jadi ketinggalan informasi produk yang praktis ini? Emang ortu saya dabest sekali yak.  Tak sangka saya, hehehe.


October 11, 2018

Intip Yuk Cara Bermain Olahraga di Asian Para Games 2018

by , in


Sumber: asianparagames.com

Siapa yang tidak tahu acara bergengsi yang sedang diadakan di negara kita tercinta Indonesia? Yaps! Asian Para Games. Sudah pada tahu kan ya Asian Para Games ini diadakan khususnya itu penyandang disabilitas atau fisik yang kurang sempurna. Pasti pada penasaran kan gimana cara bermainnya? Nah, di Asian Para Games kali ini ada 18 cabang lho. Simak yuk gimana sih cara bermainnya.

Anggar Kursi Roda

Kedua pemain anggar dapat mencetak poin selama aksi. Tidak ada jalan yang benar. Pemain anggar di sebelah kiri wasit memiliki lampu merah, dan pemain anggar di sebelah kanan wasit memiliki lampu hijau. Lampu merah atau hijau menyala menunjukkan hit ke area target dan titik yang dicetak oleh pemain anggar itu. Celemek sepi metalik menutupi area non-target.

Mengukur jarak – Kursi roda tetap dalam bingkai. Untuk memastikan dua pemain anggar dapat mencapai jarak masing-masing harus diukur dan frame disesuaikan sesuai kebutuhan. Jarak diukur dengan satu fencer yang memperpanjang lengan anggar mereka dengan senjata mereka terpasang dan fencer lain menekuk lengan mereka. Untuk epee dan saber jarak adalah untuk senjata menyentuh ujung siku lawan mereka. Untuk foil jarak diukur pada bagian dalam tikungan siku.


Basket Kursi Roda
Peraturan di lapangan: 28m x 15m, Tinggi keranjang: 10ft, Pemain di pengadilan: Lima dari masing-masing tim, total semua poin klasifikasi tidak boleh melebihi 14; lima di setiap tim, Waktu bermain : Empat perempat dari 10 menit masing-masing;

Skor poin: Satu poin per lemparan bebas, Dua poin per keranjang lapangan, Tiga poin untuk tembakan yang dibuat di belakang busur dari garis 3-titik, garis 3-titik: 6.75m

Seorang pemain basket kursi roda membutuhkan satu atau dua dorongan ketika bola sedang beristirahat di pangkuannya atau dipegang di tangannya, diikuti dengan menggiring bola, dan urutan ini dapat diulang sesering keinginan pemain. Ketika pemain dalam kepemilikan mendorong lebih dari dua kali tanpa dribbling.

Pelanggaran : Suatu pelanggaran peraturan tentang kontak pribadi ilegal dengan lawan – kursi roda dianggap sebagai bagian dari pemain.

Bersepeda
Cabang balap sepeda terbuka untuk para atlet yang mengalami amputasi, para les autres (atlet yang tak bisa dimasukkan katagori lain), atlet dengan kelumpuhan otak dan gangguan penglihatan. Mereka akan berlaga baik di nomor jalan raya dan nomor lintasan.

Para atlet dengan kendala fisik berlomba dengan sepeda di jalan raya dan lintasan. Sedangkan sepeda tangan dan sepeda roda tiga dikhususkan untuk nomor jalan raya. Sementara atlet dengan masalah penglihatan turun di cabang tandem dengan didampingi seorang pemandu.

Sepeda tangan kelas H1-4: Para atlet di kelas H1-3 berlomba dengan posisi berbaring. Atlet H1 adalah mereka yang tak memiliki fungsi pinggang dan kaki yang hanya mengandalkan fungsi tangan.

Sementara katagori H3 tidak memiliki kaki namun memiliki fungsi pinggul dan lengan yang baik. Sedangkan atlet H4 duduk di atas lutut mereka dan menggunakan lengan serta pinggulnya. Sepeda roda tiga T1-2: Balapan bagi atlet yang tak mampu menaiki sepeda karena kondisi yang mempengaruhi keseimbangan dan kordinasi mereka.
Para atlet di katagori T1 memiliki masalah kordinasi yang lebih serius dibanding para atlet katagori T2. Nomor sepeda C1-5: Diikuti para atlet yang menderita kelumpuhan otak atau mengalami amputasi. Para atlet C1 memiliki keterbatasan yang lebih banyak sementara atlet C5 hanya memenuhi kriteria keterbatasan yang sangat minim.

Boccia
Boccia merupakan olahraga ketepatan. Cara bermainnya dengan melempar bola. Bolanya berdiameter 100 milimeter, dengan berat 275 gram. Masing-masing pemain melempar dua bola. Sementara untuk permainan berpasangan, tiap orang melempar tiga bola, dan untuk tunggal melempar enam bola.

Durasi pertandingannya berbeda-beda. Empat menit untuk tunggal, lima menit untuk pasangan, dan enam menit untuk tim beregu. Ada tiga warna dalam boccia: putih, merah, dan biru. Putih merupakan bola jack, bola pertama yang dilempar olah salah satu tim. Bola ini yang akan menjadi sasaran lempar enam bola merah dan enam biru yang dipegang para tim. Bola yang terdekat dengan jack yang dihitung poin.

Pelemparan bola dilakukan bergantian. Jika tim lawan belum bisa melampaui lemparan yang paling dekat dengan jack, maka timnya akan melempar terus bahkan sampai bola habis. Seandainya gagal melakukan lemparan yang lebih baik dibanding lawan, maka pemain memberi peluang tim pesaing mendapat poin lebih banyak.

Bulu Tangkis
Bulu Tangkis biasanya dikenal kebanyakan orang dengan badminton adalah olahraga yang dimainkan dengan raket dan shuttlecock (sasaran yang berbulu untuk menggantikan bola). Badminton dimainkan single (2 orang) atau ganda (4 orang).

Atlet badminton harus memasukkan sebanyak 21 poin lebih dulu dari tim lawan. Nilai atau poin didapat tiap kali berhasil mendaratkan shuttlecock ke area lawan, atau ketika lawan melakukan pelanggaran yang berarti lawan gagal memukul kembali shuttlecock ke wilayah permainan. Tim atau pemain yang berhasil mendapatkan poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang pertandingan.

Catur
Cara bermain dan peraturan pada pertandingan catur Asian Para Games tidak berbeda dengan pertandingan catur umum. Selama permainan berlangsung, pemain harus memindahkan buah caturnya sesuai dengan peraturan, sambil menyingkirkan buah catur lawan dari papan permainan apabila memungkinkan, yang biasa disebut “memakan” atau “sekaktmat”.

Kemenangan pemain ditentukan oleh keberhasilan pemain dalam mengadakan ‘sekaktmat’. Selain sekakmat, kemenangan juga dapat diperoleh apabila lawan menyatakan telah menyerah secara sukarela, yang biasanya disebabkan karena jumlah buah catur yang tidak sebanding.

Goalball 
Tiap regu terdiri atas enam pemain dengan tiga anggota yang bermain selama pertandingan. Lapangan goalball berukuran panjang 18 meter dan lebar 9 meter. Gawang terdapat di ujung lapangan dengan lebar seluruh garis belakang (9 meter). Dalam olahraga ini, pemain melempar bola ke gawang lawan untuk mencetak poin sementara pemain lawan menghalangi bola dengan menggunakan tangan dan lutut.

Judo 
Atlet judo (judoka) yang bertanding dibedakan berdasarkan berat tubuh. Waktu bertanding untuk pria lima menit dan wanita empat menit. Judoka meraih angka dari kemampuan menyerang atau mendapatkan satu angka (ippon) dengan membanting lawan dengan punggung membentur lantai terlebih dahulu, teknik mengunci, atau memaksa lawan untuk menyerah.

Lawn Bowls
Pada olahraga ini atlet berusaha mendapatkan poin terbanyak dengan mendaratkan bola, disebut wood, sedekat mungkin dengan bola kecil yang disebut jack. Olahraga ini dilakukan di lapangan terbuka.

Panahan 
Dalam pertandingan panahan, ukuran target dan jarak berdiri pemanah ke target berbeda berdasarkan kategori yang dikompetisikan. Dalam pertandingan tunggal, pemanah menembakkan 72 panah pada 10 titik target lingkaran yang dibagi menjadi 12 putaran, masing-masing terdiri dari enam panah.

Setiap pemanah diberi kesempatan empat menit per putaran. Dalam pertandingan eliminasi tunggal, para pemanah dengan nilai tertinggi akan menembakkan 15 panah dalam pertandingan satu lawan satu. Pemanah recurve memanah pada sasaran target diameter 1.22 m dan jarak garis tembak 70 m. Sedangkan untuk pemanah compound berdiri sejauh 50 m dan menembak pada sasaran target diameter 80 cm.

Para Atletik 
Atletik mengandalkan kemampuan gerakan tubuh manusia diantaranya lari melompat, dan melempar. Dalam Asian Para Games 2018, atlet disabilitas bertanding sesuai dengan klasifikasi kemampuan masing-masing, seperti pada cabang lari, balap kursi roda, lompat dan lempar.

Para atlet juga dapat menggunakan perangkat bantu tertentu sebagaimana ditentukan dalam aturan World Para athletic. Kursi roda dipakai pada pertandingan lintasan dan lapangan. Kursi roda atletik dibuat cenderung sangat ringan. Bagi atlet dengan amputasi maka menggunkan alat bantu buatan (prostetik. Untuk atlet dengan kekurangan penglihatan disediakan penambat tali yang dihubungkan dengan pemandu. Pemandu suara disiapkan dalam cabang atletik lompatan dan lemparan.

Para Powerlifting
Atlet angkat beban (lifter) mengambil posisi terlentang di bangku yang dirancang khusus. Setelah mengambil/menerima bar dengan lengan menghadap ke atas, lifter harus menunggu sinyal dari wasit.

Setelah menerima sinyal “mulai”, lifter harus menurunkan bar ke dada, menahannya kemudian mengangkat bar ke atas secara merata dengan kedua lengan dengan siku terkunci. Setiap atlet memiliki tiga kesempatan untuk mengangkat beban.

Para Swimming
Atlet para swimming bertanding dalam kolam renang standar dengan panjang 50 meter dan terbagi dalam delapan jalur. Perenang tercepat dari setiap kelas yang dilombakan menjadi pemenangnya.

Shooting Para Sport
Dalam kompetisi ini atlet melakukan serangkaian tembakan di dalam pusat cincin (“bullseye”) dari target. Target ini terdiri dari 10 cincin dengan skor 1 hingga 10. Pusat cincin bernilai 10.

Tenis Kursi Roda
Para pemain memukul bola tenis dengan raket bolak-balik lebih dari 0,914 meter (tiga kaki) bersih di tengah lapangan. Tujuannya adalah untuk memukul bola ke setengah lapangan lawan tanpa mereka bisa mengembalikannya.

Tidak ada modifikasi pada ukuran lapangan, raket atau bola tenis. Perbedaan utama adalah kursi roda yang dirancang khusus dan ‘aturan dua pentalan’ di mana bola dapat melambung dua kali.

Tenis Meja
Atlet dari semua kelompok gangguan fisik, selain dari tunanetra, diperbolehkan berkompetisi dalam kelas berdiri atau duduk. Atlet dengan gangguan mental juga bisa bersaing.
Pria dan wanita dapat berpartisipasi dalam acara individu, ganda atau tim, dan pertandingan terdiri dari lima set masing-masing 11 poin, dan dimainkan dalam format best-of-five.

Tenpin Bowling
Para pemain berusaha untuk mencetak poin dengan menggulirkan bola bowling di permukaan datar untuk memukul pin yang dikenal sebagai pin bowling sepuluh.

Acara Perseorangan
Setiap pasukan dibenarkan menghantar empat ( 4 ) orang peserta lelaki dan ( 4 ) orang peserta perempuan bagi acara ini. Peserta–peserta kategori 18 tahun dan 15 tahun ke bawah diwajibkan bermain enam ( 6 ) games dengan menyeberangi enam ( 6 ) lorong berasingan manakala peserta-peserta kategori 12 tahun dan ke bawah diwajibkan bermain empat ( 4 ) games dengan menyeberangi empat ( 4 ) lorong dan peserta dengan jumlah jatuhan pin keseluruhan tertinggi adalah pemenang.

Acara Beregu
Setiap pasukan dibenarkan menghantar dua ( 2 ) pasangan bergu lelaki dan ( 2 )pasangan bergu perempuan bagi acara ini. Peserta–peserta kategori 18 tahun dan 15 tahun ke bawah diwajibkan bermain enam ( 6 ) games dengan menyeberangi enam ( 6 ) lorong berasingan manakala peserta-peserta kategori 12 tahun dan ke bawah diwajibkan bermain empat ( 4 ) games dengan menyeberangi empat ( 4 ) lorong dan peserta dengan jumlah jatuhan pin keseluruhan tertinggi adalah pemenang.

Acara All Event
Setiap peserta yang telah mengambil bahagian dalam acara perseorangan dan beregu layak menyertai dalam acara ini. Jatuhan Pin yang diperolehi oleh setiap peserta yang telah bermain dua belas ( 12 ) games ( 18 tahun dan 15 tahun ) dan lapan ( 8 ) games ( 12 tahun ) dengan jumlah jatuhan Pin keseluruhan tertinggi adalah pemenang.

Acara Masters
Dua belas ( 12 ) peserta lelaki dan dua belas ( 12 ) peserta perempuan ( 18 tahun dan 15 tahun ke bawah ), lapan ( 8 ) peserta lelaki dan lapan ( 8 ) perempuan ( 12 tahun dan ke bawah ) dengan jumlah jatuhan Pin tertinggi dalam acara All Event adalah layak menyertai acara ini.

Permainan akan diadakan mengikut sistem “Match Play Round Robin” dimana setiap peserta dikehendaki bermain sejumlah dua belas ( 12 ) games ( 18 tahun dan 15 tahun dan ke bawah ) manakala lapan ( 8 ) games ( 12 tahun dan ke bawah), tiap-tiap satu game dengan pemain yang berlainan di lorong yang berasingan juga mengikut jadual yang telah ditetapkan.Game yang ke-12 ( 18 tahun dan 15 tahun dan ke bawah ) Game ke – 8 ( 12 tahun dan ke bawah ) adalah permainan kedudukan ( position play ).

Kedudukan dalam acara Masters akan dikira mengikut system mata berikut :
  1. Satu ( 1 ) mata untuk setiap jatuhan pin.
  2. Sepuluh ( 10 ) mata untuk setiap perlawanan yang dimenangi.
  3. Lima ( 5 ) mata untuk setiap perlawanan yang seri. Pemenang akan ditentukan melalui “stepladder” , semua jatuhan pin dan bonus sewaktu “position play” tidak diambilkira .
  4. Pemain di tempat kedua dan ketiga akan bermain satu permainan.
  5. Pemenang akan bertemu dengan pemain di tempat pertama sebanyak 2 permainan.
  6. Pemain yang mendapat jatuhan pin terbanyak dikira pemenang acara Masters.
  7. Pemain yang tewas mendapat tempat kedua.

Acara Pasukan Berempat
Setiap negeri / pasukan dibenarkan menghantar satu ( 1 ) pasukan berempat lelaki dan satu ( 1 ) pasukan berempat perempuan bagi acara ini.

Setiap pasukan akan bermain enam ( 6 ) games ( 15 dan 18 tahun ke bawah ) empat ( 4 ) games ( 12 tahun dan ke bawah ) di atas sepasang lorong yang sama. Setiap permainan di atas lorong yang sama.
Permainan dijalankan mengikut “Baker Format” seperti berikut :
  1. Empat orang pemain akan bergilir-gilir membuat balingan mengikut susunan “frame”
  2. Pemain perama akan membuat balingan di “frame” 1 , 5 , dan 9.
  3. Pemain kedua akan membuat balingan di “frame” 2 , 6 , dan 10.
  4. Pemain ketiga akan membuat balingan di “frame” 3 dan 7.
  5. Pemain Keempat akan membuat balingan di “frame” 4 dan 8.
Cara Menentukan Keputusan
Adalah tanggungjawab setiap peserta untuk mengesahkan keputusan perlawanan dalam skor yang disediakan. Keputusan setelah disahkan hanya boleh diubah dengan kebenaran Pengerusi Teknik Pertandingan atau wakilnya. Individu atau pasukan yang membuat jatuhan pin terbanyak dikira sebagai pemenang. Sekiranya seri, maka keputusan ditentukan berdasarkan jumlah jatuhan pin permainan terakhir. Jika masih seri jumlah jatuhan pin permainan kedua terakhir diambil kira dan seterusnya.

Voli Duduk
Dua regu dari enam pemain dipisahkan oleh jaring dan mencoba untuk mencetak poin dengan menggiling bola ke bidang pemain lawan. Sementara tim dalam versi stand-up dipisahkan oleh jaring yang dinaikkan, voli duduk dimainkan dari jaring yang lebih rendah. Dimensi pengadilan dalam voli duduk juga lebih kecil.

Perbedaan utama antara dua versi adalah bahwa duduk voli, seperti namanya, dimainkan dari posisi duduk. Setiap saat, panggul atlet harus bersentuhan dengan tanah, dan blok dan serangan layanan diperbolehkan.

Syarat dan ketentuan dalam voli duduk, jaring sepanjang 7 meter, lebar 0,8 meter ditetapkan pada ketinggian 1,15 meter untuk pria dan tinggi 1,05 meter untuk wanita. Dimainkan dalam format set best-of-five (5 kali permainan dengan 3 kali kemenangan), dan yang pertama mencapai 25 poin (dengan setidaknya dua poin) memenangkan set.
October 06, 2018

Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2018, Lebarannya Pecinta Otomotif

by , in
Kalau bagi pecinta otomotif, pasti event semacam kustomfest sangat dinanti. Berbagai macam kendaraan dipamerkan dan ditampilkan. Saya aja sebenarnya suka kagum sendiri dengan kemampuan modifikasi orang-orang ini, kendaraan biasa disulap jadi kendaraan yang ga biasa. Nah event kustomfest inilah seperti jadi hari rayanya mereka. Update produk terbaru, kendaraan yang lagi heitz hingga desain modifikasi kendaraan terkini jadi favorite. Kustomfest, ajang berkumpulnya modifikator dan penyuka motor-mobil kustom di tanah air dan mancanegara dipastikan kembali digelar di Jogja Expo Center (JEC) 6-7 Oktober 2018. 

Mengambil tema 'Color Of Difference', gelaran ini digadang tak hanya menjadi ajang pameran motor kustom semata, namun juga menjadi simbol kepekaan banyak pihak terhadap perubahan zaman. 

Tema Colour of Difference atau warna perbedaan ini kita ambil sebagai upaya kita dalam menyingkapi apa yang terjadi di negara kita sekarang ini yang masih terdapat perpecahan dan berkubu-kubu, ini terjadi di banyak hal termasuk dunia kustom itu sendiri 

Setiap manusia pada hakikatnya terlahir dengan sebuah perbedaan masing-masing. Oleh sebab itu, sudah seharusnya masing-masing pribadi menghargai perbedaan tersebut dari berbagai aspek dan pandangan termasuk dalam dunia kustom. 

Justru dari perbedaan inilah setiap orang akhirnya bisa belajar karakter dan kultur orang lain yang berbeda dari dirinya. Dunia kustom itu sangat luas dan warnanya sangat banyak. Sifatnya tematik dan terkandung konsep yang beragam di dalamnya tergantung kreatifitas si kreator. 

Selain pameran motor-mobil kustom, juga disajikan booth vendor, hiburan seni, budaya dan band. Nama-nama beken seperti Shaggy Dog, Death Squad, Dead Vomit, The Hydrant dan The Sigit siap menggetarkan panggung utama JEC. 

Perbedaan aliran musik yang band-band penampil ini juga menjadi penguat tema warna perbedaan yang sudah seharusnya berbaur menjadi satu kesatuan yang harmonis. 

Selain menyiapkan konten acara yang berbeda, gelaran Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2018 juga akan membawa sepeda motor kustom yang menjadi lucky draw bagi para pengunjungnya. Hal ini sudah menjadi ritual wajib dalam tiap gelaran Kustomfest. 

Kustomfest 2018 akan diadakan pada awal Oktober mendatang, tepatnya 6-8 Oktober 2018 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. 

Salah satu warna yang dihadirkan pada gelaran ke-7 ini adalah keterlibatan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Dalam hal ini kaitannya dengan kehadiran Pesawat RI-X WEL. Pesawat ini merupakan kustom pertama Indonesia yang dirancang dan dibuat dalam waktu 5 bulan oleh Biro Rancang dan Konstruksi pada 1948 di pangkalan Udara Maospati yang sekarang Lanud Iswahjudi. 

Misi yang selaras, yaitu edukasi masyarakat menjadi alasan Museum TNI AU ikut merayakan lebaran para kustom ini. Menurut KolonelSus Dede Nasrudin selaku Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Museum Mandala Dirgantara memiliki kontribusi mendatangkan 10% dri 7 juta wisnus per tahunnya. 

Lulut Iswahyudi, Director Kustomfest mengatakan memiliki tagline, “Mari Bicara dengan Karya” melalui ajang tahunan ini ingin mengajak para generasi kustom untuk tidak jumawa dan pantang menyerah dengan segala keterbatasan. Kehadiran Pesawat RI-X WEL ini adalah bukti bahwa pendahulu kita sukses dari sebuah keterbatasan dan semangat yang tak ingin maju. 

Sebagai wujud penghormatan terhadap pendahalu, Pesawat RI-X WEL kini telah mengalami penyegaran. Lulut mengaku merestorasi beberapa bagian pesawat untuk diperbaiki di bengkel Retro Classic Cycles. Bagian itu antara lain skin di bagian sayap dan fuselage serta memperbaiki sektor warna karena rusak termakan usia. Dari sisi mesin, Lulut juga mengaku telah memperbaiki satu mesin motor Harley Davidson WL berkubikasi 750 cc buatan tahun 1925 sehingga akan menjadi pesawat kustom pertama di Indonesia.

Post Top Ad